Menambahkan Ubuntu pada GRUB OpenSuse

Jika setelah memasang Ubuntu 10.10 pada ruang kosong dilakukan secara benar, dan saat komputer dimulai ulang (rebooting) tidak muncul pilihan untuk memulai sistem Operasi Ubuntu, maka hal itu bisa jadi dikarenakan partisi aktif masih dipegang oleh OpenSuse 11.3 dan sayangnya walau OpenSuse mengenali partisi Ubuntu 10.10 tapi tidak akan dikaitkan dengan sendirinya.

Jadi pilihan untuk memulai Ubuntu perlu ditambahkan pada daftar boot loader milik OpenSuse. Ini agak sedikit rumit tapi sebenarnya sih tidak terlalu susah. Karena kita akan menggunakan kuasa setingkat admin (super user) di sini, maka menghindari kesalahan pengetikan perintah adalah hal yang mutlak.

Kita akan menggunakan jendela terminal di sini, jadi silakan buka jendela terminal yang ingin Anda gunakan (biasa sih menggunakan Gnome Terminal). Lalu ketik perintah berikut:

su

Maka Anda akan diminta memasukkan kata kunci (password) untuk akun super user, lanjutkan setelah Anda memasukkan password yang tepat. Dan kini terminal akan berjalan pada tingkat akses admin.

Lalu masukkan perintah berikut ini:

fdisk -l

Maka Anda akan mendapatkan gambaran diska yang tersedia. Berikut adalah gambaran yang ditampilkan pada terminal saya:

Disk /dev/sda: 250.1 GB, 250059350016 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 30401 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0xb310a2ac

Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System
/dev/sda1               1        1306    10485760    7  HPFS/NTFS
/dev/sda2            1306       15854   116854780    7  HPFS/NTFS
/dev/sda3           15854       23450    61020557    7  HPFS/NTFS
/dev/sda4           23451       30401    55825409    f  W95 Ext'd (LBA)
/dev/sda5           27352       27614     2103296   82  Linux swap / Solaris
/dev/sda6           27614       28770     9284608   83  Linux
/dev/sda7           28770       30401    13100032   83  Linux
/dev/sda8           23451       23700     1999872   82  Linux swap / Solaris
/dev/sda9   *       23700       27351    29332480   83  Linux

Partition table entries are not in disk order

Perhatikan partisi di atas, /dev/sda1 sampai /dev/sda3 adalah partisi primary milik Windows (yang di dalamnya terdapat sistem Windows Vista yang saya gunakan), sedangkan /dev/sda4 adalah partisi extended (perluasan) yang berisi sistem Linux. Nah partisi extended ini (/dev/sda4), terbagi ke dalam 5 partisi yang berbeda lagi:

  • /dev/sda5 adalah partisi berjenis SWAP milik OpenSuse
  • /dev/sda6 adalah partisi root (/ ) berjenis ext4 milik OpenSuse (yang merupakan partisi aktif dan dari sini GRUB diluncurkan saat boot).
  • /dev/sda7 adalah partisi pengguna (/home) berjenis ext4 juga milik OpenSuse
  • /dev/sda8 adalah partisi berjenis SWAP yang menjadi milik Ubuntu
  • /dev/sda9 adalah partisi root milik Ubuntu (di sini adalah lokasi GRUB2 milik Ubuntu)

Jadi kondisi saat ini adalah kita harus menambahkan daftar loader milik Ubuntu yang berada di /dev/sda9 ke dalam konfigurasi menu GRUB milik OpenSuse. Sehingga saat ini kita perlu memanggil dulu menu konfigurasi milik OpenSuse. Kembali ke terminal di atas, kita akan membuka sebuah berkas yang bernama menu.lst di dalam map GRUB dengan menggunakan penyunting teks (silakan menggunakan gedit atau nano, OpenSuse membawa gedit secara default seperti Windows membawa notepad – tapi tampaknya nano lebih mudah digunakan, jika Anda belum memiliki nano terpasang pada OpenSuse, silakan memasang dengan perintah: zypper in nano).

