SolusOS – A Debian in Blue

Saya menemukan sebuah distro Linux baru yang mungkin layak dicoba sebagai alternatif pengganti Ubuntu 12.04 LTS Precise Pangolin nanti. SolusOS Eveline yang kini sudah mencapai kandidat rilis 4 siap meluncur dengan berbasis distribusi terbesar Debian di baliknya, menangkap lirikan saya sebagai sebuah distribusi Linux yang menarik.

SolusOS diklaim sebagai distro out of the box, yang bermakna bisa digunakan untuk semua aktivitas termasuk bermain game yang berasal di Windows dengan PlayOnLinux; hingga memutar berkas MP3 atau DVD tanpa perlu ditambahkan apa-apa. Sesuatu yang biasanya sulit didapatkan pada distribusi lainnya.

SolusOS menggunakan desktop Gnome klasik (antara 2.32 dan 3.x), yang dipurwarupakan sedemikian hingga Anda akan menggunakan teknologi terbaru yang paling canggih tanpa menyadarinya. Karena tidak menggunakan percepatan peranti keras (hardware acceleration), sehingga cukup ringan digunakan di komputer/notebook lawas maupun baru.

Anda akan menggunakan Gnome 3 dengan kenyamanan Gnome 2 tanpa kehilangan fungsi yang penting. Saya rasa ini pas bagi mereka yang mengikuti alur komputasi klasik. Pengembang tidak menggunakan Cinnamon atau Mate, karena kemungkinan keduanya tidak akan bisa dikembangkan dengan baik pada sebuah distribusi dengan sumber daya pengembang yang terbatas.

SolusOS
Pratampil SolusOS Eveline RC4.

Baiknya menurut saya adalah, SolusOS menawarkan kestabilan sistem karena menganut Debian Stable (bukan rolling release), namun tetap memberikan teknologi terbaru melalui aplikasi pilihan yang diportabalikkan ke sumbernya.

Aplikasi yang tersedia secara umum pada SoluOS Eveline adalah:

  • Firefox + Thunderbird 12
  • Libre Office 3.5.3
  • Minitube 1.7
  • Flash 11.2
  • PlayOnLinux 4
  • Ikon Tema Elementary
  • VLC 2.0.1

Saat ini bisa digunakan pada arsitektur prosesor i686 dengan kemampuan PAE, dan resolusi layar setidaknya 1024 x 768. Untuk arsitektur 64-bit belum tersedia. Dan tampaknya dukungan bahasa lokal belum sepenuhnya bisa diterapkan, sehingga Anda mungkin setidaknya mesti memahami sistemnya melalui bahasa Inggris.

Sama seperti Mageia, SolusOS juga banyak menarik perhatian, memasuki urutan ke-12 di DistroWatch hanya dalam selang seminggu sejak pengenalannya. Apalagi pendiri dan pengembangnya adalah Ikey Doherty, pencipta asli dari Linux Mint edisi “Debian”.

Jika semuanya berjalan pada jalur yang tepat, saya yakin distro ini akan menjadi pilihan banyak pengguna. Ringan, stabil, dan memiliki potensi dikembangkan menjadi sistem yang menyokong banyak fungsi kerja dengan tetap mengusung keeleganan dan kemudahan bagi penggunanya, SolusOS memiliki semua potensi itu.

Iklan

4 tanggapan untuk “SolusOS – A Debian in Blue

  1. Sepertinya mirip dengan Linux Mint Edisi Debian. Namun ia tidak menambahkan Mate dan Cinnamon seperti pada LMDE versi terbaru. Kalau tampilan cukup cantik sih. Namun sepertinya masih lebih lengkap aplikasi default di LMDE, terutama untuk pemutar video. Di SolusOS ini cuma ada VLC kayaknya.

    Kalau untuk launcher-menu, kayaknya pakai GnoMenu kalau saya gak salah liat.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s