Pertolongan untuk Luka Bakar itu Bagaimana?

Apa luka bakar terkesan mengerikan? Mungkin karena terjadi cukup sering apalagi di Indonesia, mulai dari terbakar matahari (sunburn) yang ringan dengan hanya menimbulkan kemerahan dan sensasi nyeri sentuh, hingga ke luka bakar yang menyebabkan seluruh permukaan tubuh melepuh, misalnya pada korban awan panas Merapi beberapa waktu lalu.

Dan tentu saja luka bakar tidak menguntungkan sistem pertahanan tubuh juga. Kulit selain sebagai berfungsi dalam pengaturan/regulasi cairan dan panas, juga berfungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap kuman dan benda asing di luar tubuh. Karena itu juga kulit memiliki lapisan-lapisannya (epidermis, dermis dan hipodermis) untuk menjalankan fungsi ini.

Fungsi ini dapat rusak pada luka bakar, dan keparahannya ditentukan oleh keparahan luka bakar itu sendiri. Secara umum sebagaimana yang kita tahu, luka bakar digolongkan ke dalam 3 derajat keparahan.

Luka bakar derajat pertama: bersifat di permukaan saja dan menyebabkan peradangan lokal pada kulit. Contohnya bisa kita lihat pada pada kulit yang terbakar matahari. Tandanya nyeri, kemerahan, agak sedikit membengkak. Bisa jadi kulit menjadi sensitif nyeri ketika mendapat sentuhan/tekanan.

Luka bakar derajat kedua: lebih dalam lokasinya dan lebih nyeri, lebih kemerahan karena terjadi peradangan yang lebih hebat. Juga dapat ditemukan bula (kulit menggembung terisi cairan).

Luka bakar derajat ketiga: merupakan luka bakar yang paling parah, seluruh bagian/lapisan kulit terlibat, hasilnya area kulit tersebut benar-benar “mati”. Termasuk di dalamnya kerusakan serabut saraf dan sistem peredaran darah yang ada di kulit tersebut, sehingga biasanya luka bakar ini akan mengalami mati rasa (tidak terasa nyeri) dan tampak lebih pucat/abu-abu/keputihan (tidak kemerahan). Tapi sering kali sulit dibedakan dengan luka bakar derajat kedua.

Untuk memudahkan membayangkan tingkatan ini, saya ambilkan gambar dari Wikipedia sebagai berikut:

Derajat luka bakar

Ternyata luka bakar tidak bersifat statis, artinya jika itu luka bakar derajat pertama maka akan selamanya derajat pertama – tidaklah demikian. Luka bakar derajat pertama bisa berkembang ke luka bakar derajat kedua misalnya. Karena kadang proses kerusakan sel-sel di dalam kulit tetap berlangsung berapa lama. Itulah mengapa pertolongan pertama pada luka bakar sangat penting.

Ada beberapa prinsip mendasar dalam pertolongan pertama terhadap penderita luka bakar. Namun pertama-tama kita sebaiknya mengenal dulu bagaimana menilai luka bakar. Misalnya kita tahu bahwa itu luka bakar derajat III seluas 63% dari permukaan tubuh, maka pertolongan pertamanya akan berbeda dengan luka bakar derajat I yang hanya kurang dari 10% misalnya.

Luka bakar dinilai kedalamannya (derajatnya) & total area luka bakar yang bermakna. Secara universal digunakan aturan yang disebut sebagai “Rule of Nines”, perhatikan gambar berikut:

Nah, masing-masing area di atas ada jumlah nilai persentasenya, jika semuanya dijumlah maka nilainya setara dengan 100% luas permukaan tubuh. Umumnya hanya luka bakar derajat kedua dan ketiga yang dijumlahkan untuk menghitung luas permukaan luka bakar. Karena walau-pun luka bakar derajat satu terasa sakit, namun kulit hanya mengalami kerusakan permukaan saja, kulit di bagian bawahnya masih bisa melakukan fungsinya secara baik.

