BlankOn 7 Rilis di Hari Kemerdekaan RI ke-66

Tanggal 17 Agustus 2011 kemarin, BlankOn 7.0 resmi dirilis oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI), dan diberi nama Pattimura. Sebagai distribusi turunan langsung dari Ubuntu, tentunya BlankOn menggunakan GNOME sebagai desktopnya, namun tampaknya tidak mengusung Unity ataupun Gnome Shell, hanya masih berbatas pada yang klasik. Dan sebagai tambahan, konon disisipkan BlankOn Panel yang saya tidak tahu bagaimana wujudnya karena belum sempat mencoba.

Meskipun turunan Ubuntu, namun BlankOn 7.0 Pattimura pada catatan rilisnya masih mendukung komputer dengan spesifikasi minimal yang memiliki prosesor 500 MHz dan memori 512 MB RAM. Menggunakan dukungan teknologi terbaru dengan kernel Linux 3.0.1 BlankOn tampaknya memiliki beberapa perbedaan dengan Ubuntu, terutama dalam hal pilihan peranti lunaknya.

Ketika Ubuntu masih menggunakan Firefox, BlankOn memilih Chromium; dan ketika Ubuntu 11.10 nantinya beralih ke Thunderbird, BlankOn masih menggunakan Evolution. Saya rasa pengembang memiliki pertimbangannya sendiri, dan ini membuat BlankOn cukup unik menurut saya.

Hal menarik lain yang saya lihat ditawarkan oleh BlankOn 7 ini adalah adanya dukungan aksara nusantara, seperti aksara Bali, Batak, Bugis, Jawa, Rejang dan Sunda. Bagi mereka yang berkecimpung dengan aksara-aksara ini setiap harinya, tentu saja BlankOn 7 telah memberikan kemudahan.

Anda bisa melihat lebih banyak tentang BlankOn 7 di Preview BlankOn 7 dan Catatan Rilis BlankOn 7.

Iklan

11 tanggapan untuk “BlankOn 7 Rilis di Hari Kemerdekaan RI ke-66

  1. saya pernah sakit hati bli dengan blankon. netbooku pernah gak bisa booting gara2 aku mau menyandingkan blankon ini dengan blankon tweak.

    maksud hati ingin memberikan kemudahan dalam perawatan si blankon, malah dia gak bisa booting sama sekali.

    semoga rilis kali ini masalah tersebut bisa diatasi

    Suka

    1. :mrgreen: sakit hati? hehehe lebay deh ah … blankon tweak itu seperti ubuntu tweak yah? saya malah pake ubuntu tweak di blankon dan mint 😀
      kalau saya satu komplain saya terhadap blankon hanya masalah repo yang mati. sehingga saya menggunakan repo ubuntu. sama aja bo’ong ubuntu-ubuntu juga 😀 … makanya saya instal igos nusantara mengantikan blankon …

      Suka

  2. Menarik juga melihat pengembang BlankOn lebih memilih peramban Chromium sebagai paket peramban yang disertakan. Tapi apakah juga disertakan kanal update-nya, saya juga kurang tahu sih. Yang jelas, versi 15 memang versi terbaru Chromium saat ini.

    Oya, sejauh ini saya belum tertarik nyobain BlankOn. Mungkin karena masih turunan Ubuntu 😉 Nah, kalau IGOS, saya lebih tertarik. Masih nyari-nyari informasi dulu.

    Suka

  3. yang membuat keren blankon. semua modem yang beredar di indonesia (baik yang modem saja maupun yang flip-flop (ada mSD-nya) ) bisa dipakai semua 😀 tinggal colokin. benar-benar memudahkan pengguna awam

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s