Mencegah Migrain

Migrain (migren) umum dikenal dalam masyarakat sebagai sebentuk serangan nyeri kepala sebelah yang berdenyut, nyeri sering kali amat hebat sehingga terasa menyiksa bagi penderitanya. Bahkan tidak jarang jika serangan migrain yang hebat bisa diikuti oleh rasa mual dan muntah kemudian kehilangan selera makan. Kadang juga disertai pandangan menjadi kabur atau terganggu, melihat cahaya yang “berdenyut” atau bintik-bintik kehitaman pada medan pandang.

Migrain menyiksa karena bertahan cukup lama, antara satu jam hingga setengah hari, dan pada sedikit kasus bahkan bisa bertahan lebih lama lagi. Pemicunya pun beragam, mulai dari aktivitas, makanan hingga bau-bauan. Beberapa kondisi emosi juga dapat memicu migrain. Dan khususnya perempuan yang rentan terhadap migrain mungkin akan sering mendapati serangan terjadi selama masa menstruasi.

Meski dikatakan dapat dicegah, namun tidak semua migrain dapat dicegah. Jika Anda dapat menentukan faktor pemicu migrain, maka ada peluang untuk menghindarinya, tentunya ini juga dapat membantu Anda sehingga tidak terlalu sering mengalami migrain atau seberapa parah migrain yang muncul.

Jika Anda pecandu kopi, namun memiliki migrain, waspadalah. Memang kafein dikenal memiliki efek membantu mengurangi migrain, namun pada dosis yang berlebih justru dapat memacu munculnya migrain. Namun demikian, jika terbiasa dengan dosis kafein tertentu dan tiba-tiba memutuskan konsumsi kafein, ini juga dapat memicu migrain.

Jenis makanan tertentu juga dapat memicu migrain, misalnya yang mengandung tyramine seperti daging atau keju yang sudah agak lama, minuman atau makanan yang diferementasikan (diragi); yang mengandung sulfat seperti makanan yang diawetkan dan anggur; dan yang mengandung monosodium glutamat (MSG – penyedap rasa), atau mengandung penyedap rasa lainnya. Jadi jika salah satu makanan tersebut adalah pemicu migrain anda, maka menghindarinya adalah langkah yang baik.

Tentu saja stres juga dapat memicu munculnya migrain, jika seseorang sering merasakan migrain muncul mengiri stres, maka perlu dilakukan manajemen stres yang baik untuk meningkatkan kondisi kesehatan secara holistik dan menghindari migrain. Beberapa kasus mungkin justru terjadi sebaliknya, migrain justru muncul ketika seseorang sedang melepaskan stres, misalnya ketika duduk santai setelah pulang dari jadwal kerja yang padat.

Di situs Klinik Mayo disebutkan bahwa hormon estrogen juga dapat memicu munculnya nyeri kepala dan migrain. Hal ini mungkin sulit dihindari ketika siklus menstruasi terjadi pada wanita, namun jika picuan ini muncul akibat obat-obatan yang mengandung estrogen, maka mungkin Anda bisa menghindari obat-obatan yang mengandung estrogen – misalnya pil KB (pil pengontrol kelahiran) dan terapi pengganti hormon. Silakan konsultasikan pada dokter jika Anda memerlukan alternatif yang lebih tepat. Obat-obatan antinyeri (penghilang rasa sakit) jika digunakan secara berlebihan juga dapat memicu munculnya migrain.

Bepergian atau perjalanan jauh juga bisa memicu migrain, apalagi jika bepergian juga melibatkan kondisi yang menyebabkan kurang tidur, stres dan perubahan pada kondisi cuaca dan ketinggian – yang kesemua faktor itu bisa memicu migrain. Jika Anda akan melakukan perjalanan jauh, persiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin, dan pastikan selama perjalanan Anda akan mendapatkan cukup istirahat – termasuk tidur yang lelap.

Meskipun Anda sudah menghindari semua faktor pemicu migrain, Anda mungkin masih akan mengalami serangan migrain sesekali dalam frekuensi dan intensitas yang lebih ringan. Dan juga ada banyak orang yang tetap mengalami migrain yang hebat dan sering tanpa memandang sebaik apapun mereka telah melakukan tindakan pencegahan.

