Percaya Dengan Ramalan Jodoh?

Pagi ini acara bersih-bersih agak memakan waktu, saya duduk sejenak melihat beberapa baris menarik. Pandangan saya tertuju pada salah satu tulisan tentang Lontar Tri Pramana – sebuah kitab (scroll) kuno tentang harmoni perjodohan yang digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat Bali. Saya sendiri tidak begitu peduli, tapi hei…, mengapa tidak, debu-debu di kamar juga belum turun, mari saya buka-buka sedikit gulungan tua ini.

Saya iseng menggunakan penghitungan otomatis, karena sudah malas mengutak-atik angka dan jalur astrologi tradisional. Saya membaca beberapa baris yang berbunyi…

Anda lahir pada Redite Wage Wariga, jumlah urip anda adalah 16. Sedangkan pasangan anda pada Soma Umanis Sungsang dan jumlah uripnya adalah 18. Berdasarkan ramalan perjodohan dari Lontar Tri Pramana, pasangan ini akan sering mengalami kesusahan.

Ha ha…, saya sendiri tidak bisa berhenti tertawa geli. Ramalan ini membuat saya tersenyum lebar pagi ini. Ya… ya…, belum berjodoh saja saya sudah mengalami banyak kesusahan, apalagi setelah berjodoh.

But should I told her…? Nah, no need. I would be useless, beside, life is a matter of facing our problems and troubles. Without it, human shall not find any clues about how to care each others.

Nah, sebenarnya apa sih yang sedang kita bahas?

Lontar

Hmm…, cukup sudah tentang ramalan jodoh pagi ini. Jika Anda tertarik menghitung primbon jodoh ala Bali ini, silakan mengunjungi halaman “Kecocokan Jodoh“.

10 respons untuk ‘Percaya Dengan Ramalan Jodoh?

  1. Gimana ya, memang sebaiknya jangan meramal deh, karena walaupun tidak percaya tapi kalau sudah mendengar hasil ramalan kita sedikit tidaknya bisa jadi terpengaruh.

    Suka

  2. Saya juga ndak deh. Lebih baik saya ndak punya clue sedikit pun tentang jodoh/nasib kehidupan cinta saya. Hehe! Biarlah itu jadi rahasia besar dalam hidup saya. Hehe!

    Suka

  3. dulu pernah coba-coba sih, tapi sekarang sih, udah gak mau lagi … kapok… :p , abisnya maksa sih, pokoknya harus jadi dan bagus hehhehe 😀

    Suka

  4. saya pribadi tidak percaya dengan segala macam jenis ramalan bli, apapun itu. karena saya masih sangat yakin dan percaya kalau jodo, rejeki lan pati ana ing ngarsanipun Gusti, bahwa jodoh, rejeki dn kematian ad di tangan Tuhan

    Suka

    1. Mas Alief,
      Bagaimana ya…, pekerjaan saya juga sedikit banyaknya masih berkait dengan "meramal", hanya saja dalam nama keren yang disebut "prognosis", membuat "prognosis" atau "ramalan medis" secara akurat adalah seni tersendiri :).

      Tapi kehidupan itu luas, banyak hal yang tidak dipahami manusia seperti kita. Salah satunya adalah masa depan. Ya, biarlah demikian, seperti yang Mas Alif sampaikan.

      Suka

        1. Nah, itu bisa juga sih. Saya hanya iseng, saat ingat dulu antara siaran televisi yang menyatakan "ramalan cuaca" atau "prakiraan cuaca" :).

          Suka

Komentar ditutup.