Untuk memanggil berkas tersebut dan membukanya dengan nano, ketik perintah berikut:

nano /boot/grub/menu.lst

Jika menggunakan gedit, cukup mengganti perintah di depannya menjadi:

gedit /boot/grub/menu.lst

Pilih salah satu yang Anda suka – tapi jangan gunakan kedua-duanya. Sebuah jendela akan terbuka (jendela nano atau gedit, tergantung yang Anda gunakan) dan berisi konfigurasi GRUB pada OpenSuse. Berhati-hatilah, kesalahan menyunting bisa menyebabkan Anda kehilangan setelan asli dan membuat Anda gagal membuka semua sistem operasi saat menghidupkan komputer. Tapi jangan khawatir, sekarang cukup perhatikan saja dulu semua yang ada di sana. Besarkan ukuran jendela anda sehingga lebih leluasa melihatnya. Pada jendela nano saya, saya mendapatkan konfigurasi sebagai berikut:

# Modified by YaST2. Last modification on Fri Jan 14 16:02:27 WIT 2011
# THIS FILE WILL BE PARTIALLY OVERWRITTEN by perl-Bootloader
# Configure custom boot parameters for updated kernels in /etc/sysconfig/bootloader

default 1
timeout 8
gfxmenu (hd0,5)/boot/message
##YaST - activate

###Don't change this comment - YaST2 identifier: Original name: windows 2###
title Vista
rootnoverify (hd0,1)
chainloader +1

###Don't change this comment - YaST2 identifier: Original name: linux###
title Desktop -- openSUSE 11.3 - 2.6.34.7-0.7
root (hd0,5)
kernel /boot/vmlinuz-2.6.34.7-0.7-desktop root=/dev/disk/by-id/ata-Hitachi_HTS542525K9SA00_080624BB6F00WDEGKBYG-part6 resume=/dev/disk/by-id/ata-Hitachi$
initrd /boot/initrd-2.6.34.7-0.7-desktop

###Don't change this comment - YaST2 identifier: Original name: failsafe###
title Failsafe -- openSUSE 11.3 - 2.6.34.7-0.7 (desktop)
root (hd0,5)
kernel /boot/vmlinuz-2.6.34.7-0.7-desktop root=/dev/disk/by-id/ata-Hitachi_HTS542525K9SA00_080624BB6F00WDEGKBYG-part6 showopts apm=off noresume nosmp ma$
initrd /boot/initrd-2.6.34.7-0.7-desktop

Perhatikan susunan konfigurasi di atas, memperlihatkan tiga opsi loading saat GRUB. Perhatikan pada judul/title masing-masing baris setelah kalimat “###don't change this comment” pertama adalah Windows Vista, kedua adalah OpenSuse, yang terakhir adalah OpenSuse/Failsafe. Nah, di sana tidak ada pilihan untuk Ubuntu, sehingga perlu ditambahkan baris baru. Caranya? Sederhana, salin tempel saja salah satu baris di atas dan letakkan pada bagian paling bawah, lalu parameternya disunting sesuai keperluan untuk memunculkan Ubuntu. Perhatikan langkah-langkah berikut untuk mendapatkan tiap-tiap parameter dengan tepat.

Pertama, “Original name”: Karena tidak ada pada awalnya, silakan Anda mengisi apa saja, tapi biasanya diisi dengan “none” (tanpa tanda kutip) yang menandakan bahwa baris tersebut aslinya tidak ada dan baru dibuat.

Kedua, “title”: Silakan Anda membuatnya sesuai keinginan juga, bisa dibuat “Ubuntu 10.10” (tanpa tanda kutip), ini menandakan bahwa baris itu saat muncul di layar Grub akan diberi judul “Ubuntu 10.10” yang membuat Anda bisa masuk ke sistem operasi tersebut.

Ketiga, “root”: Nah, Anda masih ingat bukan saat melihat tabel partisi di atas? Bahwa Grub2 Ubuntu terletak di /dev/sda9, dan kita akan meminta sistem untuk membaca ini. Lokasinya adalah “(hd0,8)” dibaca harddisk pertama (hd0) dan partisi ke sembilan (,8). Ini bisa berubah, jika adanya di /dev/sda7 maka lokasi akan menjadi “(hd0,6)“, kalau Anda menggunakan lebih dari satu HDD akan berbeda lagi penghitungannya. Coba perhatikan bahwa OpenSuse yang berada di /dev/sda6 memiliki root (hd0,5). Jadi pada kasus saya, saya akan menulis root (hd0,8) – dan ingat di sana digunakan koma bukan titik.

Keempat adalah “kernel”: Lokasi kernel Ubuntu berada di /boot tapi untuk melihat versinya, pertama Anda harus melakukan kait (mounting) /dev/sda9 ke OpenSuse agar bisa terbaca. Silakan lakukan sesuai cara anda, tapi yang paling mudah adalah dengan menggunakan Nautilus: Buka Nautilus, dan di sana (bagian kiri atas) Anda akan mendapatkan map file system lain di bawah file system milik OpenSuse, dan itu adalah file system milik Linux lainnya, dalam kasus ini Ubuntu. Klik untuk membuka file system tersebut, dan jendela password akan muncul, masukkan password dan file system akan dapat diakses (automatic mounting). Lalu buka map boot, dan kemudian di dalamnya akan ada beberapa berkas, dua di antaranya akan diawali dengan nama vmlinuz dan initrd. Nah, bagian kernel ini, salin nama berkas tersebut untuk menggantikan nama berkas vwlinuz milik OpenSuse pada salinan baris kedua yang kita buat.

