Sekilas Tentang Spina Bifida

Dikenal juga sebagai sumbing tulang belakang, spina sifida adalah suatu kondisi yang memengaruhi spina (tulang belakang) dan biasanya muncul saat lahir.  Dan merupakan salah satu jenis defek tabung neural. Spina bifida dapat terbentuk di mana saja sepanjang tulang belakang jika tabung neural tidak menutup sepanjang jalur tersebut.

Ini bermakna tulang belakang yang melindungi korda spinalis (sumsum tulang belakang) tidak terbetuk dan menutup sebagaimana seharusnya. Ini sering kali mengakibatkan kerusakan pada korda spinalis dan saraf-sarafnya. Spina bifida dapat menyebabkan disabilitas fisik dan mental yang berkisar dari ringan hingga berat, hal ini bergantung dari ukuran dan lokasi bukaan pada tulang belakang, dan apakah bagian sumsum tulang belakang dan saraf terpengaruh atau tidak.

Spina Bifida
Ilustrasi Spina Bifida dari CDC

Secara umum terdapat 3 jenis spina bifida yang cukup sering ditemui. Jenis pertama adalah myelomeningocele, dan ketika orang-orang berbicara tentang spina bifida, biasanya inilah yang paling banyak dirujuk/dimaksudkan, dan merupakan tipe yang paling serius. Pada kasus ini terdapat kantung cairan yang menonjol keluar dari sebuah lubang di punggung bayi, dan sumsum tulang belakang serta saraf yangterdapat dalam kontong tersebut biasanya turut rusak. Tipe ini menyebabkan disablitas sedang hingga parah, seperti kehilangan sensasi terhadap anggota bawah tubuh penderitanya (tidak mampu menggerakkan tungkai dan kaki).

Meningocele adalah jenis yang kedua, berbeda dengan jenis yang pertama sebelumnya, pada kasus ini sumsum tulang belakang agaknya tidak ikut serta menonjol keluar di dalam kantung cairan tersebut, dan hanya melibatkan sedikit saraf saja. Sehingga pada kasus ini, disabilitas yang mungkin terjadi bersifat ringan.

Selain dua jenis di atas, ada jenis yang lain yang cukup jarang ditemukan. Jarang diketahui mungkin karena ia tidak tampak secara langsung. Hanya terdapat bukaan kecil pada tulang belakang – namun tanpa ada lubang atau kantong yang muncul di punggung, serta seluruh sumsum tulang belakang dan saraf tetap berada pada posisinya yang sesuai (kondisi normal). Sehingga disebut spina bifida okulta (tersembunyi). Biasanya tidak menyebabkan disabilitas, dan sering tidak pernah diketahui hingga menjelang masa kanak-kanak hingga dewasa.

Diagnosis spina bifida dapat dilakukan saat kehamilan atau setelah bayi lahir. Selama kehamilan salah satu screening yang memeriksa kadar AFP bisa menentukan kemungkinan defek tabung neural tabung neural termasuk spina bifida jika konsentrasinya cukup tinggi, penilaian ini bisa dilakukan melalui tes darah ibu ataupun dengan metode amniosentesis. Metode lain seperti USG bisa membantu menilai adanya spina bifida pada beberapa kasus.

Sedangkan untuk daerah-daerah di mana pemeriksaan USG dan screening AFP bukanlah sesuatu yang umum dikerjakan, maka kebanyakan kasus spina bifida tidak akan terdiagnosis hingga kelahiran. Sedangkan untuk tipe spina bifida okulta, biasanya jika ada kecurigaan untuk itu, misalnya dengan ditemukan ruang atau bintik tidak wajar pada punggung bayi sepanjang jalur tulang belakang, dokter akan menyarankan untuk pemeriksaan lebih lanjut pada pihak keluarga.

Terapi spina bifida sangat beragam, mungkin disinilah letak kompleksitasnya. Tidak semua orang dengan spina bifida akan memiliki keperluan yang serupa. Mereka dengan disabilitas lebih serius memerlukan bantuan dan tindak lanjut yang lebih serius, sedemikian hingga terapi bagi masing-masing penderita akan berbeda-beda. Silakan konsultasikan pada dokter anda untuk mendapatkan terapi yang tepat yang dapat dijangkau.

Adapun penyebab spina bifida belum bisa dipastikan dengan tepat. Faktor-faktor yang berperan di dalamnya, seperti faktor genetik & lingkungan perlu dikaji lebih jauh lagi. Namun telah diketahui bahwa terdapat cara-cara baik sebelum ataupun selama kehamilan bagi para ibu untuk mengurangi risiko memiliki bayi dengan spina bifida.

Jika Anda adalah seorang ibu yang sedang hamil atau berencana untuk hamil, gunakan tips berikut untuk membantu Anda mencegah spina bifida pada bayi anda:

  • Upayakan konsumsi anda memenuhi setidaknya nilai gizi 400 mikrogram asam folat setiap harinya. Jika Anda pernah hamil atau melahirkan bayi dengan spina bifida, konsultasikan pada dokter anda untuk mendapatkan peresepan asam folat 4.000 mikrogram (4 miligram). Asam folat mencegah sebagian besar – namun tidak semua – kasus spina bifida.
  • Berkonsultasilah dengan dokter atau ahli farmasi anda tentang setiap resep yang anda dapatkan, obat-obatan yang Anda beli secara bebas, vitamin, diet harian hingga suplemen herbal yang sedang Anda konsumsi.
  • Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu – seperti diabetes atau obesitas/kegemukan – pastikan kondisi ini terkontrol secara baik sebelum anda hamil.
  • Hindari tubuh anda terpapar panas secara berlebihan, baik di bawah terik matahari, ataupun bagi mereka yang gemar mandi di dalam bak air panas atau sauna.
  • Jika Anda sakit seperti demam, segeralah ditangani dengan obat-obatan dan prosedur yang aman, konsultasikan dengan dokter anda untuk hal ini.

Ingatlah! Spina bifida terjadi hanya dalam beberapa minggu ketika awal kehamilan, seringkali sebelum seorang wanita sadar bahwa dia sedang hamil. Meskipun asam folat bukanlah jaminan bahwa seorang ibu akan melahirkan bayi yang sehat, namun konsumsi asam folat yang mencukupi akan akan mengurangi risiko janin mendapatkan spina bifida.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.