Sisi Lain Produk Kesehatan Populer

Semalam saya berjalan-jalan di dunia maya dan menemukan sebuah tulisan dari MSN Health yang cukup mengejutkan tentang produk-produk kesehatan yang sering kita gunakan sehari-hari. Karena meski beberapa ada dalam basis pengetahuan saya, namun saya sendiri tidak pernah berpikir sampai sejauh itu – atau memberikan pandangan sejauh itu – mungkin oleh sebab pengalaman saya yang masih hijau dalam dunia kesehatan.

Mungkin ini tulisan tersebut memang ditujukan terhadap pembaca di Negeri Paman Sam sana, namun saya sendiri menjadi tertarik untuk merenungkannya sejenak dan membawanya ke halaman ini. Apalagi dengan kata-kata “produk-produk kesehatan yang dijual bebas tidak selalu layak untuk jadi alasan pengeluaran anda – dan beberapa justru bisa menyebabkan masalah kesehatan daripada menanggulanginya”.

Mari kita lihat beberapa di antaranya.

Tetes mata pereda mata merah

Bahkan jika Anda terlihat seperti pemabuk terburuk di muka bumi, hindari menggunakan tetes mata ini secara teratur dan menjadikannya kebiasaan. Mereka dapat mengaburkan masalah utama/penyebab yang sebenarnya, seperti mata kering, alergi, atau iritasi karena penggunaan lensa kontak. Dan dapat menyebabkan kemerahan (persistent) yang menetap karena mata anda terbiasa dengannya.

Beberapa tetas mata mungkin mengandung komponen terapeutik yang sebenarnya tidak baik jika digunakan dalam jangka waktu lama, misalnya steroid. Jika Anda terbiasa menggunakan tetes mata ini, justru akan berdampak buruk pada kesehatan mata.

Saran: Hal pertama yang paling penting untuk dilakukan adalah menemukan penyebab mata merah tersebut, dan melakukan intervensi terapeutik secara tepat pada faktor penyebab jika diperlukan. Dokter anda akan dapat membantu untuk hal ini.

Sabun cuci tangan antibakterial

Sekitar 75% sabun cuci tangan cair (yang ada di Amerika tentunya) mengandung “bumbu” antibakterialnya tersendiri, namun Anda bisa mencuci tangan anda menggunakannya. Di luar set dunia kesehatan atau penyedia layanan kesehatan, produk-produk yang mengandung agen antibakterial tidak terbukti mencegah penyebaran infeksi lebih baik dari jenis sabun biasa – ini dikemukakan oleh CDC. Dan saya rasa, di negara kita sendiri cukup banyak komersialisasi sabun dengan tambahan daya antibakterial atau antiseptik.

Untuk wilayah rumah tangga, perkantoran (di luar set layanan kesehatan), sabun biasa sudah cukup membantu menjaga higienitas dengan baik. Lagi pula tubuh manusia yang sehat memiliki mekanisme pertahanan yang baik untuk masalah ini. Dan tidak semua bakteri tentunya berbahaya bagi tubuh kita.

Saran: Cukup gunakan sabun biasa dan air, akan lebih baik menggunakan air yang mengalir. Cuci tangan dengan seksama, termasuk telapak tangan, punggungnya, jari jemari, sela antar jari, kuku, dan hingga pergelangan tangan. Bilas dengan bersih, lalu keringkan dengan kain/handuk yang bersih.

Penyatinasi sikat gigi

Mungkin di Indonesia tidak umum, namun di luar sana ada juga produk yang diklaim mampu melakukan sanitasi untuk ikat gigi yang kita gunakan. Di mulut kita memang ada ratusan jenis bakteri, bahkan memang tidak jarang bakteri dibawa oleh sikat gigi yang tidak dikemas secara steril.

Namun ini bukanlah alasan menjadikan kita takut secara berlebihan. Bahkan produk ini pun belum memperlihatkan manfaat kesehatan yang bermakna, tentu saja karena tubuh kita memiliki kemampuan melawan kuman-kuman ini.

