Infeksi Skabies

Infeksi skabies masih cukup umum di area kita, terutama di daerah yang padat hunian dan/atau sanitasi yang kurang mencukupi. Beberapa orang menyebutnya kudis secara umum, atau juga gudig. Skabies berupa gatal-gatal pada kulit – dan sangat menular – yang disebabkan oleh tungau gatal: Sarcoptes scabei var humanus. Mereka sangat kecil, ukurannya hanya 1/3 milimeter (panjang), dan tertanam di bawah permukaan kulit, proses tungau ini menggali terowongannya di bawah kulit menimbulkan gatal yang luar biasa – terutama pada malam hari.

Tungau yang “datang” pertama kali adalah betina yang berukuran 0,3 mm – 0,4 mm (sedangkan jantan biasanya berukuran separuhnya). Tungau ini dapat diamati dengan menggunakan surya kanta atau mikroskop. Sebenarnya tidak hanya di Indonesia, namun infeksi skabies juga melanda seluruh dunia.

Bagaimana Anda bisa tertular?

Kontak kulit secara langsung adalah salah satu modus penularannya. Tungau ini sangat sensitif dengan lingkungannya. Mereka hanya dapat bertahan hidup di luar tubuh inang selama 24-36 jam di bawah kondisi tertentu. Penularan kadang walau sulit, namun bukan tidak mungkin terjadi, tertular skabies melalui jabat tangan, meminjamkan jas (sandang) anda pada seseorang yang terinfeksi, atau bahkan berbagi selimut atau alas tidur yang terdapat tungau.

Modus penularan lain yang cukup umum adalah melalui kontak seksual, terutama pada mereka yang sudah berkeluarga, atau remaja/dewasa yang melakukan hubungan seks dengan pasangan mereka yang terinfeksi. Sehingga skabies juga digolongkan ke dalam “Penyakit Menular Seksual”. Namun kadang-kadang hal yang lebih sederhana dapat menularkannya pada anggota keluarga lainnya, seperti pelukan atau pangkuan. Seiring berjalannya waktu, sahabat dekat atau keluarga lainnya dapat tertular dengan cara ini juga.

Dapatkah tertular dari anjung atau kucing?

Anjing & kucing terinfeksi oleh jenis tungau yang lain dari yang menginfeksi manusia. Sehingga anjing & kuncing bukanlah sumber penularan skabies.

Bagaimana penampilan, tanda & gejala skabies?

Skabies memberikan penampilan ruam kulit yang berupa benjolan-benjolan dan lepuhan merah kecil, terdapat pada area-area tubuh tertentu. Skabies biasanya melibatkan sela-sela jari, pergelangan tangan, punggung siku, lutut, pinggang, sekitar umbilikus, lipatan ketiak, sekitar puting susu, sisi dan punggung kaki, area genital dan pantat. Gundukan (dalam istilah medisnya papula) bisa terisi oleh jendalan kering darah (krusta), dan tidak tiap benjolan berisi tungau. Jika yang terinfeksi adalah orang dewasa sehat, mungkin tidak akan ditemukan lebih dari 10-15 tungau hidup meski ada ratusan benjolan dan bintil.

Ruam skabies bisa terlihat pada kepala, wajah, leher, telapak tangan, dan telapak kaki pada bayi dan anak-anak kecil, namun biasanya tidak ditemukan pada orang dewasa.

Dalam buku teks kedokteran, sering disebutkan bahwa salah satu penampilan khas skabies adalah adanya gambaran liang atau terowongan yang dibuat oleh tungau ini di bawah permukaan kulit. Penampilannya seperti gambaran benang tipis dan pendek, mulai dari 2 mm – 15 mm, yang muncul di permukaan kulit seperti garis abu-abu, coklat, atau merah tipis. Liang ini lumayan agak sulit dilihat dan ditemukan tanpa ketelitian, sering kali sulit dibedakan oleh bekas garukan, dan tentu saja jika digaruk liang ini kemungkinan akan hancur.

Penting untuk dicatat bahwa gejala mungkin tidak muncul sampai dua bulan setelah terserang dengan tungau skabies. Meskipun gejala tidak muncul, orang yang terserang masih bisa menyebarkan skabies selama masa ini. Bila gejala berkembang, gatal-gatal adalah gejala yang paling umum dari skabies. Gatal skabies terasa parah dan tak kenal ampun. Gatal ini biasanya memburuk di malam hari. Untuk minggu pertama, gatal tidak terlalu mencolok. Kemudian secara bertahap menjadi lebih hebat sampai, setelah satu atau dua bulan, tidur menjadi hampir mustahil.

Apa yang membuat gatal dari skabies khas adalah kualitasnya yang tak kenal henti, setidaknya setelah beberapa minggu. Kondisi kulit lain gatal – eksim, gatal-gatal, dan sebagainya – cenderung menghasilkan gejala yang menutupi dan berkurang. Jenis gatal bisa membuat orang jatuh tertidur di malam hari untuk sementara sedikit, tapi mereka jarang mencegah penderita tertidur atau terbangun di tengah malam.

Bagaimana terapi skabies?

