Kebenaran

Pada suatu hari, ada seorang laki-laki yang sedang bergerak pelan menyusuri jalanan, tanpa melihat langit yang begitu indah, ia justru menyusuri sambil mengamati setapak yang ia lewati. Dan di kejauhan ia melihat sesuatu yang sangat menakjubkan. Ia pun berlari secepatnya menuju itu, memungutnya dan memandang pada hal yang luar biasa ini, ia berada dalam suka cita yang tak tergambarkan, karena hal itu juga luar biasa indahnya.

Jadi setelah memandang hal itu, laki-laki itu kemudian menyimpannya dengan baik-baik di dalam kantongnya. Tak jauh di belakang laki-laki tersebut, ada dua bayangan lagi yang juga menyusuri jalan yang sama.

Salah satu dari mereka berkata pada pada teman di sampingnya, “Apa yang sudah ia pungut itu? Tidakkah kamu lihat ekspresinya itu, wow…, itu sebuah kegembiran yang luar biasa hanya dengan memandang apa yang sudah ia pungut?

Dan kawannya pun – yang ternyata kebetulan adalah si iblis – menyahut, “Apa yang orang itu pungut adalah kebenaran.”

Orang pertama kembali berkata, “Wah Sobat, itu akan jadi urusan yang buruk dan jelek sekali buatmu karena orang itu telah menemukannya – menemukan kebenaran.”

Lalu sang iblis berkata, “Ah, tidak sama sekali Sob, justru aku akan membantunya guna mengelola kebenaran itu.”


Dan itulah apa yang telah kita lakukan – kita memiliki sistem-sistem, metode-metode, praktek-praktek para guru. Demikianlah juga sebuah batin yang menyelam ke dalam kealamian kebenaran mestilah bebas sepenuhnya dari segala pengejaran, praktek dan pendekatan yang terorganisir.

J. Krishnamurti 4th Public Talk New Delhi 20th December 1970

  Copyright secured by Digiprove © 2011 Cahya Legawa

Iklan

6 Comments

  1. kadang sesuatu yang benar di mata seseorang salah di mata orang lain, walaupun kebenaran bersifat umum, tapi tiap orang bisa mengartikan dengan caranya sendiri-sendiri. sekian. 🙂

    Suka

    Balas

  2. Sampai kapanpun nilai kebenaran itu akan bersifa universal, berlaku dimana saja, dan kepada siapa saja, tanpa memandang perbedaan…

    Suka

    Balas

  3. Ternyata kebenaran hanyalah sebuah persepsi. Apa yang kita anggap benar, dapat pula dimanipulasi pihak lain dan menjadi bumerang. Akan lebih baik lagi jika kita cukup rendah hati tuk menerima kebenaran yang hakiki, yang lagi-lagi merupakan sebuah persepsi…

    Kebenaran sejati, hanya milik Yang Haq.

    Suka

    Balas

  4. Kebenaran adalah hikmah yang hilang dan sebenarnya ia ada di mana-mana. Tinggal kepekaan nurani manusia sajalah yang menentukan. Asal manusia tersebut peka (reseptif) terhadap tanda-tanda alam dan kehidupan, kebenaran bisa ia dapatkan atau masuk dengan sendirinya ke dalam jiwanya 🙂

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.