Sekilas Tentang Hemokromatosis

Bisa dikatakan hemokromatosis terjadi saat tubuh menyerap terlalu banyak zat besi dari makanan baik makanan alami maupun bahan pangan yang diperkaya dengan zat besi. Hal ini menyebabkan bertambahnya jumlah zat besi di dalam tubuh secara bertahap dan menumpuk di jaringan dan organ tubuh, yang dikenal sebagai kelebihan zat besi. Jika ini terjadi terus menerus selama bertahun-tahun tanpa mendapatkan perhatian medis dan perawatan yang tepat, maka kelebihan zat besi ini dapat merusak tubuh.

Hemokromatosis sebagian besar disebabkan karena faktor genetis, seseorang yang mewarisi gen dengan sifat ini dari kedua orang tuanya dapat menderita hemokromatosis pada suatu saat nanti. Defek ini sebenarnya sudah ada sejak lahir, namun jarang sekali menampakkan tanda dan gejela sebelum menjelang dewasa. Kondisi ini dikenal dengan hemokromatosis herediter (bawaan).

Oleh karena sebabnya genetik, maka hemokromatosis herediter dikenal juga sebagai hemokromatosis primer. Ketika penderita hemokromatosis primer mengonsumsi bahan pangan dengan kandungan zat besi tinggi atau berlebih, maka zat besi berlebih inipun diserap dari saluran pencernaan dan disimpan di dalam jaringan dan organ tubuh, umumnya hati. Hasilnya tentu saja adalah pembengkakan hati.

Ada jenis lain hemokromatosis, yaitu tipe sekunder (didapatkan) yang disebabkan secara tidak langsung oleh kondisi kesehatan lainnya. Penyakit seperti thalassemi atau anemia sideroblastik – khususnya pada orang yang menerima sejumlah besar transfusi darah, dapat menyebabkan hemokromatosis. Meski cukup jarang, hemokromatosis juga bisa ditemukan pada orang-orang dengan anemia hemolitik, alkoholisme kronik, dan kondisi lainnya.

Adapun beberapa gejala yang dapat ditimbulkan adalah:

  • Nyeri perut
  • Kelelahan
  • Warna kulit menjadi lebih gelap
  • Nyeri sendi
  • Kekurangan energi
  • Kehilangan rambut tubuh
  • Kehilangan hasrat seksual
  • Kehilangan berat badan
  • Kelemahan

Hemokromatosis sering kali lolos dari diagnosis dokter karena gejalanya tidaklah khas dan muncul dalam tempo waktu yang lama. Pada tahap lanjut, pemeriksaan fisik mungkin akan menunjukkan pembesaran hati dan limpa, dan perubahan warna kulit. Beberapa pemeriksaan penunjang akan diperlukan, seperti tes:

  • Serum ferritin (tinggi)
  • Serum besi (tinggi)
  • Kadar saturasi transferrin (tinggi)

Selain tes-tes tersebut, beberapa tes tambahan lain bisa dilakukan seperti tes kadar gula darah, alpha fetoprotein, EKG (melihat fungsi jantung), tes radiografi (CT, MRI dan USG), serta tes fungsi hati. Di negara maju di mana defek genetik telah ditemukan pada banyak keluarga dengan riwayat hemokromatosis, tes darah dapat digunakan untuk menemukan perubahan genetik ini dan menegakkan diagnosis hemokromatosis, sebagaimana juga menentukan siapa yang berisiko tinggi akan menderitanya.

Terapi untuk hemokromatosis atau kelebihan zat besi menitikberatkan pada mengurangi zat besi dalam tubuh hingga ke batas normal dan mengobati jika terjadi kerusakan organ.

