Mempercantik Tampilan Desktop Gnome OpenSUSE 11.3

Orang berkata Linux tampilannya tidak seindah Windows, apalagi MacOS. Tapi tunggu dulu, keindahan memang tergantung selera bukan? Pengguna KDE dengan Plasma Desktop mungkin saja memperoleh tampilan menawan – karena memang didesain untuk itu, apalagi ditambah dengan efek selayaknya Berryl atau Compiz, bisa jadi Desktop KDE membuat Windows 7 pun memiliki tampilan yang menyedihkan.

Sayangnya saya bukanlah pengguna KDE, namun si sederhana Gnome sudah memikat saya dengan tampilannya. Namun dapatkah kita mempercantik tampilannya? Tentu saja bisa, saya sendiri memperindah tampilan Gnome OpenSuse 11.3 sesuai dengan selera saya – yang mungkin saja berbeda dengan selera Anda.

Misalnya, saya menggunakan kertas dinding (wallpaper) berlogo Green Gecko dengan latar hijau gelap yang artistik dan natural. Ini memberikan kesan kehidupan pada desktop yang saya gunakan. Kemudian, untuk tema besar, saya menggunakan Nimbuz, tatanannya rapi mirip dengan Windows XP namun memiliki lekukan sudut yang lebih artistik dan indah.

Untuk ikon, saya menggunakan Faenza yang terkenal itu. Koleksinya cukup lengkap, dan mengganti hampir semua ikon standar, termasuk ikon software pihak ketika ala Opera, Thunderbird, Firefox, dan lain sebagainya. Ini memberikan kesan bahwa Linux memang sesuatu yang berbeda dari Windows. Selain itu dimensi ikon-ikonnya cukup kecil, dan memberikan efek rapi yang menawan.

Tampilan Dekstop Gnome OpenSuse 11.3 Dengan Nimbuz dan Faenza

Silakan klik gambar di atas untuk melihat ukuran besarnya. Sebagai sentuhan pribadi, jangan lupa menambahkan Avant Windows Navigator sebagai dok yang unik. Saya meletakkan panel kerja di bagian atas, dan dok di bagian bawah, ini memberikan kesan seperti menggunakan MacOS.

Satu lagi, Anda bisa memberikan juga pengapikan pada kursor (mouse pointer), silakan pilih tampilan kesukaan anda di gnome-look.org pada bagian X11 Mouse Theme. Saya memilih memakai Protozoa yang berwarna biru (ada juga yang berwarna merah dan abu-abu) – karena saya rasa biru lebih pas dengan warna kertas dinding yang didominasi hijau, viola! hasilnya hewan bersel satu itu tampak berenang-renang indah di desktop, mengingatkan saya pada hewan laut yang ada di film Finding Nemo karena gerakan halusnya.

Dan dengan demikian saya memiliki tampilan desktop yang apik. Gnome-pun kini tampak cantik dan membuat betah ketika menggunakannya. Lalu bagaimana Anda mempercantik desktop Linux anda?

  Copyright secured by Digiprove © 2011 Cahya Legawa

Iklan

25 pemikiran pada “Mempercantik Tampilan Desktop Gnome OpenSUSE 11.3

  1. Hariez

    Kangen sekali lama tak mampir disini, Bicara linux berarti kita bicara tentang opensource ya Pak ? dan setelah saya perbesar gambarnya, benar sekali tampilan windows 7 terlihat kurang menarik dibandingkan dengan themes nya openSUSE, sayangnya saya masih awam dengan OS berbasis linux seperti diatas, adapun PC dirumah hanya menggunakan Ubuntu desktop edition dan masih belajar membiasakan diri untuk mengenali step by step tentang perbedaan nya dengan Windows 😀

    salam hangat

    Suka

    1. Mas Hariez,

      Ya, begitulah Mas, open source membuat banyak hal jadi lebih mudah.

      Windows 7 memiliki desktop yang dibangun dengan HTML dan CSS, jadi mirip dengan web interaktif, sangat menarik menurut saya. Temanya pun beragam dibandingkan generasi pendahulunya (tapi mungkin tidak tersedia pada paket pemula atau starter pack). He he…, sayang saya tidak memiliki anggaran untuk membelinya :D.

      Ubuntu yang seperti Mas Hariez gunakan tentunya salah satu Linux yang paling ramah diguanakan. Dan desktopnya bisa dikostumisasi lebih bagus lagi daripada OpenSuse, karena biasanya lebih mudah dengan komunitas yang lebih besar :D.

      Saya sendiri masih meraba-raba masalah Linux ini.

      Suka

        1. Mas Hariez,

          Sayangnya saya tidak menggunakan Ubuntu Mas. Tapi coba dicek di linuxpoison.blogspot.com, biasanya di sana ada ulasan tentang Ubuntu.

