Nokia Lumia 610 NFC atau 808 PureView

Saat berusaha mencari pengganti BlackBerry Odin, saya tidak melihat ke pasar Android, bukan karena tidak menarik – namun sebagai pengguna Linux, kadang agak membosankan melihat sesuatu yang dibangun dengan kernel yang sama. Jadi saya melihat ke arah lain terlebih dahulu – meski tentunya ini sebagai pertimbangan saya saja.

Apa yang saya lirik saat ini adalah dua ponsel cerdas keluaran Nokia. Memang bisa dikatakan pamor Nokia sudah tidak seperti dulu lagi, namun menggunakan Nokia ada unsur kenyamanan tersendiri saat saya menggunakan E71 yang kini diwariskan pada adik saya. Yang kini saya liri adlah Nokia Lumia 610 NFC dan Nokia 808 WideView.

Yang pertama adalah Nokia 610 NFC yang merupakan telepon pintar Nokia generasi ke-8 yang menggunakan teknologi NFC (near field communication), yang membuat ponsel dapat berkomunikasi dengan perangkat lain dengan teknologi serupa di sekitarnya. Ini merupakan teknologi yang digarap Nokia dalam dua tahun terakhir, bahkan dapat digunakan bertransaksi pembayaran via PayPass-nya MasterCard dan PayWave-nya Visa. Menarik, namun sayang saya bukan pengguna kartu kredit.

Nokia Lumia 610 NFC belum keluar di pasaran, kemungkinan akan menggunakan OS Tanggo. Saya belum tahu, mungkin spesifikasinya akan serupa dengan Nokia Lumia 610 yang biasa dengan WCDMA 850/900/1900/2100, GSM/EDGE 850/900/1800/1900; HSDPA cat 7: 7.2Mbps; 3.7” WVGA (800×480) TFT capacitive touch LCD display with pinch zoom; 256MB RAM, 8GB storage; 800 Mhz Single Core/Qualcomm Snapdragon S1; dengan kamera sekitar 5 MP. Temukan lebih banyak tentang Nokia Lumia 610 NFC di blog resmi Nokia: Nokia Lumia 610 taps into NFC with Orange.

Namun jika ada anggaran lebih Nokia Lumia 900 mungkin akan jadi lirikan, karena prosesornya yang lebih tangguh (1.4 GHz Single Core/Snapdragon APQ8055 + MDM9200), tampilan yang lebih jernih (4.3” WVGA (800×480) AMOLED capacitive touch ClearBlack display), dan ukuran baterai yang paling besar di kelasnya (1830 mAh). Dan kameranya jauh lebih memukau (8Mpix auto-focus with f2.2, LED flash) pas digunakan bagi yang gemar fotoblog seperti saya.

Namun jika kita memang berminat langsung pada fotografi bergerak pada perangkat ponsel pintar, maka saya menjadi tertarik dengan Nokia 808 PureView.

Nokia 808 PureView

Saya tidak tahu mengapa, namun ponsel ini memikat saya seperti ketika saya mencari kamera dulu. Saya rasa Nokia tahu bagaimana cara memikat calon pembeli.

It’s time to think differently about photography. Say hello to perfect photos ready to share or print. Nokia PureView imaging technology turns the world of photography upside down. It takes every bit of image goodness captured by a 41MP sensor and Carl Zeiss lens and turns it into beautifully detailed 5MP photos and Full HD videos. Be ready to shoot in a second, even in low light, and share instantly with friends – all from a rather clever smartphone.

Ya, Nokia 808 PureView memiliki kamera dengan sensor – tidak main-main – 41MP dan dibangun dengan lensa Carl Zeiss yang sudah dikenal memiliki kualitas tinggi.

Spesifikasinya adalah:

  • Optik: Carl Zeiss
  • Panjang Fokal: 8.02 mm
  • Setara dengan panjang fokal 35 mm: 26 mm (16:9) | 28 mm (4:3)
  • Nomor-F: f/2.4
  • Jangkauan fokus: 15 cm – tak terhingga.

Dan beberapa lagi spesifikasi tambahan yang bisa ditemukan pada situs resminya.

