Sesering Apa Memanfaatkan Protokol BitTorrent?

Memang tidak semua pengguna Internet tahu mengenai protokol BitTorrent, bahkan mungkin lebih banyak yang mengenal Facebook dan Twitter daripada Protokol BitTorrent. Tapi karena penggunaan jaringan peer to peer ini masih begitu kontroversial, terutama pada tracker dan hak cipta yang melekat pada sejumlah berkas yang ditransferkan via protokol ini.

Di satu sisi sistem ini memberikan kekuatan dalam promosi banyak hal seperti lagu, film pendek, bahkan pengembangan Linux dan peranti lunak bersumber kode terbuka sangat terbantu dengan layanan ini. Membagi dan mengunduh beberapa gigabit data hanya dalam hitungan jam meski pada koneksi 64 kB/s (mungkin sekitar 512 kbps) sekalipun.

Di sisi lain, mungkin sebagian besar peranti lunak bajakan, film dan lagu bajakan (termasuk yang berisi konten pornografi) yang ada di pasaran Indonesia, berasal dari pengunduhan melalui protokol ini. Mungkin mereka yang suka membeli film bajakan akan berhenti membeli film bajakan, jika ia punya koneksi Internet 64 kB/s yang stabil dan tahu cara menggunakan protokol ini, apalagi film yang didapat bisa berkualitas jauh lebih baik daripada yang bisa dibeli dari CD/DVD bajakan, kadang kualitasnya bagaikan bumi dan langit.

Sehingga tidak heran jika pemilik paten dan karya cipta dari pelbagai industri yang merasa dirugikan dengan pembajakan karya mereka yang disebarkan, selalu merasa gerah dan berupaya menempuh pelbagai jalur hukum. Tapi toh pada sepertinya sia-sia, bagaimana bisa Microsoft menuntut penjaja atau penyewaan CD/DVD yang menawarkan produk-produk Windows dan Office mereka setelah diretas sistemnya, jika yang menjajakan atau menyewakan itu ada di sudut-sudut kecil kota di penjuru dunia. Sebut saja penyewaan CD/DVD di seputaran kampus UGM, saya kira Anda bisa menemukan produk bajakan berserakan.

Dengan didukung perniagaan yang baik, berkas-berkas yang dibagi melalui protokol ini bisa menyelusup di belahan bumi manapun dengan cepat. Baik berkas yang bersifat legal, ilegal ataupun yang berada dalam kategori abu-abu.

Transmission - Salah Satu BitTorrent Client yang Umum di Linux

Protokol ini memiliki keuntungan di dalam mentransfer berkas ukuran besar. Misalnya seorang artis yang baru merilis album barunya dan ingin memperlihatkan dan membagikan ke publik contohnya, maka ia bisa mengunggah berkas audio atau video berkualitas tinggi ke komunitas berbagi dengan bittorent, misalnya ke Mininova yang dikenal dengan ungguhan-unggahn berkas legal. Penggemarnya kemudian bisa mengunduh sekaligus membagikan audio/video tersebut ke klien lainnya dengan cepat.

Sayangnya, berkas yang melewati protokol ini kadang bisa disusupi (baik dengan sengaja maupun tidak) dengan peranti lunak jahat (malware). Terutama berkas-berkas yang dibagikan secara ilegal, jadi jangan heran ketika setelah mengunduh software bajakan kemudian komputer anda (terutama Windows) akan terinfeksi virus komputer. Jadi ada baiknya memastikan Anda memindai setiap berkas yang menggunakan protokol ini, atau bagusnya antivirus anda memiliki pemindai aktivitas di jaringan P2P.

Nah, kembali ke judul. Sesering apa memanfaatkan protokol bittorent. Maka jawaban saya adalah seperlunya saja. Karena saat menggunakan protokol ini di jaringan lemot saya, maka semua lebar pita akan terpakai penuh jika jumlah penabur benih (seeder) dan klien pengunduh (leecher) mencapai puluhan atau bahkan ratusan. Ini mengakibatkan kemampuan menjelajahi Internet via peramban akan lumpuh. Meski ada banyak berkas fansub yang ingin saya unduh via protokol ini, namun tetap akan menahan diri, karena jika dalam sehari bisa mengunduh 4 GB, maka dalam sebulan menjadi 120 GB, dan dalam setahun bahkan jika ruang komputer mencapai 1 TB-pun tidak akan mencukupi.

