Nostalgia Blog Lama

Pagi ini saya menyiapkan beberapa berkas untuk digunakan minggu ini, rasanya seperti bekejar-kejaran saja. Dari salah satu arsip tersebut, saya jadi teringat blog lama saya, salah satu blog pertama yang saya kelola. Rasanya sudah lama sekali tidak saya kunjungi, karena seluruh isinya sudah dipindahkan ke blog ini dan tidak diperbarui lagi.

Tapi saya masih suka melihat tema yang digunakan, sayang ukuran fonta yang digunakan masih kecil. Masa-masa itu, masih masa sekadar menulis, belum begitu tertarik dengan konsep-konsep seperti readabiliti (keterbacaan) sebuah blog.

Masih berkutat dengan mesin blog “Blogspot”, dan saya masih ingat saat membuatnya “Blogger” masih berdiri sendiri dan belum diakuisisi oleh Google. Bentuk blog yang masih standar, satu sisi untuk konten, dan sisi lainnya adalah bilah sisi dengan pelbagai widget.

Sistem komentar saya yang gunakan adalah ECHO, cukup untuk mencegah spam selama blog ditinggalkan, sistem komentar yang sama yang digunakan oleh perusahaan besar seperti Discovery Channel News. Ha ha…, rasanya keberatan sistem komentar untuk sebuah blog yang mungil.

Tulisan terakhir di sana sekitar setahun yang lalu, tepat pada masa-masa transisi pemindahan blog dan pembuatan domain baru. Benar-benar bernostalgia.

Iklan

4 pemikiran pada “Nostalgia Blog Lama

  1. hehehe, buat orang yang ingin ngeblog dengan serius memperhatikan isi, rasanya platform blogspot udah gak cocok lagi ya. terus terang saya agak malas membuka blog orang yg pakai blogspot. kesan pertama saya: blogspot penuh dengan adsense, banner, dan yang berat-berat lainnya. belum lagi tampilannya yang sering 4L4y. hehe. apa itu diskriminasi ya?

    oh iya, 'font' bahasa Indonesianya 'fonta' ya? baru tau 😀

    Suka

    1. Indobrad
      Entahlah, saya cukup senang dengan semua platform blog yang ada saat ini. Asal desainnya elok untuk dilihat, maka menghadirkan konten pun akan menjadi menarik. Kadang untuk tema bergaya "Grunge", saya lebih suka menggunakan Blogspot, kalau temanya bertipe "Elegant" saya lebih suka di WordPress, kalau memilih tema "Simple" maka saya suka "Tumblr". He he…, sama saja sih sebenarnya.

      Nah, itu sih kembali pada masing-masing pengelola blog masalah bahasa. Hmm…, kata "fonta" sudah ada sejak lama, hanya saja bukan kata baku sebagai terjemahan "font", hanya guna membedakan dari asal kata asing aslinya, kalau "huruf" disejajarkan dengan "letter", kalau "fonta" disejajarkan dengan "font". CMIIW.

      Suka

  2. Pipizizy

    Saya masih sering beberapa kali baca blog lama di friendster dan blogspot.
    Tapi duluuuuuuuu sekali ada blog saya yang lama, sudah hilang… ah menyesal juga telah menghapusnya.
    Wah ga seru nih komentarnya kok ga bisa komen pake LINK pribadi ya…. gak bisa dapat backlink dong…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.