Jika anggota tubuh yang terlibat lebih dari 15%-20% maka bisa jadi tubuh telah kehilangan jumlah cairan yang cukup banyak dan dapat menyebabkan syok.

Pertolongan pertama luka bakar langkah awalnya selalu sama, yaitu menjauhkan korban dari sumber penyebab luka bakar, apakah itu sinar matahari atau kobaran nyala api. Jika tubuh korban juga terbakar, padamkan apinya dengan segera, jika bisa gunakan kain yang cukup tebal untuk menutup kobaran api sehingga nyala api padam karena kehabisan oksigen. Perhatikan di sini bahwa penolong juga sampai membuat dirinya berisiko besar menjadi korban juga, penolong sebaiknya tidak membahayakan diri – atau pada akhirnya tidak ada yang tertolong sama sekali.

Jika luka bakar ringan, misalnya terkena air panas pada tangan, segera guyur tangan dengan air dingin yang mengalir jika bisa. Tidak masalah jika kulit tidak mengelupas, setidaknya mendapatkan aliran air dingin selama 15 menit, ini akan mencegah panas merusak sel-sel di dalam kulit lebih lanjut. Jika tidak ada air mengalir, maka rendamlah dengan seadanya. Jika di bagian tubuh tersebut ada benda-benda lain yang menempel, maka lepaskanlah, misalnya cincin, gelang, atau baju – karena benda-benda ini menyerap dan menyimpan panas sehingga bisa menambah buruk kondisi luka, atau jika terjadi pembengkakan di mana permukaan kulit menjadi rapuh, maka benda-benda ini dapat melukai permukaan kulit dan berpotensi menimbulkan infeksi.

Untuk luka bakar yang lebih berat hingga parah, maka pertolongan pertama seperti di atas masih dapat diterapkan. Namun penolong mesti segera memanggil bantuan untuk membawa penderita ke akses medis secepatnya, seperti puskesmas atau rumah sakit. Karena pertolongan tambahan sering kali diperlukan, misalnya pasien perlu mendapatkan oksigenasi tambahan jika berada terlalu lama di dalam kobaran api dan asap, perawatan luka segera untuk mencegah infeksi.

Perlu diperhatikan bahwa jika luka bakar cukup luas dan dalam, ada baiknya tidak mengguyur, merendam penderita dalam air. Pada luka bakar ringan mungkin akan membantu mempercepat hilangnya panas yang merusak pada kulit, namun pada kondisi yang luas dan dalam ada kemungkinan risiko buruk yang lain, yaitu menurunkan temperatur tubuh korban secara signifikan dan menyebabkan hipotermia. Cukup balut dengan kasa steril jika ada, atau kain yang cukup bersih untuk menghangatkan tubuh korban sampai mendapatkan penanganan oleh tim medis, atau sampai ke rumah sakit.

Anda bisa mengunduh berkas: Gambaran Umum Kecelakaan Luka Bakar (PDF) sebagai perbandingan lebih lanjut.

Iklan

3 pemikiran pada “Pertolongan untuk Luka Bakar itu Bagaimana?

    1. Realodix,
      Saya rasa itu akan jadi ranah estetik, saya tidak tahu bagaimana caranya jika sudah membekas (seperti membentuk jaringan parut atau keloid), jika cukup parah mungkin untuk estetisnya perlu operasi rekonstruksi oleh ahli bedah plastik atau dengan menggunakan sejenis zat yang disebut enzymatic debriding agent.

      Karena itu sudah penyembuhan skunder, dalam arti tubuh tidak akan memperbaikinya lagi. Kalau seperti kena knalpot, bekasnya akan memudar bersama waktu, konturnya akan kembali rata, dan batas-batasnya akan menyamar dengan warna kulit, tapi bisa jadi akan tetap ada untuk seumur hidup. Ini bervariasi tergantung kondisi masing-masing orang.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.