Apakah Anda memanfaatkan protokol bittorent, sesering apa menggunakannya?

Iklan

17 Comments

  1. klo saya kurang percaya sama bittorrent. terakhir download torrent, download lagu di 4shared. walaupun avast punya proteksi P2P, tapi masih kurang pede aja 😦

    Suka

    Balas

    1. Melvin, sekarang saya tidak bisa pakai jaringan P2P lagi, alasannya sederhana, diblok oleh Mobi Internet Sehat 😦 – ah, makanya saya tidak bisa mengunduh Linux lagi, karena saya sukanya pakai P2P/Torrent ini.

      Suka

      Balas

    1. Mas Asop, kalau begitu kapan-kapan saya bawa HDD eksternal 1TB ke buat nyuwun koleksinya Mas Asop :D. Btw, OVA-nya HOTD sudah keluar, sayang pendek banget :(.

      Suka

      Balas

      1. Huahahaha iya Mas Cahya, saya udah unduh HOTD-nya dan udah lihat, konyoool bangeeet! 😆

        Edisi OVA yg ini baru bener-bener ecchi, benar-benar jelas ke-ecchi-annya. Hahaha… Kocak banget deh, asap yang bisa bikin orang berhalusinasi… 😆

        Mas Cahya tahu nggak, pengarang komik HOTD ini pernah bikin komik hentai lho. Makanya kalo kita lihat komiknya, jenis gambarnya mirip komik hentai. 😀 *saya ngaku udah pernah baca hentai*

        Hohoho Mas Cahya punya HDD 1 TB?? 😯 Oke, silakan sedot koleksi anime saya, ada di dua harddisk eksternal saya. 😀 Kapan2 kalo saya ke Jogja saya bawa deh. :mrgreen:

        Suka

        Balas

        1. Iya Mas Asop, saya kira bakalan dalam nonton 1 atau 2 jam adegan perang zombi yang keren, eh malah seperempat jam adegan konyol, parah deh :D. Hmm…, saya tidak tahu, soalnya itu bukan wilayah yang saya perdalam, di bakabt sepertinya ada koleksi untuk itu, tapi saya filter :). Biasanya cari yang jalan ceritanya bagus, atau musik latarnya bagus seperti Aria kemarin.

          Nah, itu dia, saya belum punya HDD 1 TB, kalau punya pasti saya kirim ke tempat Mas Asop, ha ha… :lol:.

          Suka

  2. Jujur, saya menggunakan bittorent saat ini, khususnya untuk mengunduh film atau berkas yang sesekali pakai hehee..

    Untuk mengunduh dengan kecepatan maksimal, tentunya kita harus tahu jumlah seeder dan leecher sebelum mulai mengunduh.

    Untuk kecepatan unduh yang maksimal, sebaiknya cari yang jumlah seedernya besar dan jumlah leechernya seminimal mungkin. Apalagi mengunduh di waktu dini hari, wuihh.. wuzzz wuzzz wuzz… Isuzu panther aja kalah cepat 😀

    Suka

    Balas

  3. Saya jarang sekali pakai bittorent.

    Lambatnya itu lho…

    Dulu aja sesekali pakai. Tapi sekarang gak lagi, mending cari saja di itc :D.

    Suka

    Balas

    1. Mbak Zee, berarti pencarian tracker-nya kurang pas Mbak, kalau ahli dalam mencari tracker yang tepat, kecepatan unduhnya bisa sangat kencang, bahkan lebih cepat daripada mengunduh via download manager karena tidak ada pembatasan dari server. Yah, buat yang di sampingnya ada ITC sih enak, nah, kalau di pedalaman Papua atau Kalimantan :D.

      Suka

      Balas

  4. Saya jarang sekali memanfaatkan protokol bittorent. Kalaupun pernah, itu karena tidak saya sengaja. Kalau di Windows, saya lebih sering menggunakan downloader (semacam IDM).

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.