Jika Firefox sering Crash

Sebagai peramban dengan jumlah pengguna terbanyak di dunia saat ini, Mozilla Firefox sebenarnya sangat mumpuni dan fleksibel digunakan untuk pelbagai situasi. Selain itu komunitas Mozilla telah membangun Firefox sedemikian rupa menjadi peramban yang cukup stabil digunakan, bahkan pasca menjalani pelbagai tweaking oleh penggunanya. Sehingga jika Firefox sering crash seperti macet atau menutup dengan sendirinya, maka ada sesuatu yang salah di dalam sistem komputer itu sendiri.

Jangan serta merta menyalahkan peramban anda, apapun perambannya, maka kembali ke pengguna untuk memperkaya dan melakukan optimalisasi pada peramban itu.

Penyebab paling sering Firefox mengalami crash adalah adanya gangguan kompatibilitas atau kesesuaian, artinya saat menjalankan Firefox muncul ketidaksesuaian dengan sistem lainnya. Hal ini bisa berupa ketidaksesuaian dengan sistem komputer baik peranti keras maupun peranti lunak.

Saat Anda memasang Firefox atau memperbarui Firefox, pastikan bahwa peranti keras anda mendukung peramban terbaru yang Anda pasang. Jika Anda mencoba memasang Firefox terbaru pada sistem operasi di atas Windows XP dengan hanya mengandalkan RAM hingga 512 MB dan prosesor hingga 800 MHz, maka kemungkinan besar Firefox akan sering macet di tengah jalan. Jadi di sini ada masalah kompatibilitas dengan peranti keras komputer. Solusinya, perbarui peranti keras komputer anda.

Berikutnya adalah masalah kompatibilitas dengan pengaya (addons/plugins) yang digunakan. Pengaya tidak harus selalu mengalami masalah dengan peramban itu sendiri, namun kadang dengan pengaya lainnya. Ada beberapa cara untuk mengetahui bahwa pengaya adalah penyebab crash, misalnya dengan membaca “known issues” pada halaman pengaya yang Anda gunakan, atau dengan mencoba mematikan semua pengaya dan melihat apakah masih ada crash.

Beruntungnya mulai versi Firefox 3.6.4, sudah ada apa yang disebut plugin-container secara terpisah, walau hanya untuk beberapa jenis pengaya saja. Jika terjadi crash pada pengaya, maka hanya pengaya saja yang dimatikan dan peramban tidak ikut mati.

Pengaya yang berasal dari aplikasi lain juga potensial menimbulkan macet pada Firefox. Misalnya plugin dari VLC Media Player bisa jadi crash saat menampilkan media WMV. Yahoo! Application State juga menyebabkan hal serupa, dan biasanya pengaya yang bermasalah ini akan dinonaktifkan secara otomatis oleh Firefox. Namun Anda tetap sebaiknya mengecek apakah peranti lunak yang Anda gunakan menyisipkan pengaya atau tidak ke dalam peramban.

Sayangnya karena popularitasnya, Firefox lebih sering jadi target peranti jahat (malware) dibandingkan peramban lainnya. Kadang malware memasangkan plugin tertentu pada Firefox, dan dapat memicu crash. Untuk hal ini, pastikan Anda menggunakan antivirus dengan kemampuan menangani peranti jahat dengan baik. Dan penting juga untuk menggunakan Windows Genuine (bukan bajakan) sehingga perlindungan bisa maksimal.

Tapi kadang justru peranti lunak lain, termasuk antivirus berpotensi menimbulkan crash, ini bisa jadi karena pelbagai bug yang mungkin muncul selama proses pengembangan peranti lunak. Solusinya adalah memastikan peranti lunak diperbarui secara berkala untuk menyingkirkan bug yang ada.

Jika Firefox sering crash saat mengunduh berkas dari Internet, maka cobalah untuk menghapus riwayat unduhan (download history). Untuk Firefox 2.x ke bawah, Anda mungkin perlu keluar dari Firefox dan menghapus berkas “download.rdf” yang ada di map profil Firefox. Untuk keterangan lebih lanjut silakan membaca: Tidak dapat mengunduh atau menyimpan berkas.

Jika Firefox crash saat baru dimulai, ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Di antaranya adalah kehilangan system fonts pada Windows. Untuk masalah ini, coba jalankan System File Checker untuk memulihkan fonta yang hilang. Versi lawas Google Desktop juga bisa menyebabkan masalah ini, solusinya adalah dengan membuang Google Desktop. Atau bisa juga karena peranti jahat.

Jika Firefox crash saat ditutup, salah satu penyebab yang mungkin adalah Google Web Accelerator. Silakan buang program ini jika ini adalah penyebabnya.

Tentunya Anda juga bisa meminta bantuan jika Firefox mengalami crash, karenanya penting untuk melaporkan setiap crash yang terjadi pada peramban anda.

Caranya:

  • Buka Firefox, dan di bagian bar alamat, alamatkan ke about:crashes. Maka sebuah halaman yang berisi laporan crash anda akan ditampilkan.
  • Pilih laporan crash yang Anda kehendaki melalui pranala pada Report ID.
  • Anda kemudian akan dialihkan ke halaman crash-stats.mozilla.com, dan menginformasikan “Your report is being processed”. Ketika usai, maka Anda akan mendapatkan “crash signature”.
  • Di pojok kanan atas halaman, klik ikon “Search Mozilla Support for Help” untuk menemukan artikel yang sesuai dengan “crash signature” yang ada.
  • Jika Anda ingin mengajukan pertanyaan tentang crash yang Anda alami, penting menyertakan “crash signature” di dalamnya, baik di dalam forum ataupun live chat.

Saya menulis ini berdasarkan dokumentasi & panduan untuk “Firefox Crashes” yang ada di mozillaZine dan Firefox Help. Anda dapat merujuk pada halaman tersebut untuk mendapatkan panduan lebih lengkapnya.

Jika Anda tidak juga dapat menemukan solusi yang tepat, maka untuk tetap menjaga kenyamanan berinternet, saya sarankan menggunakan peramban alternatif lainnya, seperti Google Chrome, Safari atau Opera Web Browser.

Iklan

5 pemikiran pada “Jika Firefox sering Crash

  1. septianw

    yang paling jelas, mozilla firefox lebih baik untuk browsing banyak site sekaligus. kalo browsing dikit site, chrome lebih ngirit RAM daripada firefox.

    Suka

    1. Chrome karena menggunakan mesin independen pada masing-masing tab jadi mungkin lebih boros sumber daya jika membuka banyak tab, tapi sisi baiknya jika salah satu tab crash, maka yang lain tidak ikut crash. Ya, ada untung dan ruginya sih :).

      Suka

  2. iskandaria

    Belakangan ini, peramban Chromium untuk Ubuntu seringkali terjadi bug sehingga dalam hitungan dua minggu saja, sudah beberapa kali dilakukan pembaruan versi (walau masih beta).

    Mengenai firefox, ah, saya sudah sangat jarang menggunakannya. Sesekali saja saya pakai ketika Chrome bermasalah. Saya sudah punya sih versi 4 beta 11-nya yang dinamakan Minefield (logonya aja beda banget dengan logo asli Firefox).

    Cuma untuk versi beta tersebut, banyak add-ons yang tidak support. Tapi saya penasaran sekali dengan rilis resmi Firefox 4 nantinya 😛

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.