Saran: Cuci sikat gigi anda dengan menyulur pada air yang mengalir. Lalu letakkan pada posisi tegak dengan kepala sikat di atas, dan biarkanlah mengering dengan sendirinya.

Obat kumur penyegar napas

Jika Anda sehat, maka Anda tidak memerlukan obat kumur kecuali jika dokter gigi anda merekomendasikan atau meresepkannya demikian untuk alasan terapeutik (misalnya, untuk mulut kering).

Saran: Untuk memerangi napas bau dan plak, sikat dan bersihkan gigi anda dua kali sehari, dan kunjungi dokter gigi anda secara teratur. Namun jika Anda memiliki napas bau yang kronis (berlarut-larut) – dan tidak berhubungan dengan menu makan anda (seperti bawang putih) – konsultasikan dengan dokter gigi anda. Karena bau mulut yang membandel bisa menandakan suatu masalah kesehatan mulut, seperti penyakit gusi, bahkan kadang lebih serius lagi, seperti diabetes misalnya.

Toner wajah

Saya rasa ini apa yang sering digunakan kaum perempuan (atau para artis), facial toner – disebut juga astringent – untuk menghilangkan makeup dan mengecilkan ukuran pori, namun mungkin Anda dapat melakukan itu tanpa toner. Karena toner umum berfungsi (dan memang didesain) untuk memulihkan pH kulit setelah pembersihan (karena gangguan pada pH kulit akan merusak keseimbangannya dan menyebabkan iritasi serta kekeringan). Namun jika Anda menggunakan pembersih yang lembut yang tidak mempengaruhi pH kulit, maka Anda tidak akan memerlukan toner.

Saran: Sebaiknya gunakan saja pembersihan yang lebih lembut/ringan atau sabun tanpa parfum dengan tanpa tambahan agen antibakteri. Namun perlu diingat juga, jika Anda memiliki kulit berminyak yang berlebihan, mungkin akan baik menggunakan toner yang bebas alkohol, namun kebanyakan orang tidak memerlukan itu.

Pelembab mahal

Ada banyak krim “ajaib” seharga setinggi langit dengan bumbu eksotis. Tidak ada penelitian yang mendukung bahwa krim wajah mahal memberikan hasil lebih baik dibandingkan merek kelas menengah yang bagus. Secara umum, pelembab itu ya pelembab.

Saran: Untuk memerangi kerut dan meningkatkan tekstur kulit, carilah pelembab yang mengandung retinol atau antioksidan – merek-merek lokal yang umum juga baik. Rutinitas keseharian anda sebaiknya diawali dengan menggunakan tabir surya, bahkan mungkin pada saat cuaca mendung dan tidak banyak sinar matahari. Tabir surya yang memberikan perlindungan ideal terhadap sinar UVA dan UVB adalah yang mengandung SPF 30 atau lebih tinggi.

Multivitamin

Sebenarnya multivitamin tidak diperlukan bagi orang-orang sehat yang tidak memiliki defisiensi vitamin. Dan beberapa suplemen bisa jadi menyebabkan masalah kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

Seperti contohnya, vitamin A berlebih bisa menyebabkan kerusakan hati, sementara vitamin C berlebihan berkontribusi terhadap pembentukan batu ginjal dan diare. Saya sendiri masih ingat beberapa bulan lalu cukup jamak dibicarakan kemungkinan kelebihan suplementasi vitamin E pada laki-laki dapat meningkatkan risiko kanker prostat.

Saran: Jika Anda tidak memiliki defisiensi/kekurangan vitamin, cukup makan makanan bergizi seimbang termasuk di dalamnya makanan alami seperti pelbagai buah dan sayuran. Pengecualian: Perempuan hamil sebaiknya/disarankan mengonsumsi vitamin prenatal untuk mencegah kelainan janin.

Douche

Membersihkan atau mencuci vagina dengan air atau cairan lain sebenarnya tidaklah perlu dan bahkan dapat merugikan kesehatan. Karena keseimbangan normal vagina dapat terganggu, sehingga justru membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi atau iritasi.

Saran: Tidak ada – vagina memiliki kemampuan membersihkan dirinya sendiri. Namun jika Anda menemukan adanya bau dan lendir yang tidak sedap, konsultasikan dengan praktisi kesehatan, ini mungkin saja tanda infeksi.

