Microsoft di 20 tahun Linux

Usia Linux dengan kernel-nya sudah bukan barang baru lagi, setidaknya dengan kemampuan bertahan bahkan berkembang di 20 tahunnya ini. Kernel 3.0 yang baru saja dirilis memang tidak memberikan banyak perubahan besar pada dunia Linux, namun yang cukup mengagetkan adalah jika diberitakan bahwa salah satu penyumbang terbesar baris markah dalam kernel tersebut justru bukan berasal dari perusahaan atau komunitas berbasis open source, namun dari perusahaan besar Microsoft.

Tentu saja ada sikap-sikap skeptis yang muncul dari para pengguna Linux, karena Microsoft memang tidak pernah ramah dalam persaingannya dengan Linux sebelumnya.

Mungkin karena isu-isu itu Microsoft merilis salah satu video ini melalui The Linux Foundation:

Ada yang menyambut gembira dan berkata, mungkin sudah saatnya Linux dan Microsoft bergabung – dan sekaligus menghantam Apple bersama-sama. Ada juga yang skeptis berkata bahwa, kue pemberian Microsoft itu palsu.

Ah, sepertinya Microsoft sudah hendak memasuki ranah yang tak pernah ia masuki sebelumnya.

Iklan

15 pemikiran pada “Microsoft di 20 tahun Linux

  1. Dalam bisnis ada strategi merangkul pesaing untuk memenangkan pertarungan bisnis. Merangkul bisa dengan cara membelinya buat mengambil alih, dan yang kedua dengan cara merger atau bekerjasama. Ini yang banyak dilakukan para korporat.

    Tebakan saya kali ini Microsoft menerapkan strategi itu. Menggandeng Linux buat membendung pesaing yang lain, contoh seperti Mac.

    Menarik! Ya, kita tunggu saja. Waktu nanti yang akan berbicara. 🙂

    Suka

    1. Linux, Windows dan Mac OS sudah seperti kesetimbangan sendiri di pasar sistem operasi, kalau melihat sejarah, mungkin ini ibarat zaman tiga kerajaan (Three Kingdoms) di negeri Tiongkok.

      Suka

  2. oh ….the irony … you know that Google didn’t contribute alot like any other “proprietary” company. IBM is the most contribute in linux kernel, Microsoft also giving their driver source code to linux foundation in order linux works on windows server… damn Google 😀

    Suka

    1. Yup, Google is s*ck when talking about contributing the code lines, they only want to use it for money but never contribute. I prefer using Windows products than Google’s (i.e Windows Mobile than Androids), at last Gates would use some of their profits for humanity.

      Rasanya Google ingin menguasai dunia IT dengan menggunakan strategi perang candu :D.

      Suka

      1. Padly

        Bukankah bisa menggunakan secara bebas juga bisa disebut “humanity”?

        Sekarang akau malah sangat anti dengan product Microsoft, bahkan pengguna IE aku blokir dari siteku dan aku sarankan untuk menggunakan Chrome 😀

        Ah Betul tuh! Kue palsu.

        Suka

        1. He he…, memang tidak ada yang melarang mengubah, memodifikasi kode-kode GPL dan menjualnya dengan harga tinggi di bawah lisensi yang sama. Misalnya Mas Padly menjual keping CD instalasi Ubuntu dengan harga dua kali lisensi Windows juga tidak masalah.

          Ada kontributor-kontributor yang memberikan waktu dan tenaga untuk membangun Linux seperti saat ini, katanya seperlimanya ada kontributor independen. Sisanya berasal dari perusahaan-perusahaan besar yang sebagian besar berbasis Linux, katakanlah seperti Red Hat, Novell, IBM, Intel. Bahkan Microsoft sendiri berjuang keras menyempurnakan driver HyperV mereka agar bisa diterima oleh Linux. Sedangkan Google yang notabene perusahaan raksasa dan salah satu pengguna Linux terbesar, mengapa hanya menyumbang kode yang relatif jauh lebih sedikit daripada kapabilitasnya. Tidak salah sih, rasanya Google itu bagaimana gitu.

          Saya tidak anti pada Microsoft, mereka toh yang menggerakkan dunia proprietary selama ini dan memberikan kesempatan pada pencipta peranti lunak untuk dapat hidup dari hak kekayaan intelektual mereka. Saya pernah bermasalah baik dengan Windows maupun Google, tapi saat berkonsultasi dengan pihak Microsoft dan Google, entah mengapa saya jauh mendapatkan kesan lebih baik dari pihak Microsoft, mereka telaten, sabar dan bersedia memberikan sebanyaknya informasi yang kita perlukan untuk menangani masalah kita secara mandiri. Sedangkan Google lebih cenderung introvert, jika masalah tidak bisa diselesaikan, ya sudah titik, tidak ada penjelasan apa-apa lagi, tidak ada kausal yang bisa dipahami, ya memang sih layanan mereka gratis, tapi apa begitu cara menangani klien? Saya kadang dibuat tidak simpati oleh mekanisme Google.

          Tapi ini sih pendapat saya pribadi Mas Padly, berdasarkan pengalaman-pengalaman saya sendiri :).

          Suka

        2. padahal slogan mereka “don’t do evil” yah … 😆
          *oiya bli udah nonton docudrama pirates of the silicon Valley? better find in on torrent 😛 nyeritain persaingan antara apple vs microsoft. must seen cult movie

          Suka

        3. Ha ha…, setidaknya produk-produk mereka cukup berkualitas seperti peramban Chromium dan Androids :D.

          Ya, saya nonton itu bertahun-tahun yang lalu dan berhasil mengadaptasi filosofi baru, “seniman yang baik itu mampu meniru/mengikuti dengan baik, namun seniman yang hebat mampu membajak dengan baik (karya orang lain)” :lol:.

          Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.