Linux Libertine

Mereka yang banyak berkerja dengan membuat atau menyunting naskah tentunya menginginkan jenis fonta yang nyaman untuk dibaca, Windows model terbaru memiliki Segoe UI oleh Microsoft. Bagaimana dengan Linux? Beberapa waktu belakangan ini saya menemukan salah satu keluarga fonta yang cukup banyak direkomendasikan oleh pengguna Linux, yaitu Linux Libertine Family of fonts.

Linux Libertine adalah fonta dengan sumber kode terbuka oleh Libertine Open Fonts Projekt. Versi transformasi TrueType Font tersedia untuk diunduh dan dipasang pada masing-masing jenis Linux jika sudah tersedia pada repositori masing-masing.

Bagi mereka yang gemar menulis naskah dengan mempertimbangkan sisi tipografi, maka keluarga fonta Linux Libertine saya rasa layak untuk dikoleksi. They are nice fonts in Linux OS.

Iklan

10 Comments

    1. Mbak Suzan, ingin mencicipi Linux dengan ringan dan aman di dalam Windows? Coba deh ke halaman: http://my.jolicloud.com/welcome, itu salah satu Linux yang ramah pengguna yang bisa dijalankan via peramban Google Chrome, Firefox 4 atau Safari 5 ;).

      Kalau untu keluarga Linux Libertine, saya rasa tetap bisa dipasang di Windows selama fonta-nya diimpor secara tepat :).

      Suka

      Balas

    1. Mas Is, saya tidak ada mengganti tema kok, sepertinya ini bawaan Natty Narwhal, sepertinya memang sudah default-nya Ubuntu sejak setahun ini :D.

      Suka

      Balas

      1. Ambiance memang tema default Ubuntu (sejak versi 10.04/Lucid Lynx). Mungkin dianggap paling diterima kebanyakan 🙂

        Suka

        Balas

        1. Saya masih ingat, dulu sempat diprotes karena terlalu mirip dengan Macintosh, tapi sepertinya sekarang semua baik-baik saja. Mungkin Unity juga begitu ke depannya :).

          Suka

  1. Jenis font dalam keluarga Libertine itu cuma satu macam yang kayak di screenshot itu ya mas? Kalau saya lihat sekilas, tampak seperti font serif lainnya semisal Georgia. Entahlah kalau dilihat secara langsung jika sudah memasangnya. Saya belum pasang sih.

    Suka

    Balas

      1. Wah, nggak juga kali ya. Mas ArdianZzZ tuh yang layak disebut sebagai ahlinya. Sayang sekali, yang bersangkutan hilang entah ke mana (?)

        Suka

        Balas

        1. Mas Ardianzzz rasanya masih cukup rajin blog walking, kemarin meninggalkan komentar di blognya Bli Dani. Tapi sepertinya sesama invisible blogger mungkin sedang membentuk asosiasi kali ya :).

          Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.