Bermigrasi Mesin Telusur Bing

Selama bertahun-tahun saya telah menggunakan Google sebagai mesin telusur andalan, dan sampai saat ini saya tidak meragukan keampuhan mesin pencari yang satu ini yang bisa dikatakan sudah menjadi raja di bidang mesin telusur. Namun ada beberapa hal yang setahun belakangan ini kurang saya sukai dari hasil pencarian Google, hal-hal yang bersifat seperti “kesukaan” (preference) dalam pencarian menjadi agak tidak nyaman dengan Google – dan saya tidak menutup kemungkinan hal ini dikarenakan kekurangmampuan saya dalam mengolahnya. Sehingga menimbulkan kesan pengalaman pengguna yang agak kurang memuaskan.

Saya sebenarnya suka menelusuri artikel dalam bahasa Indonesia, namun sayangnya – kebanyakan artikel dalam bahasa Indonesia telah ditembak dengan menggunakan “susuk” SEO oleh para kultusnya. Bahkan untuk yang berbahasa asing juga demikian.

Saya tidak tahu bagaimana setelan Google mengenal peramban dan penggunanya, misalnya saya mencoba di semua peramban baik dengan pelokalan atau tidak, baik dengan akun aktif ataupun tidak – Google selalu menampilkan layanan bahasa Indonesia (co.id).

Jika saya mencoba mengetik kata umum, seperti “herbal” maka hasil antara opsi “web”, “laman dari Indonesia” ataupun “laman berbahasa asing yang telah diterjemahkan” akan berisi urutan panjang dari situs yang menembak peramban dengan kemampuan SEO-nya. Saya rasa itu informatif, dan bukan kesalahan informasi – namun bukan itu yang saya cari, atau yang saya ingin temukan.

Untuk keperluan penelusuran sumber-sumber ilmiah, terutama yang berkaitan dengan profesi saya, Google sering kali “terpleset” mengejawantahkan apa yang saya ingin & maksudkan.

Lalu sebagai alternatifnya, kurang dari setahun terakhir secara bertahap dan intensif seminggu ini, saya menjajal mesin telusur “Bing” keluaran Microsoft yang menciptakan sistem operasi Windows tersebut.

Misalnya saya mencoba hal yang sama dengan kata kunci yang sama, hasilnya memang tidak berbeda dengan Google – tidak jauh berbeda, hanya saja secara aslinya “web” pada Bing menunjukkan hasil dari penelusuran secara internasional dan bukan lokal ala Google. Namun tentu saja ada beberapa sumber yang saya memang hendak temukan, sumber yang memang saya cari.

Bing

Saya pun sudah melakukan beberapa percobaan, mengelola dan melacak beberapa penelusuran yang saya “memang” perlukan. Dan saya sampai pada simpulan saat ini, Bing adalah mesin telusur yang pas untuk saya.

Nah, harap diperhatikan, bahwa pas untuk saya belum berarti pas untuk Anda. Mesin telusur adalah tentang pengayaan, pemberdayaan dan aspek kesukaan. I don’t dislike Google, but I prefer the Bing’s results. Pola pencarian dan sistem navigasinya lebih sesuai (atau lebih ergonomis) bagi saya – dan sekali lagi belum tentu sama halnya dengan orang lain.

Jadi selain peramban asli saya yang sejak setahun ini juga sudah beralih dari Firefox menuju Opera, maka kini mesin telusur utama saya telah beralih dari Google menuju Bing.

Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa tidak mencoba Yahoo juga? Ah ya, bagi yang belum tahu, mungkin bisa dikatakan usia mesin telusur Yahoo yang kita kenal hanya tinggal setahun lagi, demikian direncanakan. Awal tahun 2012, mesin telusur Yahoo akan dipersenjatai langsung oleh Bing, sebuah kerja sama antara Yahoo & Microsoft. Sedangkan mesin telusur Yahoo dengan algoritma khusus kemungkinan bisa diperoleh dalam edisi berbayar, namun saya tidak terlalu mengikuti beritanya. Sehingga jangan lupa, Yahoo Site Explorer juga akan digabung dengan Bing Webmaster Center.

Jadi, apa Anda sudah menilik ulang keperluan mesin telusur anda, dan apa yang menjadi pilihan anda?

Iklan

11 pemikiran pada “Bermigrasi Mesin Telusur Bing

  1. Hendro

    Sekarang pun saya pakai bing, itu berjalan sudah sebulan lebih. Dan saya lebih puas hasilnya dengan bing, karena dengan mencari di google saya sering kecewa terutama alert. Apalagi yang auto kontent, ada lagi yang hanya iklan saja bahkan tidak terlihat. Namun memang mengoptimasi bing, susah untuk blog kita.

    Yah.. sedikit berbeda, karena google terus aku jadi bosan, lebih simple bing untuk pencarian terutama untuk pencarian dengan bahasa inggris.

    Suka

    1. Salah satu yang tidak saya pahami adalah, dengan begitu banyaknya pengaduan tentang situs bermasalah – semisal autogenerated site kepada Google, namun tetap saja Google tidak mengambil tindakan walau sudah bertahun-tahun dan jumlah pengaduan yang makin banyak.

      Kalau sisi auto generated content bisa dibabat oleh Google, mungkin ini salah satu langkah maju yang saya harapkan.

      Suka

  2. iskandaria

    Sepertinya tulisan ini lebih bijak dan objektif daripada tulisan saya yang terkesan terlalu emosional dan kurang objektif. Ya, semuanya kembali lagi pada kebutuhan pengguna. Mungkin kebutuhan pencarian informasi mas Cahya jauh berbeda dengan saya. Kalau saya lebih sering menggunakan kata kunci berbahasa Indonesia atau gabungan dengan bahasa Inggris. Saya juga jarang sekali menggunakan kata kunci yang terlalu umum atau general (misalnya hanya satu kata). Saya terbiasa menggunakan kata kunci spesifik (lebih dari satu kata).

    Sejauh ini, saya lebih puas dengan hasil pencarian google dengan kebiasaan saya di atas. Kalau kebutuhan dan kebiasaan saya berubah, mungkin Bing akan menjadi solusi yang pas bagi saya 🙂

    Suka

  3. Karena sudah menjadi pembiasaan ya mas, jadi mayoritas tetap menggunakan Google. Saya kemarin sempat membaca tapi lupa di blog mana Google akan segera melakukan percobaan algoritma barunya.. Mas Alwi juga prnah membahasnya

    font di form komen nya kok kecil banget ya mas..

    Suka

      1. Iya kebaca kok mas tapi saya zoom, hehe…

        Semoga algoritma barunya ini bisa lebih obyektif mana tulisan original dan bermanfaat dan mana yang abal2… jadi karya orang semakin dihargai….

        Suka

  4. …..saya sama sekali belom pernah nyoba Bing. Tapi, setelah saya baca posting-an Mas Cahya yang AGC, saya pikir saya juga sering kena seperti itu. 😦 Jadi, gak ada salahnya saya nyoba Bing. 😉

    Suka

    1. Bing belum memiliki kustomasi pencarian dalam bahasa Indonesia, jadi untuk mencari artikel dalam bahasa kita, mungkin akan lebih perlu mengandalkan sintaksis dibandingkan dengan Google.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.