Menekan Yang Lemah

Entah kenapa – mungkin karena hukum alamnya – manusia juga memiliki kebiasaan menekan yang lemah. Walau bisa dikatakan untuk bertahan hidup, kadang kita berebut sumber daya yang terbatas. Namun semua itu tampaknya bukan berujung hanya pada sekadar tentang bertahan hidup.

Kadang untuk bahkan hanya sekadar untuk memenuhi kepuasan yang sama tidak esensial, manusia pun bisa menekan yang lemah – menekan sesamanya. Keuntungan material dan imaterial kadang menjadi segala-galanya yang dipuja, menyingkirkan apa yang disebut kemanusiaan itu jauh di belakang.

Larva on Notebook

Bahkan ketika orang menempatkan sebuah senyum “kewajiban” pada kliennya, maka itu adalah bentuk penekanan yang paling tak kentara.

Menekan yang lemah hanya memberi kepuasan bagi mereka yang melepas kemanusiaannya yang murni.

Jika kita merasakan kesetaraan akan kemanusiaan itu sendiri, maka kita tidak akan merasa lebih kuat ataupun ada yang lebih lemah di antara kita. Dan mungkin dengan demikian kita akan menemukan kealamian untuk tidak menekan sesama kita, karena penekanan bermakna kekerasan yang hanya saja tampak lebih lembut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.