Mencicipi Bodhi Linux 1.2

Ada sebuah distribusi Linux minimalis berbasis Ubuntu dengan  menggunakan Enlightenment Desktop, yaitu Bodhi Linux. Bagi saya ini adalah salah satu distro yang paling menarik untuk dicicipi, bukan hanya karena ringan, namun juga mendukung banyak perangkat – meski mungkin memang tampaknya hanya mendukung perangkat 32-bit saja.

Ketika Gnome 3 mengalami banyak keluhan dan KDE 4.7 masih tampak stagnan, Bodhi Linux hadir dengan Enlightenment E17 di mana Enlightement adalah desktop yang kini mengalami pengembangan besar-besaran memberingan sistem yang ringan dan artistik dari segi estetikanya. Tentu saja tampilannya masih berbasis tampilan GTK. Bodhi Linux membawa perubahan dan pemutakhiran terbaru dari dekstop Enlightenment.

Ukuran berkas instalasi Bodhi Linux tidaklah besar, mungkin hanya separuh kapasitas sebuah CD rata-rata. Seperti halnya Ubuntu, Bodhi Linux hadir sebagai LiveCD, sehingga dapat dicoba tanpa perlu memasangnya langsung pada komputer. Ini akan membuat Anda menemukan apakah Bodhi sesuai dengan selera Linux anda. Dan seperti biasa, saya mencobanya dengan menggunakan Oracle Virtual Machine Box.

Untuk menjalankan LiveCD, tinggal pilih opsi yang pertama, maka proses akan melakukan hal-hal selanjutnya dengan mudah dan sederhana.

Ada hal baru yang saya temukan pada Bodhi Linux, yaitu ketersediaan memilih jenis tampilan desktop berdasarkan tampilan terbaik. Ada tampilan dasar, tampilan yang disesuaikan dengan desktop, disesuaikan dengan notebook, disesuaikan dengan perangkat tablet, ataupun tampilan yang artistik. Mungkin inilah salah satu fitur yang ditawarkan oleh dekstop Enlightenment.

Pasca memilih tampilan desktop, maka kita ditawarkan memilih tema yang akan digunakan. Jangan khawatir, tema ini bisa diubah nanti saat berada di dekstop, tapi ya setidaknya memilih di awal tidak ada salahnya.

Setelah semua itu, kita akan dihadapkan pada live preview dari Bodhi Linux 1.2.

Saya pun mencicipi salah satu distro pengusung Enlightenment ini, kesan saya, memang begitu minimalis – meskipun jika urusan minimalis saya masih lebih suka Elementary. Beberapa fitur yang hanya ada di Enlightenment memang rasanya menarik untuk dicicipi, sayang karena saya menggunakan VM jadi sepertinya agak tanggung juga.

Tentu saja seperti Linux lainnya, tampilan Bodhi Linux juga bisa diubah sesuai dengan selera penggunanya, tidak harus stagnan mengikuti tampilan pabrikan. Jika Anda bisa menghasilkan desktop yang cantik, bisa diajukan ke komunitas untuk dilombakan, setiap minggunya ada desktop cantik yang dinominasikan sebagai pemenang.

Jika kesulitan mengenali Bodhi Linux sebagai sistem yang baru, tinggal membuka peramban Midori, di sana sudah terapat mini wiki mengenai penggunaan Bodhi Linux, termasuk akses ke penjelasan peranti lunak berikut pranalan pasang dan unduhnya – ini merupakan sesuatu yang unik ketika wiki digabungkan dengan software manager.

Video di atas adalah tinjauan pendek dari salah satu pencicip Bodhi Linux, dan akan memberikan anda gambaran singkat mengenai distro muda dengan logo daun hijau yang satu ini. Untuk informasi lebih banyak tentang Bodhi Linux, silakan kunjungi situs resminya.

Iklan

16 Comments

  1. Saya susah mencobanya nih, bodhilinux. Ringan. Keren. Tapi waktu ngoprek2 gadget, bagian yang buat menghubungkan laptop keinternetnya kehapus (ga sengaja). Ngembaliinnya lagi gimana ya om? – bales ke e-mail juga please.. :]

    Suka

    Balas

    1. Ahdoy, pertama selamat dulu karena sudah mencoba BodhiLinux. Hmm…, saya tidak begitu sering mengoprek gadget, tapi saya rasa panduan yang Ahdoy perlukan ada di halaman “The Bodhi Guide to Enlightenment – Gadgets”.

      Suka

      Balas

    1. Mas Andi, ndak cuma di PC jadul, Ubuntu juga berat di PC baru, tapi tidak tahu juga, katanya edisi baru nanti bakal lebih ringan (itu yang selalu dibilang Canonical).

      Suka

      Balas

    1. He he…, sepertinya memang masih dari Ubuntu, belum saya lihat lagi. Kemarin mau ngunduh Hydrogen, eh, torrent diblok sama Depkominfo, parah deh, bisa-bisa buyar hobi saya icip-icip distro Linux :D.

      Suka

      Balas

        1. Entahlah Mas Rangga, kalau situs porno sih ndak masalah diblok, itu memang sudah kewajiban mereka sebagai ISP (baca: smartfren), tapi torrent kan tidak selalu berada di wilayah hitam, kalau diblok, saya bisa berhenti deh jadi pengguna Linux.

          Suka

        2. Oh, yang ngeblok cuma dari ISP tertentu kayaknya ya mas. Kalau ISP yang saya gunakan sih nggak ngeblok Torrent. Sejauh ini saya leluasa banget mengunduh file via torrent 😉 (salah satunya file Bodhi Linux di atas).

          Suka

        3. Kalau yang Bodhi Linux kan masih bisa diunduh dari sourceforge NET, jadi kalau terputus di tengah jalan bisa dilanjutkan lagi. Tapi kalau Mandriva atau beberapa distribusi lain ndak bisa begitu, enaknya ya pakai torrent Mas.

          Suka

        4. Kalau pakai uGet apa juga nggak bisa diresume ya mas? Tapi memang, setahu saya ada beberapa file/berkas yang tidak bisa diresume ketika putus di tengah jalan (walaupun menggunakan bantuan aplikasi downloader).

          Suka

  2. Melihat tampilan dekstop Enlightenment tersebut, saya cukup setuju dengan peniaian mas Cahya (minimalis dan cantik). Jadi pengen nyoba juga nih. Kira-kira, berapa MB ya ukuran berkas file ISO-nya? Saya rasa Distro ini bisa jadi alternatif bagus selain Linux Mint (jika ingin mencari yang ringan, namun tetap cantik secara estetika).

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.