Kasus Fossa dan Keseimbangan Ekologi

Sebenarnya kasus serupa banyak terjadi, namun saya mungkin mengambil contoh jauh di Madagaskar, karena tersedianya video pengenalan yang cukup bisa menjelaskan pemikiran serupa. Kasus serupa terjadi juga di sekitar kita, yang mana mungkin tidak akan ada cukup banyak orang yang peduli untuk menelitinya.

Jika ada mahluk yang gemar merusak keseimbangan ekologi, itu pasti kita – manusia. Baik secara sadar maupun tanpa mengetahuinya terlebih dahulu, kita adalah penyumbang terbesar terhadap kerusakan hayati di atas planet ini. Fossa di Madagaskar adalah salah satu contoh saja.

Fossa adalah hewan prodator di rantai makanan teratas di hutan-hutan Madagaskar. Sejenis hewan menyerupai kucing yang unik, dan telah berevolusi begitu lama di Madagaskar – yang dikenal juga sebagai benua ke-8 karena ia terisolasi dari dunia luar secara biologis alamiah.

Kemudian populasinya menurun dengan begitu pesat, bukan hanya karena bergesernya ruang gerak mereka oleh pemukiman dan pusat kegiatan manusia. Namun juga oleh musuh alami yang ditangkan oleh manusia – yaitu anjing rumahan.

Orang-orang di sana mungkin tidak tahu, dengan mendatangkan anjing yang tidak pernah ada di Madagaskar akan menggeser keseimbang ekologi di sana. Dan Fossa bukan satu-satunya mahluk yang terancam. Seperti sebuah kesetimbangan, jika satu komponen terdesak, maka efek domino akan muncul pada komponen-komponen lainnya.

Maka, kadang saya prihatin jika ada yang mendatangkan spesies predator asing ke dalam ekologi yang baru kemudian melepasnya begitu saja. Rasanya itu adalah perbuatan yang tidak bertanggung jawab. Tidak hanya hewan, tumbuhan pun bisa berdampak serupa.

Anda mungkin masih ingat kasus invasi tanaman hias asing seperti Eupatorium sordidum di Taman Nasional Gunung Gede Pangrangro. Tanaman asli Meksiko ini mungkin memiliki bunga cantik, namun pertumbuhannya yang cepat dapat mendesak flora asali wilayah tersebut.

Kita semua bertanggung jawab turut menjaga keseimbangan ekologi. Dan diperlukan kesadaran yang nyata untuk ini.

Iklan

2 pemikiran pada “Kasus Fossa dan Keseimbangan Ekologi

  1. Sugeng

    Ternyata keserhkahan mahluk yang bernama manusia ini terjadi dimana-mana. Dan apakah dengan mendatangkan anjing rumahan ini membuat fossa menjadi santapan pengantin daging yang lain mas ??

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    Suka

  2. @zizydmk

    Di negara kita sendiri juga begitu ya, begitu banyak binatang yang ‘lenyap’ akibat ketidak seimbangan ekologi. Seperti kumbang Tomcat itu…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.