Setelah berkas kernel ditentukan, maka ada lagi menentukan “root=” , Anda bisa menuliskan sebagai “root=/dev/sda9 ro quiet splash“. Jika ingin persis seperti parameter OpenSuse, maka Anda perlu melihat kode “disk by id“. Nah tapi di mana letaknya. Untuk memudahkan bukalah YaST Control Centre, kemudian pilih menu “Partitioner” yang akan membuka jendela “Expert Partitioner”, pilih bagian Linux (paling kanan atas, kemudian “Hard Disks”, lalu “/dev/sda9“, di sana ada “Device ID 1”, bisa menggunakan identitas tersebut untuk menyesuaikan.

Terakhir adalah menentukan “initrd”, sama seperti langkah keempat, maka kini gunakan identitas berkas yang namanya diawali “initrd” untuk mengganti (ingat bahwa kita masih menyunting baris kedua yang kita jadikan patokan).

Setelah selesai maka kita kita memiliki baris keempat yang merupakan pilihan untuk Ubuntu 10.10 pada saat loading GRUB OpenSuse 11.3. Tampilan yang saya dapatkan pada menu konfiguras tersebut tampak sebagai berikut:

# Modified by YaST2. Last modification on Fri Jan 14 16:02:27 WIT 2011
# THIS FILE WILL BE PARTIALLY OVERWRITTEN by perl-Bootloader
# Configure custom boot parameters for updated kernels in /etc/sysconfig/bootloader

default 1
timeout 8
gfxmenu (hd0,5)/boot/message
##YaST - activate

###Don't change this comment - YaST2 identifier: Original name: windows 2###
title Vista
rootnoverify (hd0,1)
chainloader +1

###Don't change this comment - YaST2 identifier: Original name: linux###
title Desktop -- openSUSE 11.3 - 2.6.34.7-0.7
root (hd0,5)
kernel /boot/vmlinuz-2.6.34.7-0.7-desktop root=/dev/disk/by-id/ata-Hitachi_HTS542525K9SA00_080624BB6F00WDEGKBYG-part6 resume=/dev/disk/by-id/ata-Hitachi$
initrd /boot/initrd-2.6.34.7-0.7-desktop

###Don't change this comment - YaST2 identifier: Original name: failsafe###
title Failsafe -- openSUSE 11.3 - 2.6.34.7-0.7 (desktop)
root (hd0,5)
kernel /boot/vmlinuz-2.6.34.7-0.7-desktop root=/dev/disk/by-id/ata-Hitachi_HTS542525K9SA00_080624BB6F00WDEGKBYG-part6 showopts apm=off noresume nosmp ma$
initrd /boot/initrd-2.6.34.7-0.7-desktop

###Don't change this comment - YasT2 identifier: Ubuntu 10.10###
title   Ubuntu 10.10, kernel 2.6.35-22-generic (/dev/sda9)
root    (hd0,8)
kernel  /boot/vmlinuz-2.6.35-22-generic root=/dev/sda9 ro quiet splash
initrd  /boot/initrd.img-2.6.35-22-generic

Simpan suntingan teks ini (jika menggunakan nano) dengan menekan “Ctrl+O”, lalu keluar dari penyunting teks dengan menekan kombinasi “Ctrl+X”. Lalu matikan semua jendela, dan mulai ulang (reboot) komputer anda. Jika semua berjalan baik, maka di GRUB OpenSuse akan tampak baris keempat yang digunakan untuk memilih login ke Ubuntu.

Ada beberapa isu yang mungkin terjadi. Ketika salah satu dari OpenSuse atau Ubuntu melakukan update kernel, maka mungkin Ubuntu tidak akan dikenali lagi. Silakan kembali menyunting parameter sesuai dengan kernel baru yang tersedia. Terima kasih untuk Bli Dani Iswara karena sudah bersedia menemai sampai larut malam untuk jadi guide step by step.

  Copyright secured by Digiprove © 2011 Cahya Legawa

Iklan

2 pemikiran pada “Menambahkan Ubuntu pada GRUB OpenSuse

    1. Ha ha…, maaf Pak, memang saya sendiri bingung – kalau ndak dibimbing Bli Dani pasti bingung juga mesti bagaimana :D.

      Tapi itu setelan dilakukan di OpenSuse, bukan di Ubuntu.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.