Avast! dan Idealisme Perusahaan

Jika berbicara produk gratis, maka avast! antivirus mungkin salah yang pertama yang akan saya sebut. Bukan apa-apa, namun saya menyukai idealisme perusahaannya dengan semboyan sederhana “being free”. Artinya sebuah produk “antivirus” yang sepenuhnya gratis, tanpa ada kemampuan atau fitur yang dikebiri – bahkan hingga dukungan-pun gratis.

Saya tidak tahu bagaimana cara mereka menjalankan perusahaan, namun melihat gerak komunitasnya sendiri, saya biasa merasakan “tangan-tangan tak tampak” yang membantu menyokong produk ini berdiri di jajaran terdepan. Sebuah perusahaan kecil dengan teknologi modernisasi yang benar-benar optimal.

Baru-baru ini avast! mengumumkan bahwa dukungan gratis melalui telepon pagi pengguna berbahasa Inggris ditutup. Avast! dulu membangun sistem dukungan melalui telepon ini melalui iYogi (pihak ketiga) yang menyediakan layanan cuma-cuma ini. Setiap bulan ada ratusan ribu telepon meminta dukungan untuk masalah yang ditemukan pada produk avast! – termasuk pada pengguna gratis produk mereka.

Namun belakangan ini, iYogi melalukan pendekatan yang tidak etis pada konsumennya, termasuk pengguna avast! – guna menjual produk dukungan premium mereka. Pengguna dinyatakan mengalami masalah pada komputer mereka, dan diperlukan produk dukungan premium (berbayar) untuk mendapatkan solusinya – padahal masalah tersebut tidak ada sama sekali.

Avast! tidak menemukan titik temu dengan pihak iYogi untuk memperbaiki “tingkah laku” yang tidak etis ini. Sehingga saat ini, avast! mencabut layanan bantuan dukungan melalui telepon iYogi dari halaman resmi mereka.

Saya rasa perbedaannya ada pada prinsip dan idealisme kedua perusahaan. Avast! berpandangan bahwa produk gratis memang seharusnya sepenuhnya gratis, termasuk dukungan di dalamnya. Sementara iYogi berpendapat bahwa layanan gratis itu berhak disematkan upaya untuk menjual produk berbayar (meski saya tidak tahu jika itu harus dilakukan dengan cara menipu konsumen alias scamming).

Contohnya sederhana, jika kita bertanya pada perusahaan langsung atau komunitas avast!, apakah kita perlu produk berbayar mereka. Jawabannya pastilah, jika cuma perlu “antivirus”, tidak perlu memberi produk berbayar mereka, gunakan saja yang gratis, atau gunakan produk lain yang mungkin kita rasa lebih pas.

Dukungan versi gratis tidak main-main, kita bisa meminta langsung di forum yang memiliki komunitas besar dan jawaban cepat. Atau langsung mengirimkan surat elektronik ke layanan dukungan avast. Bahkan jika dikehendaki, langsung dapat mengirim surat elektronik ke CEO avast!

Bahkan mungkin idealisme ini menular hingga ke reseller mereka. Saya masih ingat saat meminta dukungan beberapa minggu yang lalu tepat pada hari libur. Saya kira dukungan akan tiba pada hari kerja, namun dapat hitungan menit dukungan tiba termasuk solusi untuk masalah yang saya hadapi. Dan semuanya teratasi tanpa menunda-nunda.

Sebuah perusahaan dengan idealisme unik seperti ini memang jarang ada. Apalagi saat ini banyak start up unik kemudian diakuisisi oleh perusahaan yang lebih besar. Dan sering kali perusahaan yang mengakuisisi hanya tertarik memanfaatkan ide dan inovasi yang mereka miliki tanpa mau memandang mimpi dan idealisme awal yang ada.

Iklan

6 pemikiran pada “Avast! dan Idealisme Perusahaan

  1. Zippy

    Dan saya sangat bangga sebagai salah satu pengguna si Avast! ini 😀
    Oke, walau hanya yang versi gratisan, wkwkwk… 😆
    Bagus deh kalo si Avast! bertindak tegas seperti itu.
    Ternyata mereka gak “mata uang” ya 😀

    Suka

  2. febriosw

    Sy adalah pelanggan setia AVAST! Ringan dan tidak OOT kalau ketemu virus. Sejauh ini, laptop sy aman2 saja. Sy tidak memungkiri bahwa perlindungan antivirus tidak dapat sempurna 100% tetapi AVAST! di mata sy dan didukung beberapa review serta penghargaan yang diraihnya maka sy berpendapat AVAST! adalah pilihan cocok bagi sy. Hehehehe.

    Suka

  3. wow … tidak menyangka kalau ternyata hal ini lah yang membuat bli selalu mengendorse Avast! … sepertinya patut dicoba di komputer adek saya yang masih menggusung Avira 2011 😀 … sebentar lagi masa berlakunya habis 😛

    Suka

    1. Nah, itu mungkin susah Pak. Zaman sekarang orang dan perusahaan kalau ndak berani nyelup ke lumpur, bisa-bisa tergilas. Makanya, yang berhasil bertahan sesuai idealismenya patut diapresiasi.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.