          Suka

  2. aldy~PF

    Awal menggunakan Linux saya juga beranggapan jika tampilan layarnya terkesan jadul dan seadaannya, tetapi semakin lama saya justru merasa dengan tampilan linux (ubuntu) standar sudah lebih dari cukup 😀

    Suka

    1. Pak Aldy,
      Memang tampilan Gnome milik Ubuntu itu unik, branding-nya lebih kental. Versi 10.10 yang ada saat ini sangat berbeda dengan versi 5.10 yang pernah saya cicipi 5 tahun yang lalu. Ada banyak perubahan dan perbaikan, jadinya sangat menarik. Tapi kalau mau dikustomasi untuk menambah sentuhan pribadi kan ndak masalah toh Pak :).

      Suka

      1. aldy

        Mas Cahya,

        untuk sedikit sentuhan personal saya kita tidak ada masalah, kadang saya juga melakukannya, walaupun akhirnya kembali ke default 😀

        Suka

  3. Sugeng

    Meski aku cuma memakai yang standar dari Gnome tapi aku juga sudah puas dengan tampilan nya dan sangat berbeda dengan windows. Mungkin kedepan nya aku akan mengexplorer dengan segala tampilan nya 😆 serta isinya karena sampai sekarang aplikasi yang ada masih asli bawaan nya.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    Suka

    1. Pak Sugeng,

      Apa mungkin masih trauma karena kehilangan berkas gambar dulu…, enaknya sih kalau mau aman belajar Linux, mesti pakai komputer tersendiri – IMHO.

      Suka

    1. Mas Is,
      Kalau dilihat-lihat Desktop Gnome saya juga standar saja 😀 – Saya juga pasang Cairo Dock (yang ada jamnya itu kan?), tapi entah mengapa saya rasa terlalu ribet, kurang sederhana, dan kurang "pas" dengan semangat yang diusung Gnome (lha, semangat apaan coba). Jadi saya memilih Avant Windows Navigator yang lebih sederhana, dan saya rasa tampilannya lebih cantik dan stabil untuk Gnome versi 2.30.

      Suka

      1. iskandaria

        Betul, cairo dock kurang simpel. Malah belakangan ini saya nonaktifkan. Oya, kabarnya versi terbaru Ubuntu menggunakan dekstop Unity. Namun kabarnya lagi masih kurang memuaskan dan ada yang bilang lebih bagus Gnome. Entahlah.

        Suka

        1. Mas Is,
          Saya belum memiliki prioritas aplikasi untuk dijalankan, jadi dock bisa membantu jika start menu terlalu sedikit memberikan ruang untuk aplikasi yang masih cukup banyak ingin dicicipi.
          Saya tidak tahu apakah Unity akan diterapkan atau tidak, lama tidak mengikuti perkembangan. Tapi kalau tidak salah kan Unity juga bisa dibilang anaknya "Gnome" karena dibangun dari Gnome versi 3, sementara OS berbasis Gnome saat ini ala Ubuntu, Mint, Fedora dan OpenSuse Gnome masih menggunakan standar Gnome versi 2.x (paling mentok 2.32 yang merupakan versi terakhir).
          Kalau saya lihat, Unity mungkin nanti akan mirip seperti yang ada di Jolicloud saat ini yang juga dikembangkan dari kerangka Ubuntu. Yah, kalau ada bolehlah nanti dicicipi sedikit.

          Suka

  4. ganda

    Ubuntu 10.10 saya juga masih standar. Saya sangat nyaman dengan defaultnya. Saat ini kustomisasi hanyalah wallpaper Windows 98 – windows kecintaan saya, cinta pertama tak lekang oleh waktu 😀 hahahaha…. Mungkin jika ada tema windows 98 untuk ubuntu, akan saya gunakan. D:

    Suka

    1. iskandaria

      @Ganda, saya beberapa tahun silam (sekitar taun 2000-an, waktu kuliah di kampus pertama saya) sempet juga ngerasain Windows '98. Rata-rata rental komputer waktu itu pakai Win '98 🙂 Disket juga masih jadi andalan waktu itu (flashdisk masih jadi barang mewah bin langka)..hahaha

      Suka

      1. ganda

        Itu adalah Windows jagoan saya. 😀 Kemaren siang saya gak sengaja ngeliat wallpaper berupa gugusan awan. Dari bentuknya saya teringat akan wallpaper default windows98. Langsung saya cari dan unduh. :d Sekarang sudah bertengger sebagai wallpaper default di ubuntu.

        Suka

    2. Mas Ganda,
      Ah ya Win98, mengingatkan saya zaman pertama kali mengenal komputer. Memasangnya saja masih pakai start-up disk di Floppy dulu. Saya sempat kelimpungan karena terbiasa dengan GUI XP sebelumnya, tidak tahu yang namanya perintah <code>format C:</code> untuk menyiapkan partisi. Tapi kalau mau tampilan Win98 kan bisa pakai Desktop iceWM kalau ndak salah Mas, bukannya Gnome – CMIIW.

      Suka

      1. ganda

        Hmm.. Saya membutuhlan library gnomenya juga Bli. Pengen sih, tapi tetap butuh lib gnomenya. 😀 Kalau bisa sih, semirip windows98. Hahahah..

        Suka

        1. Mas Ganda,

          Kalau semirip Windows XP seingat saya pernah ada, yang dibuat di Cina itu – rasanya baca di koran, tapi semirip Windows 98? Haiyaa…, pasang Wine terus install Win98 :D.

          Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.