Terapi skabies umumnya meliputi penggunaan (peresepan) obat-obatan skabisida, beberapa obat memiliki efek yang lumayan kuat dan ketersediaan berbeda-beda di pelbagai wilayah. Anda bisa jadi memerlukan peresepan secara tepat oleh dokter untuk membantu mengatasi infeksi skabies.

  1. Permethrin adalah pembunuh tungau yang lumayan banyak tersedia saat ini. Krim ini dioleskan mulai dari leher ke bawah, biarkan selama satu malam, kemudian dicuci bersih. Krim ini (hanya) boleh diulangi satu minggu kemudian jika dinilai infeksi belum tuntas.
  2. Alternatif lain adalah Lindane, lotio 1% atau krim. Penggunaannya juga dari leher ke bawah, dan cuci bersih setelah kurang lebih 8 jam. Karena sifatnya yang diserap melalui kulit dan dapat mengakibatkan kejang, maka penggunaan Lindane sangat ketat, dan sebaiknya tidak digunakan pada kulit yang teriritasi (terkena penyakit kulit) atau basah (misalnya setelah mandi), tidak juga disarankan pemakaiannya pada wanita hamil/menyusui, manula, anak-anak di bawah 2 tahun.

Tindakan lain termasuk mencuci sandang dan perlengkapan lain seperti seprei, selimut dan lain sebagainya dengan air panas. Jangan lupa merawat/mengobati juga pasangan dan anggota keluarga lain yang terinfeksi skabies, sehingga jalur penularan dapat diputus. Gejala gatal yang muncul akan berkurang jika pengobatan berhasil, tanda-tandanya akan menghilang beberapa hari kemudian. Dalam dua minggu, perbaikan akan sangat signifikan, namun jika tidak terjadi perbaikan, maka diagnosa skabies bisa jadi harus dipertanyakan.

Skabies bisa dengan mudah didiagnosa secara keliru (sebagai kondisi lain) karena bentol kecil yang muncul sangat mirip seperti sengatan serangga atau nyamuk. Namun seiring berjalannya waktu, infeksi skabies akan semakin memunculkan kekhasannya, dan jika tidak diterapi dengan tepat bisa menimbulkan komplikasi.

Komplikasi skabies bisa muncul karena luka garukan pada permukaan kulit yang menyebabkan bakteri bisa masuk dan menimbulkan infeksi serta peradangan.

Beberapa bacaan untuk mengenal skabies lebih jauh di antaranya:

  1. Scabies | Wikipedia (Bahasa Inggris)
  2. Scabies | Medicine Net (Bahasa Inggris)
  3. Parasites – Scabies | CDC (Bahasa Inggris)
  4. Skabies: Kulit Gatal Bikin Sebal | CakMoki Blog (Bahasa Indonesia)
  5. Skabies | dr. Noviana (Bahasa Indonesia)
  6. Mencegah Serangan Kutu Air (Skabies) | (Bahasa Indonesia)

Sumber gambar:

  1. Lindane.com
  2. Healthtree.com
Iklan

3 thoughts on “Infeksi Skabies

  1. saya sekeluarga kena penyakit scabies nicg dah lebih 3bln dah berobat kemana-mana bingung bgt nih, kasian bgt baby ku solusinya donk

    Suka

    1. Bu Siti, standar terapi Skabies di Indonesia di mana-mana saya rasa sama. Namun perlu diperhatikan apakah kutu (Sarcoptes Scabei) yang menjadi sumber infeksi skabies masih ada di lingkungan rumah atau tidak. Jika masih ada, meski anggota keluarga sudah diobati, akan besar kemungkinan terinfeksi lagi oleh kutu yang masih berkeliaran di sekitar tempat tinggal ataupun tempat yang sering dikunjungi.

      Jika saya bisa sarankan, lingkungan sebaiknya dibersihkan dari kutu ini, yaitu benda-benda yang mudah melekat dengan badan (pakaian, sprei dan lain lainnya) “dibersihkan” dari kutu dengan cara dicuci dengan air panas. Sedangkan kasur, sofa, karpet dan sebagainya bisa dijemur di bawah terik matahari secara berkala.

      Barang-barang yang mungkin sulit dicuci, seperti boneka atau mainan anak, bungkus rapat-rapat dengan plastik, setidaknya selama minimal 3 hari – kutu Sarcoptes Scabei tidak bisa bertahan hidup di luar inang lebih lama dari itu. Jika memiliki penyedot debu (vacuum cleaner), itu akan sangat membantu membersihkan rumah dari kutu ini.

      Mandi menggunakan sabun kesehatan dengan bersih, gunakan handuk yang bersih dan jangan lupa pakaian yang digunakan juga pakaian bersih. Dan cuci segera pakaian keluarga yang kotor, jangan biarkan menumpuk.

      Dengan ini kita membantu membersihkan lingkungan rumah dari kutu, sedangkan untuk pengobatannya, silakan kunjungi dokter atau puskesmas terdekat. Untuk menghilangkan skabies sama sekali, faktor terapi medis dan higienitas lingkungan tidak bisa dipisahkan, atau terapi akan gagal.

      Semoga membantu.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s