Nokia 808 PureView juga dapat mengambil video HD 1080p, menghasilkan gambar setera kamera prosumer, dilengkapi dengan fitur rich recording yang pertama kali ditanamkan pada sebuah ponsel, dijamin membuat yang melihat dan mendengar rekamannya berliur. Karena kamera dan kecepatan shutter setelah perpindahan zoom bisa siap kurang dari sedetik, maka saya kira kamera ponsel ini seharusnya bisa digunakan mengambil gambar lebih cepat dan responsif dibandingkan rata-rata kamera ponsel pada umumnya.

Karena dilengkapi dengan lampu kilat dari Xenon dan pecahayaan video dari lampu LED, saya rasa pengambilan gambar dan video di tempat gelap atau redup cahaya akan menjadi lebih nyaman.

Dan hasil tangkapan bisa langsung dibagi, baik ke Facebook atau Flickr, atau mungkin ponsel lain dengan NFC. Atau dinikmati langsung pada HD TV dengan HDMI, pun dengan koneksi nirkabel (wireless streaming) untuk televisi layar super lebar.

Dan tentu saja fitur yang saya rindukan, Nokia Maps. Saya kangen suara yang bilang seperti “300 meter lagi, belok ke kiri” – karena BlackBerry tidak punya itu, setidaknya BlackBerry saya. Ah, saya tidak tidak dapat bertualang tanpa adanya GPS, mengurangi waktu tersesat dan pemborosan bensin di jalan.

Dan jika bosan, Nokia 808 PureView menyediakan koneksi untuk kualitas suara Dolby Surround melalui Dobly HeadPhones. Menikmati musik, terutama musik klasik pasti menyenangkan. Atau mungkin untuk film atau bahkan video yang diunduh dari YouTube?

Jangan khawatir, Nokia 808 PureView memiliki memori internal sebesar 16 GB, dan bisa ditambah kartu memori microSD sampai 48 GB yang bahkan bisa membuatnya tepat menjadi alternatif bagi kandar USB kilat (UFD). Baterainya pun tahan lama dengan waktu bicara 6.5 jam (3G) dan diam tanpa pengaman jendela sekitar 550 jam.

Layarnya berukuran 4 inci, 16:9 nHD AMOLED, degan tampilan ClearBlack dan Corning® Gorilla® Glass yang membuatnya jernih dan tahan gores sehingga tidak perlu ditempel pelindung layar lagi – yang sering membuat tampilan ponsel menjadi kumal. Layar sentuh kapitatif dengan sensor orientasi (akselometer) dan kompas (magnetometer) – yang menjamin, Anda tidak akan tersesat dan bingung saat menggunakannya, dengan tentunya juga sensor proximity.

Apa yang ingin saya coba adalah sistem operasi Nokia Belle (Feature Pack 1) dengan FOTA dan FOTI yang merupakan wujud terbaru Symbian OS 10.1. Dan tentu saja untuk kebutuhan Internet akan menjadi standar yang sudah terlengkapi di sini. Setidaknya jika perambannya meragukan, Opera Mini akan siap mengganti. Akses Internet, termasuk komunikasi email, jejaring sosial, dan lainnya akan jauh lebih murah jatuhnya dibandingkan dengan menggunakan BIS, dengan kecepatan jaringan yang lebih mumpuni dari BlackBerry – ini dalam pengalaman saya tentunya. Symbian mampu menghasilkan kinerja lebih cepat dibandingkan Android dengan prosesor sejenis, dan dengan prosesor 1,3 GHz, Nokia Belle dikatakan akan mampu bersaing dengan kecepatan iOS pada iPhone 4s.

Bagaimana apa Anda tertarik dengan ponsel ini? Ini bukan tulisan berbayar, dan saya tidak memegang ponsel ini saat menulisnya. Saya kira, ini akan menjadi target ponsel saya jika dia bisa bertahan di pasar, mungkin generasi kedua atau ketiganya. Namun jika Anda berbaik hati, saya membuka pintu untuk paket hadiah yang berisi Nokia 808 PureView dan aksesorisnya, seperti tripod, Nokia Hard Cover dan sebagainya, he he….

Nah, apa Anda ada rencana membeli ponsel baru? Anda bisa mempertimbangkan kedua ponsel ini. Kalau saya jelas, bukan Windows Phone yang ada di Nokia Lumia 610/900, namun Symbian Belle yang ada pada Nokia 808 PureView – saya bermimpi bisa puas bermain Angry Birds dengan Nokia Belle ini. Berapa harganya? Wah, kalau itu jangan tanya pada saya.