Phlebotomy adalah salah satu prosedur standar yang banyak diterapkan untuk tujuan ini, sekitar satu – setengah liter darah diambil dari tubuh setiap minggu hingga kadar besi berada pada rentang normal. Prosedur ini mungkin tidak akan serta merta berhasil, perlu bulanan bahkan hingga tahunan pada beberapa kasus. Setelah itu, jumlah phlebotomy yang diperlukan semakin sedikit guna mempertahankan kadar besi di dalam tubuh. Seberapa sering seorang pasien memerlukan tindakan ini tergantung pada gejala, kadar hemoglobin dan serum ferritin, dan seberapa banyak asupan zat besi yang didapatkan dari diet.

Kondisi-kondisi kesehatan lain yang menyertai hemokromatosis selayaknya diterapi atau ditangani secara sesuai. Semisalnya kehilangan gairah seksual bisa dibantu dengan terapi hormon testosteron.

Jika Anda didiagnosis dengan hemokromatosis, maka Anda diharapkan mengikuti diet tertentu yang akan disarankan oleh ahli nutrisi anda guna mengurangi penyerapan zat besi dari diet anda. Diet ini akan melarang alkohol sama sekali, terutama bagi mereka yang telah mengalami kerusakan hati.

Harapan ke depan atau prognosis bergantung pada deteksi dan terapi, kerusakan hati dapat terjadi dari waktu ke waktu. Kelebihan zat besi juga bisa ditumpuk pada jaringan tubuh lainnya seperti tiroid, testis, pankreas, kelenjar pituitari, jantung dan sendi. Jika terapi dimulai sebelum organ-organ ini terpengaruhi, sedemikian hingga penyakit-penyakit seperti penyakit jantung, hati, artritis dan diabetes biasanya dapat dicegah.

Bagaimana seseorang bisa berhasil dengan baik tergantung pada jumlah kerusakan organ. Beberapa kerusakan organ masih dapat dipulihkan ketika deteksi dini hemokromatosis bisa dicapai dan dilakukan terapi secara agresif dengan phlebotomy.

Beberapa komplikasi yang bisa terjadi adalah kegagalan dan kanker hati, sementara penyakit ini dapat mengarah pada pembentukan artritis, diabetes, masalah-masalah jantung, peningkatan risiko terinfeksi bakteri-bakteri tertentu, sirosis hati, nyeri perut berkepanjangan, atrofi testikular, kelelahan, dan perubahan warna kulit.

Berikut adalah beberapa saran bagi penderita hemokromatosis sehingga dapat hidup dengan sesehat mungkin.

  • Pemeriksaan kesehatan: periksalah kadar zat besi dalam tubuh anda secara teratur.
  • Phlebotomy: pastikan Anda mendapatkan phlebotomy ketika Anda membutuhkannya. Karena phlebotomy adalah terapi terbaik untuk hemokromatosis yang ada saat ini. Hemokromatosis tidak dapat dirawat hanya dengan mengubah diet semata.
  • Suplemen besi: Jangan mengonsumsi pil zat besi, suplemen zat besi ataupun mutivitamin yang diperkaya dengan zat besi. Namun mengonsumsi makanan alami yang mengandung zat besi tidak masalah.
  • Vitamin C: Karena vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi oleh tubuh, maka hindari mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin C 500 mg ke atas per hari. Makan makanan mengandung vitamin C (seperti buah jeruk) tidak masalah.
  • Makanan: Jangan memakan ikan atau kerang-kerangan yang mentah. Memasak dengan baik akan membantu membunuh kuman yang berbahaya. Mereka dengan hemokromatosis lebih rentan terhadap bakteremia, suatu infeksi bakteri pada aliran darah.
  • Alkohol: hemokromatosis dan alkohol sama-sama berkontribusi dalam kerusakan hati, jika Anda dapat maka hentikan konsumsi alkohol, apalagi jika sudah terdapat kerusakan hati.
  • Olahraga: Anda dapat berolahraga secara normal, olahraga akan sangat membantu kesehatan anda.

Tulisan disadur dari Hemachromatosis di CDC dan PubMed.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.