Sehingga, tidak menutup kemungkinan untuk mencoba hal-hal lain yang mungkin memberikan bantuan untuk mengatasi migrain anda. Yang cukup banyak dipilih adalah olahraga secara teratur, meskipun alternatif lain seperti yoga, akupuntur, dan pijat kesehatan – sejenis chiropractic dan lain sebagainya mungkin bisa membantu.

Jika semua itu tidak dapat membantu Anda mencegah migrain, maka beberapa obat-obatan bisa diberikan sebagai tindakan pencegahan. Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anda untuk menentukan obat mana yang pas untuk anda, memberikan manfaat terbaik, dengan efek samping yang paling sedikit. Dokter yang berbeda mungkin akan memiliki pendekatan yang berbeda dalam membantu Anda guna mengatasi migrain.

Golongan-golongan obat yang dapat digunakan termasuk golongan penyekat beta (beta blocker), penyekat kanal kalsium (calcium channel blocker), penghambat ACE (ACE inhibitors), penyekat reseptor angiotensin (ARB), obat anti-kejang, beberapa obat untuk depresi dalam dosis yang rendah.

Misalnya saja, obat-obat beta blocker termasuk propanolol, metoprolol dan timolol. Biasanya secara klasik digunakan untuk mengobati angina (nyeri dada khas pada serangan jantung) dan tekanan darah tinggi. Mungkin belum begitu jelas mengapa beta-blocker juga memiliki kemampuan mencegah migrain. Namun beta blocker tidak sesuai pada orang-orang dengan asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), penyakit pembuluh darah dan gagal jantung. Efek sampingnya meliputi tangan dan kaki menjadi dingin, kelelahan dan kemungkinan halusinasi (melihat atau mendengarkan sesuatu yang tidak nyata).

Dokter lain mungkin akan memilih gabungan beta blocker dan dosis rendah amitriptyline (obat antidepresan), yang dosisnya bisa dinaikkan jika diperlukan. Sedangkan antikolvulsan (anti-kejang) yang cukup populer digunakan adalah topiramate, yang biasanya digunakan untuk mencegah serangan epilepsi.

Simpulannya, jika Anda sering terganggu dengan serangan migrain, cobalah menghindarinya dengan menghindari faktor pencetus yang diketahui seperti makanan/minuman, obat, stres, kelelahan atau bau-bauan yang menyengat. Cobalah hidup secara alami dan sehat dengan pola makan dan olahraga yang teratur. Jika belum berhasil, bantuan alternatif seperti yoga, akupuntur, dan manajemen stres mungkin dapat membantu anda. Namun jika semua usaha tidak membuahkan hasil, silakan berkonsultasi dengan dokter anda untuk memilih pengobatan pencegahan bagi serangan migrain yang paling tepat untuk anda.

Iklan

15 thoughts on “Mencegah Migrain

  1. saya setuju kopi bisa membuat hilang migran. karena memang sudah saya coba 😀 kalau migran saya tidak mengkonsumsi obat 😀 lebih baik minum kopi hitam tanpa gula. saya juga sedikit takut sih dengan effek “nagih”nya makanya belum pernah meminum kopi lebih dari 2 gelas kecil 😆

    Suka

      1. Saya bukan engkong2 di sinetron betawi bli 😀 yg minum kopi gelasnya berdimensi 1 liter 😆 … ?Nanti saya posting deh gelas paporit saya kl minum kupi *penting gitu posting gelas 😆 *

        Suka

  2. Thank God aku belum pernah migrain (mudah-mudahan gak akan pernah) tapi kakakku tuch sering banget migrain. I’ll sending this article to her. Thank you, Cahya 🙂

    Suka

  3. Saya juga punya migren mas. Tapi kalau lagi kambuh obatnya cuma tak tidurin aja. dulu sempet disaranin sama guru bk waktu masih sma kalau migren jangan minum obat, tapi buat tidur saja… gak tau juga gimana argumennya, tapi prosentasenya yang saya alami sering sembuh…

    Suka

    1. Tidak ada secara langsung Pak, namun ada yang namanya MAV (migrain terkait vertigo), bukan sesuatu yang umum, biasanya terhubung dengan penyakit-penyakit lain yang menyerang sistem vestibular (saraf dan pusat keseimbangan).

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s