Sisi Gelap yang Tersembunyi

Lokasinya memang tidak terlalu jauh dari kota kecil saya, hanya satu jam perjalanan dengan kendaraan bermotor. Untungnya dan saya berterima kasih pada sahabat baik saya, Adek Nanda yang sudah bersedia bolak-balik dua kota untuk mengantar saya. Namun ini hanya tentang sebuah film laga yang baru-baru ini tayang di bioskop lokal dengan banyak penonton.

Kali ini saya baru sempat menonton Transformers: Dark of the Moon di bioskop lokal, dan bukan dalam 3D, maklum sudah tidak di Jogja lagi, dan saat di Jogja belum sempat menontonnya. Film berdurasi sekitar 157 menit (1,5 jam) ini masih berkisah seputar topik serupa seperti seri film-film pendahulunya.

Hanya saja kali ini mengambil latar cerita perlombaan luar angkasa (space race) antara dua negara adidaya di era 60-an, yaitu Amerika dan Uni Soviet. Yang mungkin pada saat itu, sedang muncul pergolakan-pergolakan hebat juga di negara-negara Asia Tenggara. Tapi tentu saja film tidak membahasa banyak tentang hal itu.

Dari sisi cerita, rasanya tidak ada unsur baru, hanya unsur-unsur klasik seperti musuh baru, pengkhiatan, percobaan invasi, rencana-rencana terselubung. Jadi bisa dikatakan, tidak ada adegan film yang cukup mengejutkan atau tidak diduga jalan ceritanya menurut saya. Meskipun mungkin bagi banyak orang lainnya, Dark of the Moon memberikan kejutan-kejutan tersendiri, terutama bagi mereka yang menunggu dan penasaran dengan kehadiran Sentinel Prime, salah satu autobots yang pertama yang berjuang untuk perdamaian.

Judulnya sendiri menyimpan misteri, karena merupakan kunci konflik yang muncul dan nyaris menghancurkan peradaban manusia. Tapi karena sudah banyak cuplikan film dan bocoran pra rilis film itu sendiri, maka misteri itu seperti sudah layu. Mungkin seandainya saat menonton belum tahu banyak, maka sepanjang film pasti mengundang rasa penasaran yang lebih otentik.

Saya rasa dibandingkan dua pendahulu sebelumnya, Dark of the Moon menampilkan lebih banyak unsur komedi, tapi kadang karena perbedaan budaya, beberapa lelucon sepertinya menjadi mentah.Ataukah mungkin selera komedi saya yang berbeda dari para penggarap naskah? Pun demikian jangan khawatir, karena banyak adegan yang bisa mengocok perut anda.

We were once a peaceful race of intelligent mechanical beings. But then came the war, between the Autobots that fought for freedom and the Decepticons that dreamt of tyranny. Overmatched and outnumbered, our defeat was all but certain. – Optimus Prime.

Secara umum, saya menyukai film ini, namun memang tidak bisa diberikan nilai yang memuaskan, setidaknya nilai 7/10 adalah nilai baik yang bisa saya berikan.

Transformers: Dark of the Moon saya rasa pas sebagai film keluarga, hanya saja karena ketegorinya untuk remaja, mungkin tidak akan pas untuk anak-anak.

Iklan

7 thoughts on “Sisi Gelap yang Tersembunyi

  1. saya juga nonton versi non-3D-nya 😆 sepertihalnya film mcG lainnya, film ini masih memamerkan total demolition 😆 jadi inget BADBOYS2 jadinya cuman versi robot 😀 …

    masih menunggu batman dark knight rises … walau engak akan menggunakna format 3D “hanya” menggunakan kamera IMAX (kalau enggak salah), tapi film Duet christian (aktor dan sutradara) tersebut sukses membuat dada saya serasa di hajar sewaktu saya menonton dark knight di XXI 😆 bapak saya malahan hampir enggak kuat dan mau muntah hehehe

    Suka

    1. Kalau Batman sih memang tidak perlu efek 3D, bayangkan saja kalau suriken kelelawarnya benar-benar terbang ke penonton, kan bahaya tuh :lol:. Yah, ditunggu saja Mas :D.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s