Apakah Sekarang Hari Ibu?

Hari ibu? Saya rasa rata-rata dari kita pasti sudah tahu bahwa di Indonesia setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari ibu – mungkin karena ini sudah berlangsung sejak 70-80 tahun yang lalu. Tapi kadang jika ditanyakan kembali – terutama pada saya sendiri – apa sih hari ibu itu?

Saya rasa selama saya ingat, saya tidak pernah merayakan hari ibu secara khusus. Mungkin saya tidak tahu apa yang harus dilakukan saat merayakan ibu, dan jika pun saya tahu – saya akan bertanya, mengapa demikian? Dan kadang jawabnya tak selalu tepat.

Kadang malah saya melihat semakin hari semakin banyak konsep yang terselipkan pada hari ibu, semisal perjuangan persamaan gender dan sejenisnya. Entah karena usil atau bagaimana, sejak dulu saya memang selalu bertanya-tanya mengapa orang berbicara tentang persamaan gender atau kesetaraan gender (mana sih yang benar?), lalu kaitannya dengan hari ibu apa?

Orang di pelbagai belahan bumi memiliki karakter yang berbeda-beda, menghargai sosok ibu juga dengan cara yang berbeda-beda. Jika ada yang berkata bahwa orang Bali meletakkan ibu di bawah kakinya – maka bukan berarti itu sebuah pelecehan.

Saya rasa saya tidak memiliki sesuatu yang istimewa dengan hari ibu, tapi saya selalu memiliki hal-hal istimewa bersama keluarga saya.

Iklan

9 Comments

  1. hari ibu, hari pahlawan atau hari lainnya adalah satu moment untuk memberikan perhatian yg lebih pada yg di "peringati" itu saja, bila dia tidak memberikan makna apa-apa pada lita ya ngga usah diperingati….

    Suka

    Balas

  2. kadang2 kita hanya perlu semacam waktu yang tepat untuk memberikan sesuatu kepada seseorang demi menjawab pertanyaan "dalam rangka apa nih?" dan bagi saya pribadi, setiap hari adalah hari ibu.. juga hari bapak.. hari anak.. dan hari untuk memberikan ungkapan kasih pada siapapun yang kita cintai.. 🙂

    Suka

    Balas

  3. hihih, saya udah nulis jawabannya di blog kemarin 😀
    Ya itulah maknanya udah kemana-mana sih. Padahal sejarah Hari Ibu itu bukan seperti sekarang yang cenderung "worshiping motherhood"

    Mau ada hari ibu atau hari bapak, emang kalau nggak ada hari itu kita trus nggak sayang dan nggak berterimakasih lagi sama mereka? enggak juga kan? setiap hari seharusnya tetap selalu ada cinta buat mereka ya 😉

    Suka

    Balas

    1. Mas Andi,

      Hanya sementara saja, he he…, daripada ndak ada kerjaan.

      Mengapa bersedih, siapa tahu itu sebenarnya tanda kebahagiaan yang belum

      sempat terutarakan.

      Suka

      Balas

  4. Sejujurnya saya ndak tau sejak kapan bangsa ini memperingati Hari Ibu pada tanggal 22 Desember. Tapi biarlah, walaupun saya ndak menganggapnya spesial, saya menikmatinya seperti hari-hari peringatan lainnya, seperti Hari Buruh, Hari AIDS, Hari Blogger, dsb., yang penetapan tanggalnya pun saya ndak pernah tau sejarahnya. Hehe!

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.