Di Tanah Asing

Bagi yang sudah lama mengikuti tulisan-tulisan di sini, mungkin sudah mengetahui bahwa saya menyukai hewan peliharaan seperti anjing & kucing. Saya jadi suka pelbagai ras yang ada, misalnya seperti anjing, saya harap saya bisa memelihara seekor St. Bernard – dan mungkin saja akan ada adegan-adegan konyol ala film keluarga Beethoven, tapi itu tentunya akan membebani kemampuan moneter kami.

Hanya kadang saya tidak begitu memahami, mungkin karena proses domestikasi anjing-anjing rasa secara global sehingga banyak dijumpai anjing-anjing dari ras-ras yang bahkan tidak berasal dari area tropis di negeri ini. Katakan saja saat ini di tempat saya ada dua ekor Siberian Husky (yang walau pun hanya singgah sesaat), tapi mereka sama sekali bukan ras yang berasal dari negeri di mana matahari bersinar sepanjang tahun dengan panasnya.

Anda mungkin tahu Siberian Husky seperti yang ada di pelbagai film Holywood sebagai sekelompok anjing penarik kereta salju. Jika Anda pernah menonton film animasi Balto (yang tokoh utamanya karakter fabel separuh anjing separuh serigala, tidak mirip dengan anjing dalam kisah nyatanya di tahun 1925), maka di situ ada tokoh fabel Steele yang merupakan seekor Siberian Husky. Jika dilihat dari analisis DNA, mungkin si Husky ini termasuk salah satu anjing ras peranakan yang paling tua dalam sejarah peradaban manusia. Setidaknya sifatnya masih mirip seperti serigala, karena suaranya lebih terdengar seperti lolongan daripada gonggongan.

Dari pengamatan saya, mungkin seekor Husky memang biasanya hidup dalam kelompok meski dipelihara dengan baik oleh pemiliknya. Karena mereka tipe pekerja dan penarik kereta salju yang tidak mungkin tinggal sendiri, dan mesti selalu dekat dengan majikannya karena tipe pekerjaan yang dijalani bersama-sama dengan majikannya. Itu mengapa anjing tipe ini memerlukan kedekatan yang lebih, karena ia tipe yang sangat sosial, dan mungkin dari sisi psikologis sangat manja.

Jika dirawat dengan baik, katanya sih bisa hidup hingga usia 12 sampai 15 tahun. Jika Anda saat ini berusia 25 tahun, maka ia paling lama kemungkinan akan menemani Anda hingga usia 40 tahun. Tapi entahlah jika di negara tropis seperti Indonesia yang bukan habitat aslinya, karena jenis peranakan ini lumayan rentan terhadap beberapa defek genetis, seperti kejang dan kerusakan pada mata (bisa katarak lebih awal, kerusakan kornea dan atrofi retina).

Siberian Husky

Jika memang ingin bersungguh-sungguh memiliki seekor Husky, saya rasa pemiliknya mestilah harus memberikan perhatian lebih. Mereka mudah terkena stres, dan sulit makan jika tidak diperhatikan dengan baik. Namun saya rasa tidak ada salahnya memelihara ras ini, legenda mereka setelah menyelamatkan kota kecil Nome di tahun 1925 yang terancam epidemi dipteri sudah sangat melegenda, menempuh jalur bersalju sejauh 1.000 km dalam 5,5 hari, mereka sangat terkenal di masa-masa itu, namun sekarang mungkin nyaris punah sejak munculnya pesawat udara dan kendaraan salju yang menggantikan pekerjaan mereka.

Saya rasa mereka akan pensiun dari penarik beban di atas salju, dan menghabiskan sisa waktunya (baca: eranya) berlibur di kepulauan tropis di tanah yang asing. Dan saya tetap ingatkan, bagi para pemilik Husky agar selalu memantau kesehatan hewan yang satu ini.

Iklan

9 pemikiran pada “Di Tanah Asing

    1. Mas Riyadi, memang ada sih tampilan mobile tapi seharusnya tidak tampak pada peramban PC. Ini saya pakai Chromium di Linux, dan sepertinya tidak ada masalah Mas. Jadi saya kurang paham masalahnya di mana.

      Suka

  1. rismaka

    Saya juga sebenarnya suka baik anjing maupun kucing. Tidak cuma itu, hewan-hewan lainnya, kalau lucu dan tidak berbahaya pun mungkin akan saya pelihara.

    Cuma satu yang menahan saya untuk memelihara anjing, yaitu agama yang saya anut melarang utk memelihara anjing. Bila tidak haram (bagi saya) mungkin hewan pertama yg akan saya pelihara adlah anjing 🙂

    Owh iya, mas, saya kok tidak pernah melihat kucing bebas berkeliaran di bali ya? Atau populasinya sudah menurun gara2 banyak anjing?

    Suka

    1. Mas Ris, kalau terkait masalah kaidah dan akidah agama, saya akan kembalikan pada masing-masing individu 🙂 – Di Bali masih banyak kok kucing, hanya saja memang sepertinya sekarang sudah tidak banyak yang memeliharanya. Lebih banyak kucing-kucing yang liar sih Mas.

      Suka

  2. Fadel Muhammad

    Kalau saya suka semua keturunan Kucing sampe Kucing Besar "Harimau (Apalagi Habitat Harimau sudah sanagt berkurang dari 1 Abad yang lalu)" Kalau kagat gigit saya pelihara dirumah walaupun besar.

    Suka

  3. Lyliana Tia

    Nice post… Jadi inget sedihkan kehilangan kucing kesayangan, padahal udah dirawat inap di drh.. Sepertinya penyebabnya infeksi nematoda atau sejenisnya, aku lupa.. Mungkin karena aku yang kadang2 lalai, jadi sedih.. Ohya, salam kenal ya.. Udah lulus belom..? Apa lagi ko-as? Good luck yah..

    Suka

  4. anjing memang terkenal sangat setia kepada tuannya, ada satu film yang mengharukan tentang persahabatan antara anjing dengan manusia yaitu hachiko yang dibintangi oleh richard gere

    Suka

  5. Saiia suka kucing juga Bli.. Ato sbenernya sih hewan peliharaan apapun yang bulunya lebat. Karena ngga dibolehin melihara kucing apalagi anjing, sekarang saiia beralih ke hamster, dari negeri sebrang juga toh 😛

    *korbanHamtaro

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.