Menutup Proyek Linux

Bulan ini sebenarnya ada banyak distribusi Linux yang saya coba, namun beberapa hal membuat saya terpaksa mengurungkan niat itu hingga beberapa waktu yang tak terbatas. Saat ini kecepatan mengunduh Smartfren Connex hanya berkisar  20 KiB/s, dan maksimal 40 KiB/s (setara dengan 156 kbps sampai 384 kbps). Dan juga penutupan akses torrent membuat saya tidak bisa mengunduh dengan baik.

Sangat berbeda dengan saat masih berada dalam payung Mobi dulu, kecepatan dapat mencapai 200 KiB/s setara dengan 1,3 Mbps. Saya rasa karena semakin banyaknya pengguna Smartfren, tidak hanya yang menggunakan modem, namun juga banyak perangkat Androids (baik yang legal maupun dari pasar gelap) yang menggunakan jaringan ini.

Dulu mengunduh distribusi Linux berukuran DVD bukanlah sesuatu yang perlu ditunggu seharian untuk selesai, namun sekarang, mengunduh distribusi Linux berukuran CD-pun masih perlu memikirkan kapan bisa selesai.

Hingga saya mendapatkan akses Internet yang lebih baik, saya mungkin akan menutup proyek mencicipi Linux saya, karena sekarang sudah tidak memungkinkan lagi.

Hanya beberapa distro saja yang mungkin masuk ke dalam daftar unduhan.

Linux memerlukan infrastruktur dunia IT termasuk jaringan Internet yang memadai, tanpa itu kita tidak akan dapat secara mandiri belajar akan peranti lunak open source, apalagi mau turut serta dalam pengembangannya.

Setidaknya, saya masih beruntung karena Green Geeko saya masih bisa berjalan pada jaringan seperti ini.

Iklan

22 tanggapan untuk “Menutup Proyek Linux

  1. Saya & teman saya juga sudah 3 bulan terakhir ini beralih menggunakan jasa dari telkom speedy setelah beberapa kali mencoba menggunakan jasa dari provider GSM. Yeah, cukuplah paket rumahan untuk menghidupi openSUSE tumbleweed dan untuk bermain dengan ponsel cerdas punya teman saya. 😦

    BTW, kapan akan dibuka lagi proyek tersebut?

    Suka

    1. Wah, saya belum ada anggaran kalau mau pakai Speedy Mas, setidaknya itu perlu anggaran sekitar sejuta setiap bulannya, kalau sudah jadi pebisnis mungkin (lha, ndak mungkin juga) :D.

      Kapan-kapan deh, melihat jodoh dengan akses Internet yang lebih baik, berdoa saja :D.

      Suka

    1. Kalau tentang Linux sih ilmunya sudah betebaran di dunia maya, mulai ilmu jadi pengguna, hingga membangun sendiri Linux-nya secara mandiri, tinggal ditelusuri saja kalau memang mau meluangkan waktu untuk belajar :).

      Suka

  2. Kalau untuk mengunduh file Linux, saya sangat terbantu dengan paket malam dari salah satu ISP ternama. Kecepatannya sekitar 100-200an KiB/s (maksimal 2 Mbps). Cocok sekali digunakan pada malam hari, tepatnya dini hari (mulai pukul 00.00 – 05.59). Lumayan banget kok. Dengan harga 25 ribu, kuota yang diberikan sekitar 4 GB (masa aktif sebulan). Sedangkan jika memilih paket 50 ribu, kuotanya 8 GB (masa aktif juga sebulan). Tapi ya cuma bisa digunakan pada dini hari. Itupun tergantung kondisi jaringan di tempat kita berada juga. Kalau di tempat saya, speed-nya kenceng banget (sesuai yang dijanjikan pada promonya).

    Rencananya saya akan memulai proyek mencicipi Linux ala mas Cahya 🙂 Proyek pertama saya ialah Bodhi Linux. Memanfaatkan Virtual Box yang selama ini nganggur..hehehe. Tapi masih nunggu mood untuk menuliskan hasil penggunaannya. Kemungkinan juga nggak akan saya tuliskan di blog.

    Pokoknya yang penting saya bisa lebih banyak menjajal distro lain aja deh (selain Ubuntu).

    Suka

    1. Mas Is, kalau Smartfren pakai paket premium juga bisa segitu 😀 – tapi kan tetap saja limited, lha biasanya saya mengunduh puluhan GB dalam sebulan, mana cukup hanya dengan 8 GB, he he… #moderakus :D.

      Sekarang mengunduh 10 GB bisa perlu waktu seminggu, padahal dulu 2 hari saja selesai. Sedih… :(.

      Suka

      1. Wah, rakus banget ya kalau gitu 😉 Kalau saya, 8 GB sebulan sudah lebih dari cukup rasanya. Yach, kembali lagi pada kebutuhan masing-masing saja ^_^

        Suka

        1. Lha, bayangkan saja, kalau sebulan rilis 8 OS baru dengan 4 CD dan 4 DVD apa cukup 8 GB? 🙂 – lagipula biasanya saya share via torrent, sehingga kita tidak hanya mengunduh, namun juga membagi pada mereka yang memerlukan ;).

          Suka

  3. Waduh, Mas Cahya, sekarang SMartfren gak kenceng ya?
    Berarti iklan tipi yang skrg lagi gencar2nya itu… bohong? 😮

    Terus, kalo pake smartfren gak bisa pake torrent?

    Suka

    1. Mas Asop, kalau untuk browsing lho, Smartfren masih relatif cepat di lokasi saya, setidaknya masih lebih baik dari Telkomsel Flash, AHA, 3 ataupun Flexi yang pernah saya coba. Browsing-nya setara dengan kecepatan IM2 pasca bayar premium (ketika masih ada kuota), ya lumayanlah. Buat mengunduh, sebenarnya 20-40 KiB/s itu lumayan cepat untuk sebuah layanan dial-up, tapi ya itu, dibandingkan dulu, kualitas dan kecepatannya sudah jauh menurun :(.

      Iklannya tidak bohong, dulu memang membuka youtube berukuran 360p sama sekali tidak pernah menunggu rending, tapi sekarang mah harus mengelus dada :D. Masih kurang memuaskan untuk sebuah layanan berbasis EVDO.

      Suka

  4. kemarin saya mendownload ubuntu menggunakan koneksi speedy, tapi kenapa speed maksimalnya cuma sampai 46 kbps 😦
    apakah pengguna speedy sudah terlalu banyak ???

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s