Elegi Meja Kerja

Kue molen yang tergeletak demikian juga hal dengan perlengkapan meja kerja bersama dokumen & buku-buku lainnya, diiringi dengan dentingan piano dan petikan serta gesekan biola dari lagu-lagu pop klasik sembari memangku buku teks kedokteran setebal dua ribu halaman. Saya rasa semua itu bisa membuat pikiran & diri saya melayang ke dimensi yang sepenuhnya berbeda.

Saya tidak pernah benar-benar memiliki meja kerja yang rapi, tidak juga saya akan memberi alasan karena terlalu sibuk, tapi kalau karena terlalu malas, itu mungkin tepat. Mata saya kadang kalah dengan suasana terang monitor dan ratusan baris teks berbahasa asing yang mesti diracik sedemikian rupa sembari melihat jam dan sesekali teringat dengan tenggat waktu beberapa hal yang mesti diselesaikan.

Meja Kerja

Jadi saya tidak akan jauh-jauh menempatkan diri dari kotak obat saya, setidaknya kadang tetes air mata buatan akan membantu mengurangi perihnya mata karena digunakan terus menerus.

Sepertinya rutinitas berhadapan dengan meja kerja yang berantakan akan masih berlangsung beberapa saat ke depan. Tapi ini bukan saatnya mengeluh, masih ada setumpuk buku dan jurnal yang mesti dibaca dan masih ada karya tulis yang mesti dirampungkan.

Pagi yang menyenangkan, seperti biasanya, tersenyum sendiri sembari meneteskan air mata, walau hanya sekedar artificial tears, ah…, elegi meja kerja.

Iklan

17 pemikiran pada “Elegi Meja Kerja

      1. febriosw

        Lombanya dapat pulpen dikasih tulisan kita loh, Mas. Bukan buat kontes SEO. Hehehehe. Sy baru kali itu ikutan lomba. Kalau kontes SEO sy belum pernah dan belum tertarik. Khawatir menuh2in Google Page dengan tulisan yang tidak bermanfaat.

        Suka

        1. Walau pun bukan bermateri atau bersifat SEO, saya juga enggan, he he…, saya memang tidak suka berlomba sejak kecil, lomba makan krupuk pas tujuh belasan saja ndak pernah ikut :D.

          Suka

  1. Ruwet ya, tapi kalo sedang menyelesaikan karya tulis meja kerjanya rapih malah agak aneh :).

    Btw, assik juga tu ditemani molen dan instrumental yang seringkali bisa melancarkan aliran/pengembangan ide. Met bersukacita dengan semuanya 🙂

    Suka

    1. Hmm…, kalau biasanya pengusaha muda kan mejanya bersih, cuma ada sekotak tipis iPad 2 di atas mejanya, dan iPhone 4 di sakunya sambil bilang, "dunia berada dalam genggaman." :D.

      Suka

  2. Ga jauh beda sama meja saya yang asik-asik berantakan.. sebotol besar air mineral dan setoples permen rasanya wajib ada. Tentu selain buku-buku yang perlahan mengambil tempat di kasur empuk saya *sigh*

    Suka

    1. Nandini, ayo masak permennya setoples, mana sini bagi satu, tahu gitu kemarin ta minta sebagian ya sambil di bawa renang, lumayan kan daripada nelen air terus :D.

      Suka

        1. Celananya renangnya masih dijemur, kemarin langsung tepar pas pulang, jadinya tadi pagi baru inget ngeluarin dari plastik :D. Sabtu atau Minggu deh lagi, sambil nunggu tetangga selesai UTS.

          Suka

  3. Ladeva

    Meja kerja saya ada Conan-nya dong…*sombong gak jelas*

    Tapi memang saya lebih nyaman punya meja kerja yang berantakan, lebih nyaman…. 😀

    Suka

  4. Ehem… *batuk*

    Yaaa meja kerja saya juga gak begitu rapi kok, Mas Cahya…

    Tapiiii… setelah lihat foto di atas, saya langsung merasa meja saya jauuuh lebih rapi! 😆

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.