Alat Pengembang pada Internet Explorer 9

Hal yang cukup menarik dan memudahkan pada Internet Explorer 9 adalah adanya alat pengembang yang cukup sederhana untuk digunakan. Tentu saja, meski saya bukan seorang web developer pun juga bukan web designer, tentunya saya juga perlu alat pengembang sederhana untuk melihat kerangka desain blog yang saya gunakan. Saya tidak begitu tertarik dengan pengembangan dan desain web, namun jika membiarkan blog saya sendiri menjadi tidak terbaca dan tidak dapat diakses dengan baik, itu kan saya saja sia-sia membuat sebuah blog.

Karena itu pada masing-masing peramban yang saya gunakan, setidaknya ada sebuah alat pengembang yang bisa saya gunakan untuk mengintip markah-markah di balik desain sebuah web. Jika ada masalah, setidaknya saya bisa tahu bagian mana yang bermasalah, meski kemudian penyelesaian masalah belum tentu bisa dilakukan.

Peramban terbaru Internet Explorer 9 saya temukan memiliki sebuah alat pengembang yang cukup sederhana, mengingatkan saya pada Opera Dragonfly yang unik itu. Karena saya terbiasa mengintip markah dengan menggunakan Opera Dragonfly, maka penggunaan alat pengembang milik Internet Explorer 9 tidaklah sulit. Bahkan fitur ini mudah diakses, hanya melalui tombol F12 saja.

Coba lihat tampilan alat pengembang milik Internet Explorer 9 berikut ini:

Alat Pengembang Internet Explorer 9

Cukup sederhana dan mudah digunakan, saya memperlihatkan elemen yang sedang diinspeksi adalah judul pada sebuah tulisan.

Lalu mari kita bandingkan dengan peramban-peramban lainnya yang memiliki fungsi alat pengembang serupa. Berikut adalah tampilan-tampilan dari Opera Dragonfly dari Opera 11 dan alat pengembang pada Google Chrome 10:

Opera Dragonfly

Alat Pengembang Google Chrome 10

Beberapa peramban lain memerlukan tambahan ekstensi atau pengaya untuk mendapatkan fitur ini, umumnya adalah pengaya yang bernama Firebug. Berikut adalah tampilan penggunaan Firebug pada Mozilla Firefox 4 dan Firebug Lite pada Apple Safari 5:

Firebug pada Firefox 4

Firebug Lite pada Safari 5

Dengan melihat sekilas tampilan antar muka grafis pengguna pada masing-masing alat pengembang, saya rasa bagi yang tidak terlalu menggunakan secara penuh, maka alat pengembang pada Internet Explorer 9 sudah mencukupi. Meski demikian, saya masih senang menggunakan Opera Dragonfly pada Opera.

Anda bisa memilih, peramban mana dengan fitur mana yang lebih Anda sukai, karena pada prinsipnya semua bekerja serupa. Selama kita tahu bagaimana cara menggunakannya, saya rasa hal-hal teknis bisa dipelajari kemudian.

Iklan

9 Comments

  1. Saya pernah menggunakan fitur semacam ini pada browser Opera dan Chrome. Saya baru tahu kalau IE juga ada fasilitas ini. Karena selama ini saya jarang memakainya sebab saya bukan web desainer dan tak mengerti tentang kode-kode CSS ini.

    Kalau Mas Cahya melihat sisi halaman dalemnya sebuah situs untuk melihat desain dan kekurangannya, kalau saya berbeda. Yaitu untuk mengintip sourcenya. Contoh mendownload video, gambar atau musik yang ada di sebuah situs. 🙂

    Suka

    Balas

  2. Saya sendiri lebih memilih menggunakan pengaya Firebug dan Pendule untuk melihat source maupun mengeditnya (di Chromium). Belum terbiasa menggunakan alat pengembang bawaan soalnya 😉

    Oya, apakah DragonFly di Opera bisa digunakan untuk mengedit markah CSS secara online? (seperti di Firebug)

    Suka

    Balas

    1. Mas Is, jika menyunting markah CSS secara daring, saya justru lebih familier menggunakan Opera Dragonfly, karena lebih mudah. Kalau di firebug saya mesti mencari manual elemen-nya satu-satu, misalnya mencari tulisan header, tapi kalau di Dragonfly saya tinggal klik elemen yang saya inginkan maka akan langsung muncul markah HTML & CSS-nya. Lalu saya misalnya saya ingin ganti warna tulisannya, jika di firebug saya mesti meraba-raba ini jadinya warna apa ya, kalau di Dragonfly saya tinggal klik kotak kecil warna yang terselip di dalam markah CSS, maka sebuah kotak color picker akan muncul dan kita bisa memilih warna dengan mudah.

      Jadi menurut pengalaman saya pribadi, Dragonfly adalah web developer all-in-one yang paling ramah digunakan. Tapi kalau Bli Dani sendiri lebih suka pakai Firebug, dan tampaknya lebih banyak generasi sebelumnya lebih suka pakai Firebug. Mungkin karena saya baru saja ketemu dengan Dragonfly, jadi saya lebih suka pakai ini.

      Suka

      Balas

    1. Tidak apa-apa Mas, toh Windows XP Service Pack 3 masih akan didukung sampai 8 April 2014, jadi masih bisa digunakan sehingga masih dapat digunakan sampai 3 tahun lagi. Tapi setelah itu, yah…, sarannya diganti dengan sistem operasi yang lebih baru :).

      Suka

      Balas

    1. Dhany, kelemahan add-on adalah menambah sumber daya yang digunakan, menimbulkan potensi crash, dan memperlambat bukaan halaman, sehingga penggunaannya mesti bijak. Beberapa orang suka peramban seperti ini, yang bermesin Gecko seperti Firefox beserta turunannya dan yang bermesin Webkit seperti Chrome, Safari, RockMelt akan memiliki fitur-fitur seperti ini. Sementara tipe lain bertahan pada kemapanan peramban itu sendiri, dan menjadi sejenis peramban all in one, peramban dengan mesin Presto seperti Opera dan peramban bermesin Trident seperti Internet Explorer memiliki keunggulan ini.

      Sehingga sebenarnya, antara peramban pada kedua aliran itu tidak bisa saling dibandingkan. Kalau mau memandingkan biasanya antara yang sealiran, he he… :D.

      Suka

      Balas

    2. Mas Dhany,

      Salah satu kelemahan add-on Firefox yaitu sering tidak kompatibel ketika kita mengupgrade versi Firefox yang kita gunakan. Contohnya pada Firefox 4.0. Masih ada beberapa add-on yang tidak kompatibel dengan FF 4.0. Kelemahan lain, kebanyakan menggunakan add-on di Firefox kadang membuat hang.

      Beda dengan Chromium/Chrome. Sejauh pengalaman saya, belum pernah satu pun ekstensinya yang tidak kompatibel ketika saya memperbarui versi Chrome. Belum pernah pula bikin hang, walaupun saya menginstall sekitar belasan ekstensi 🙂

      Satu-satunya yang pernah terjadi yaitu tidak berfungsinya ekstensi tertentu. Tapi itu bisa disiasati dengan men-disable, lalu meng-enable kembali. Kalau masih tidak berfungsi juga, cara akhir yaitu uninstall dan kemudian install ulang ekstensinya. Dijamin akan berfungsi kembali (pada Chromium).

      Suka

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.