Tanpa Sastra

Napas panjang saya hembuskan beberapa kali sambil tersenyum geli. Saya mungkin mengerti dari mana pertanyaan itu berasal, karena biasanya Bhyllabus ini memiliki kolom sastra-nya sendiri. Tapi karena beberapa hal, saya sudah lama tidak mengisi kolom tersebut – katakanlah salah satunya karena tidak berbakat, ha ha…, tapi ya memang begitulah adanya.

Ada beberapa proyek yang memang hendak saya lanjutkan di sini, tapi beberapa lainnya tidak lagi. Bagi yang pernah membaca “Bersajak Di Kaki Langit” tentu mengerti maksudnya, sejak itu terbit saya tidak melanjutkan kolom khusus itu lagi. Nah, biarkan saja demikian. Dan karena ini ocehan yang tidak penting, saya tidak akan membuka borang tanggapan.

Iklan