YaST pada GNOME 3 openSUSE Tumbleweed

Saya tidak tahu ada apa alasan di balik pengembangan GNOME 3 pada openSUSE yang memutuskan untuk tidak menampilkan YaST secara default, tentu saja YaST ada, namun hanya saja tidak dapat diakses semudah pada GNOME 2. Padahal bisa dikatakan YaST adalah tulang punggung si Geeko Hijau ini, bisa dikatakan ibaratnya Control Panel pada Microsoft Windows atau sistem lainnya.

Pertanyaannya adalah, bagaimana bisa mengakses YaST pada openSUSE dengan GNOME 3. Oh, tentu saja bisa mungkin lewat KDE – jika kebetulan memasangnya juga, tinggal log out dan log in lagi. Tapi tentu saja itu tidak praktis, karenanya plihan praktis adalah menambahkan aksesibilitas YaST melalui ikon-ikon yang bisa diakses dengan mudah.

Terdapat beberapa solusi yang ditawarkan untuk masalah ini. Namun karena pelbagai versi GNOME 3 yang mungkin berbeda dari sistem satu dan sistem lainnya, maka caranya tidak selalu berhasil.

Pertama, beberapa sistem GNOME 3 tampaknya sudah terpasang dengan “alacarte” yang stabil, yang bisa dikatakan sebuah “wahana” di mana YaST tersimpan. Gunakan ALT + F2 untuk menjalankan “alacarte”, dan silakan menyunting menu GNOME yang ada di sana. Untuk keterangan lebih lengkapnya silakan meninjau tulisan ini. Namun tidak semua orang berhasil dengan metode ini, termasuk saya. Ada yang mengatakan mesti memasang “alacarte” yang berasal dari factory repos, tapi tentunya itu tidak akan saya lakukan pada sistem berbasis Tumbleweed.

Kedua, karena pada dasarnya YaST hanya tidak ditampilkan, dan bukannya tidak ada, maka secara logika bisa dikembalikan dengan menggunakan prinsip pengembalian ikon yang tersembunyi. Saya rasa ini juga cukup banyak direkomendasikan, namun saya sendiri belum tertarik mencobanya. Jika Anda tertarik, silakan menyimak penjelasannya pada tulisan ini, atau beberapa tulisan di forum openSUSE yang membahas hal serupa.

Ketiga adalah salah satu cara favorit saya, karena cara ini tidak bergantung dengan versi GNOME maupun KDE, juga tidak masalah apakah masuk x-window ataupun tidak. Namun antarmuka ncurses tentu saja yang akan menjadi tantangan sendiri.Tinggal masuk ke terminal dan berikan perintah:

sudo /sbin/yast

Maka YaST akan langsung dapat diakses.

Antarmuka ncurses membuat YaST serasa seperti commandline.

Keempat, dan merupakan opsi terakhir yang bisa saya berikan sementara ini. Adalah menggunakan perintah gnomesu, untuk menampilkan antarmuka yast2 yang lebih sering digunakan pada antarmuka grafis GNOME.

Tekan ALT + F2 untuk membuka jendela perintah, dan eksekusi perintah berikut:

gnomesu /sbin/yast2

Memberi perintah cepat pada GNOME 3

Maka jendela antarmuka grafis akan bisa ditampilkan.

Tampilan YaST Control Center yang utuh dan mudah dipahami pada GNOME 3.

Saya menyukai dua cara terakhir, pertimbangan saya adalah karena saya tidak terlalu sering memanfaatkan YaST dan tidak ingin terlalu mencampuri (mengutak-atik) setelan default pada GNOME 3. Namun bagi Anda yang menggunakan openSUSE dengan GNOME 3, silakan menemukan cara yang pas menurut anda.

Iklan

6 Comments

  1. Saya sepertinya belum siap menggunakan Gnome 3, terutama untuk membiasakan navigasinya belum ditambah yang lainnya.

    [OOT] itu firefox versi 5 kok bisa terdeteksi openSUSE, pakai repo mana Mas? Saya ketika menggunakan Tumbleweed, firefox langsung update ke versi 5.0 tapi masih terdeteksi sebagai GNU/Linux di WP-User Agent.

    Suka

    Balas

    1. Ha ha…, akhirnya Mas Agung bertanya juga 😆 – saya pakai plugin Mas, “user agent switcher” dan menambahkan sendiri string openSUSE ke dalamnya :D.

      Suka

      Balas

  2. hm … bener jangan-jangan GNOME berusaha membuat sistem operasi sendiri :mrgreen: jadi alasan inilah yang membuat ubuntu memilih unity, supaya mempertahankan fitur-fiturnya …

    Suka

    Balas

    1. Mas Rangga, saya sempat mendengar hal itu, entah apa yang direncanakan oleh GNOME Foundation saat ini. Unity itu menurut saya masih peralihan antara GNOME 2 ke GNOME 3 dengan mencomot (ide dari) beberapa aksitektur berbasis Qt milik KDE. Yah, kita lihat saja ke depannya, saat ini belum terlihat quo vadis-nya mereka.

      Suka

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.