Produk kewanitaan beraroma

Saya kurang tahu, nampaknya ada tampon, pembalut dan douche serta sejenisnya yang beraroma. Namun menurut ahli, ini memberikan lebih banyak kerugian daripada manfaat, juga berpotensi menimbulkan infeksi dan iritasi vagina.

Saran: Gunakan produk-produk yang tidak mengandung pengharum, atau gunakan yang netral saja. Agar kesehatan daerah vagina tetap terjaga dan segar, cukup cuci bagian luar vagina dengan sabun lembut dan air hangat biasa saja – atau cukup dengan air hangat saja.

Beberapa obat pencegah pilek

Hidung berair? Anda mungkin bisa melewatkan saja echinacea dan vitamin C. Karena penelitian akan keefektifan mereka belumlah final. Dan berhati-hatilah jika Anda menggunakan spray/semprotan hidung berbasis zinc, mereka bisa menurunkan daya penciuman anda, bahkan bisa jadi secara permanen.

Saran: Lebih baik menjaga higienitas selama musim pilek dan flu – dengan sabun yang biasa saja tentunya.

Iklan

20 tanggapan untuk “Sisi Lain Produk Kesehatan Populer

  1. Cahya, penjelasan di bawah masing-masing produk kesehatan berasal dari situs MSN ya, artinya berupa kutipan? Soalnya bahasa yang digunain terasa seperti translet murni dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Terus yang saran, itu saran dari kamu kan?

    Suka

    1. Deva, kalau mengutip bukannya selayaknya diupayakan agar sama persih, ya seperti versi bahasa pengutipnya. Dan tentu saja sarannya saya ambilkan dari sana juga, sehingga tidak menyalahi etika pengutipan.

      Suka

        1. Hahhaa….aku nich lagi puasa makan roti boy! Abis tiap ada niat beli roti boy kok yang kebayang muka kamu dengan air liur ya 😀

          Suka

  2. Sudah terbiasa, jika ada gejala yang tidak nyaman langsung menghubungi dokter perusahaan, lagian gratis.
    Kadang-kadang menggunakan obat kumur mulut tanpa rekomendasi dokter.  Biasanya dilakukan kalau mulut terasa tidak nyaman.

    Suka

    1. Pak Aldy, memang sebaiknya demikian, apalagi sudah disediakan fasilitas cuma-cuma. Obat kumur tidak berbahaya setahu saya, namun maksud artikel asli yang saya kutip tersebut, sering kali sebenarnya tidak diperlukan – artinya kalau orang yang bersangkutan mau, ya boleh saja :).

      Suka

    1. Tentu saja ngemil itu oke, Bung Iwan, apalagi ditambah secangkir kopi, asal tidak sedang ada kondisi kesehatan yang membatasinya – itu akan jadi pas sekali :).

      Suka

  3. saya menggunakan beberapa produk yang mas cahya sebutkan, diantaranya adalah listerin 🙂

    tidak rutin sih. tapi ini merupakan tulisan yang menggugah wacana

    Suka

    1. Saat ini – memang – jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, semakin banyak yang menjadikan obat kumur sebagai standar perawatan wajib.

      Suka

  4. Mungkin inilah alasan kenapa manusia pada zaman modern sekarang ini rada “penyakitan” dan jenis penyakit malah nambah banyak. Nggak kayak zaman dulu ketika segala sesuatu yang bersifat “buatan” hampir tidak ada atau sangat minim 🙂

    Suka

      1. Haha. Saya ‘sok tahu’ ya kalau gitu mas. Asumsi saya sih, semakin mundur sebuah zaman, maka penggunaan/pembuatan segala sesuatu yang tidak alami akan semakin sedikit. Logikanya, makin mundur, teknologi kan makin sedikit digunakan.

        Suka

  5. membaca dengan cermat dari atas sampai bawah.. saya termasuk yang parno dengan industrial pharmaceutical yang bagi saya [pribadi] banyak mengada-ada.

    saya catat sarannya ya Bli dok 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s