Banshee di Ubuntu

Jika sebelumnya kita menyimak Songbird di Ubuntu, maka kali ini adalah Banshee yang pada Ubuntu 11.04 Natty Narwhal menggantikan peran Rhythmbox sebagai pemutar musik asli. Tidak seperti openSUSE yang sudah sejak lama menggunakan Banshee, mungkin komunitas Ubuntu ada sebagian yang menolak keputusan Canonical ini, mereka ingin Rhythmbox dipulihkan sebagai pemutar musik asli di Ubuntu.

Tapi saya rasa kemudian, hal ini akan sia-sia saja, karena pada akhirnya kustomasi sebuah distro kembali ada di tangan pengguna itu sendiri. Pada Ubuntu 11.04, Banshee akan terpasang secara asli sejak awal, dengan cara pemasangan standar, hal ini tidak bisa diubah lagi (memangnya Green Geeko yang sejak awal bisa memilih peranti lunak yang hendak dipasang).

Tapi pada Ubuntu versi sebelumnya, termasuk 11.04 LTS dan 10.10 masih terpasang Rhythmbox secara aslinya. Baik di versi sebelumnya, ataupun di versi terbaru Natty Narwhal, kita tetap bisa memasang Banshee secara manual dengan mengambil dari kanal PPA resminya.

Banshee

Banshee Media Player

Bukalah terminal Anda, dan ketik perintah berikut:

sudo add-apt-repository ppa:banshee-team/ppa
sudo apt-get update
sudo apt-get install banshee banshee-community-extensions

Maka Banshee akan terpasang di Ubuntu anda, lengkap bersama dengan ekstensi komunitasnya. Banshee memiliki beberapa fitur yang diunggulkan, seperti:

  • Sinkronisasi dengan pelbagai pemutar musik genggam, seperti Androids (Nexus One, Galaxy, G1, Droids, Pulse), Apple (iPhone, iPod), Nokia N900, dan masih banyak yang lainnya.
  • Jika Anda suka berlangganan Podcast, maka Banshee akan membantu anda. Misalnya untuk berlangganan Manvahana (saya sediakan edisi podcast lho).
  • Membeli musik seperti MP3 dari Amazon (setidaknya bukan bajakan).
  • Membuat antrian daftar musik atau video yang akan diputar selanjutnya (queue track).
  • Acak dengan cerdas (smartly shuffle), mendengarkan lagu Anda secara acak, baik dengan acak pada albumnya, pada judul lagu, pada artis, pada rating, semuanya bisa tentukan bagaimana cara mengacaknya.
  • Menemukan secara otomatis cover art dari lagu yang sedang dimainkan.

Banshee tidak begitu buruk, setidaknya kepopulerannya masih setara dengan Rhythmbox sebagai pemutar musik di Ubuntu. Jika Anda ingin mengikuti diskusi tentang kedua pemutar musik ini dan melihat bagaimana pendapat masing-masing pengguna tentang kekurangan dan kelebihannya. Saya sarankan mengikuti diskusi di  “Which would you choose as default: Banshee or Rhythmbox?

Nah, kini terserah pada Anda jika menggunakan Ubuntu, apakah akan menggunakan Banshee ataukah Rhythmbox.

Iklan

5 Comments

  1. Maaf mas, saya pendatang baru nih…

    masih dalam tahap pengenalan dalam penggunaan linux.

    pertanyaan saya, waktu saya menginstal banshee dan wine di ubuntu 11.04 di laptop saya kok data repository tidak bisa di unduh ya?

    masalahnya pa ya?

    saya nginstal ubuntunya hasil download.

    terima kasih

    Suka

    Balas

    1. maulziskan, setahu saya Banshee sudah langsung terpasang di Ubuntu 11.04, jadi tidak perlu dipasang lagi. Bisakah diperinci bagaimana cara Anda memasangnya dan pesan galat apa yang muncul?

      Suka

      Balas

  2. Entah kenapa, Banshee di Ubuntu Natty saya crash. Setiap saya mau membuka lagu via aplikasi tersebut, sistem langsung merestart sendiri. Kalau masalah memori kayaknya nggak juga deh. Buktinya di versi Ubuntu saya sebelumnya (10.10), Banshee aman-aman saja (dengan laptop/notebook yang sama).

    Saya sudah coba beberapa kali uninstall dan install ulang Banshee-nya. Tapi masalahnya tetap sama. Saya install via GUI Ubuntu Software Center sih. Apakah kalau via Terminal (dengan perintah di atas) bisa lebih lengkap paket unduhannya mas?

    Kali aja kalau pasang via terminal nggak crash lagi.

    Suka

    Balas

    1. Mas Is, kok sepertinya banyak masalah ya dengan media player, saya malah tidak mengalaminya. Sejak saya memasang Natty versi beta 2 hingga sekarang, dan mengikuti update terus, rasanya tidak ada cerita Banshee crash, hanya suaranya saya agak kurang suka, semoga rilis Banshee 2.0.1 tanggal 6 kemarin sudah memperbaiki kualitasnya.

      Apa ada setelan yang berbeda, misalnya codec, soalnya saya tidak memasang codec dari Fluendo untuk GStreamer-nya, karena sudah memasang Ubuntu Restricted Extras, saya takut muncul konflik di situ kalau dipasang dua-duanya.

      Suka

      Balas

      1. Iya nih mas. Bukan cuma Banshee yang crash, tapi juga Movie Player (totem). Kasusnya sama persis (ketika mutar lagu/video, sistem langsung me-restart sendiri). Padahal ketika menggunakan Ubuntu 10.10 sebelumnya, nggak ada masalah sama sekali.

        Dugaan saya juga masalah codec tuh. Kemungkinan memang ada yang bentrok.

        Suka

        Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.