Tweetdeck Mungkin Masih Pilihan untuk GNOME 3

Saat melihat-lihat koleksi aplikasi pada openSUSE Tumbleweed saya yang saat ini menggunakan GNOME 3, saya melihat bahwa tidak terdapat aplikasi untuk sebagai klien twitter. Saya berpikir bahwa seharusnya ada Gwibber untuk GNOME, tapi ke manakah aplikasi tersebut. Saya pun membuka YaST dan menelusuri menu “Software Management”. Saya menemukan Gwibber ada di sana dan tidak terpasang.

Dengan melihat detil yang disediakan, saya tahu bahwa Gwibber dalam seluruh repo saya masih berasal dari Celadon dan belum ada yang dari Tumbleweed, dan serinya pun masih untuk GNOME 2.32. Sehingga saya mengurungkan niat untuk memasangnya, padahal itu biasanya bagus digunakan pada Natty Narwhal.

Ah, mau tidak mau pilihan kembali pada aplikasi berbasis Adobe AIR, yaitu Tweetdeck. Saya pernah menuliskan cara memasang Tweetdeck pada openSUSE sebelumnya. Caranya masih sama:

  1. Unduh berkas Adobe AIR di sini (pilih versi .RPM).
  2. Pasang berkas tersebut (adobeair.i386.rpm), gunakan klik kanan lalu “Open With Install/Remove Software).
  3. Jika perlu, mulai ulang peramban (saya sarankan Mozilla Firefox 5.x).
  4. Unduh dan pasang Tweetdeck dari halaman ini.
  5. Selesai.

Maka Tweetdeck siap digunakan dengan baik pada GNOME 3.

Tweetdeck pada GNOME 3, tema menyesuaikan dengan adwaita.

Namun, sebaiknya ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menggunakan tweetdeck, untuk kegiatan yang bersifat massive tweeting, bisa jadi aplikasi ini berguna, namun jika hanya untuk melihat ada tidaknya satu atau dua pesan, maka rasanya web lebih tepat. Mengapa, karena sumber daya yang dihabiskan ternyata tidak sedikit.

Tweetdeck ternyata mengonsumsi daya yang cukup banyak.

Kalau dibandingkan dengan beberapa aplikasi yang memiliki kepentingan penggunaan setara, maka rasanya tweetdeck terlalu boros daya. Jadi mungkin jika memang tidak terlalu gentin untuk bercakap-cakap via twitter, maka saya tidak menyarankan tweetdeck. Namun saat ini, ya pilihan yang saya temukan untuk Linux, sepertinya masih paling nyaman menggunakan tweetdeck (mengingat Gwibber belum tersedia di GNOME 3).

Iklan

8 pemikiran pada “Tweetdeck Mungkin Masih Pilihan untuk GNOME 3

    1. Mas Rangga, kan siklus ngambil tweetline-nya bisa diatur agar tidak terlalu cepat, misalnya 15 sekali, kecuali memang benar-benar doyan cuap-cuap ya apa boleh buat. Saya tidak pernah mengalami itu (naikan pemakaian CPU) saat menggunakan Gwibber, mungkin nanti ada baiknya saya coba dulu (kalau sudah tersedia).

      Pakai ponsel? Ah, sayang, nanti menambah anggaran bulanan 😀 – manfaatkanlah jaringan internet unlimited, meski semua pakai efek the matrix (baca: slow motion) :D.

      Suka

  1. saya pribadi sejak awal punya android sampe hari ini, setia menggunakan TweetDeck untuk berjaring sosial. Selain tampilan yang simpel dan sederhana, TD juga bisa menampung banyak akun sekalian. :p

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.