Iklan

24 thoughts on “Nokia Lumia 610 NFC atau 808 PureView

  1. Kenapa pilihanya tidak ke iPhone?
    kalau aku sih lebih suka ponsel jadul mas, aku hanya menggunakannya untuk bicara dan mengirim pesan.
    Pernah menggunakan ‘ponsel cerdas’, sekarang tidak lagi, karena fiturnya terlalu banyak, boros batrai.  Setiap hari harus di charge.
    Sekarang malah menggunakan samsung XCover c3350.

    Suka

    1. Saya pingin OS yang berbeda Pak Aldy, kalau Android = Linux = Unix; iPhone/iOS = BSD = Unix, ya mereka pada dasarnya sama. Kalau Nokia Belle = Symbian. Ya, teknologi jadul juga, namun sudah mengadopsi juga keunikan sistem UNIX.

      Kalau pun beli iPhone, tapi jika tidak sanggup beli aplikasi kan rugi juga Pak. Masa di-jail-break, seperti kebanyakan perangkat iPhone. Lha, jadi pembajak lagi dong :D.

      Teknologi makin lama akan makin boros baterai, tapi ya dipilih, mana yang bisa lebih hemat juga seperti ponsel ini.

      Suka

      1. Mas Cahya, sejatinya aku nokia lover seri nokia terakhir yang digunakan E-71, tapi belakangan lebih memilih handphone tahan banting serta memiliki daya tahan batrai, karena kelemahanku  suka ceroboh, semua handphone yang aku pegang pernah jatuh dari ketinggian lebih dari satu meter.   

        Suka

        1. Sama dong seperti saya, jika ingin agak tangguh, rata-rata ponsel sekarang agak rapuh jika jatuh atau terbentur. Oleh karena itulah biasanya disediakan aksesori tambahan berupa hard casing, misalnya Nokia punya Nokia Hard Cover untuk masing-masing serinya – meskipun pelapisan sudah cukup kuat seperti pada Nokia Lumia 900 yang diberi lapisan beberapa kali.

          Suka

  2. kira kira berapa satu ukuran file foto beresolusi 41mp mas, dan kira kira berapa memory yg disediakan lumia 808

    saya sendiri tidak menganggap resolusi kamere terlalu penting, bagi saya 5mp sudah lebih dari cukup, yang lebih penting menurut saya adalah kualitas lensa yang bagus, focusing yang mantab dan kalau bisa iso tinggi tapi noise rendah, hehe

    Suka

    1. Yang berukuran 41MP adalah sensornya Pak Jarwadi, kalau gambar yang dihasilkan setara dengan 5MP, namun tentu lebih bagus kualitasnya daripada kamera ponsel 5MP lainnya, karena teknologi baru yang ditanamkan. Dan suara rekaman video pun lebih jernih.

      Memori internal sama denga Nokia Lumia 900, sebesar 16 GB, dan bisa ditambah eksternal 48 GB.

      Oh ya, Nokia 808 PureView tidak masuk kategori Lumia lho Pak, karena dia menggunakan OS Nokia Belle. Sedangkan seri Nokia Lumia kan menggunakan OS Windows Phone.

      Suka

  3. ini memang jawaranya nokia dan window nih… NFC juga sudah banyak digunakan   tapi belum banyak di gunakan secara maksimal di indonesia.  Saya sih tetap cinta dengan iPhone…

    Suka

    1. Kalau Nokia dengan Windows Phone, terus terang saya tidak begitu tertarik, tapi dibandingkan BlackBerry okelah, tapi kalau dengan Android atau iOS mungkin akan kalah cepat perkembangannya.

      Saya tertariknya dengan Nokia Belle, yang merupakan sisa warisan Symbian yang dulu ikut dikembangkan oleh Siemens, salah satu vendor ponsel favorit saya :).

      Suka

  4. wah sama nih penggemar symbian.

    kalo ane sih terus terang NFC belum terlalu butuh, malah nunggu Nokia Belle pake GLONASS. lebih condong ke perangkat navigasi. 
    kemaren ane nyobain Lumia 800, rasanya kurang greget si windows haha. masih enakan si Belle suer.
    kalo cuma mau ngerasain si Belle dengan kualitas kamera super pake aja N8, kakaknya 808 haha.
    jangan kaget lho ya harga 808 pas launching.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s