Informasi Kesehatan Diri Anda Begitu Berharga

Pada era yang serba modern ini tetap saja informasi merupakan sesuatu yang sangat bermakna, kelengkapan dan ketersediaan informasi menentukan banyak hal mulai dari hal-hal mendasar hingga hal-hal yang penting. Demikian juga di dalam dunia kesehatan dan kedokteran, informasi kesehatan seseorang menentukan langkah-langkah dan pertimbangan medis selanjutnya.

Siapa penyedia informasi kesehatan yang paling penting dalam hal ini? Tentu saja Anda sebagai pasien. Anda mungkin berpikir bahwa dokter akan menyediakan semua informasi tentang penyakit atau gangguan kesehatan apa yang sedang Anda derita saat ini. Namun faktanya, bantuan terbesar untuk mengetahui informasi tersebut sesungguhnya datang dari Anda sendiri.

Guru-guru saya, dan tentu saja kini menjadi ilmu bagi saya sendiri selalu menekankan bahwa anamnesis adalah bagian terpenting dalam menegakkan diagnosis dengan harapan menekan proses selanjutnya – semisalnya pemeriksaan penunjang (laboratorium, tes darah, foto rontgen, dan sebagainya) yang terkadang tidak terjangkau oleh banyak lapisan masyarakat. Sehingga penggalian informasi di awal menjadi begitu penting.

Namun permasalahan klasik itu tetap saja ada. Sesuatu yang kita sebut waktu. Anda mungkin berpikir bahwa kota besar kelebihan jumlah dokter, atau persebaran dokter tidak merata. Saya juga sempat berpikir demikian pada awalnya, lalu kenapa dokter selalu bisa mendapatkan tempat di kota-kota besar atau setidaknya kota-kota kabupaten?

Karena bagaimana pun laju pertambahan penduduk dan pertambahan tenaga medis yang handal tidak jauh berbeda ataukah justru tertinggal? Kekurangan dokter-dokter ahli atau spesialis juga terjadi di mana-mana.Di samping fakta bahwa fakultas kedokteran tetap mencetak lulusan kedokteran dari tahun ke tahun. Maka terjadilah antrean para pasien yang begitu panjang, beberapa lari ke IGD meski tidak gawat darurat.

A doctor see patients

Bayangkan jika ada antrean 30 orang, dan masing-masing orang perlu 10 menit untuk wawancara (demikian kami penyebut proses anamnesis) ditambah pemeriksaan fisik, maka orang terakhir akan perlu menunggu sekitar 300 menit alias 5 jam. Apakah itu terdengar lama bagi Anda? Namun apakah Anda tahu bahwa itu sudah di bawah standar yang dimanusiawikan sekitar 15-30 menit bagi masing-masing pasien untuk mendapatkan wawancara, pemeriksaan fisik dan konsultasi pada seorang dokter sedemikian diharapkan hingga keduabelah pihak mendapatkan informasi yang tepat dan akurat?

Bagaimana jika cuma ada satu dokter, atau ada jauh lebih banyak pasien dengan meski jumlah dokter digandakan? Saya rasa, permasalahan klasik itu akan tetap ada. Kecuali Anda datang ke klinik atau rumah sakit eksklusif, mengadakan perjanjian eksklusif dengan tim dokter eksklusif dan tentu saja biaya yang eksklusif juga.

Bagaimana solusinya? Maka informasi harus didapatkan secara lengkap dalam waktu singkat, sehingga pelayanan kesehatan di area dengan fasilitas dan tenaga kesehatan yang serba terbatas dapat berjalan dengan dengan baik. Namun tidak berarti Anda mesti terburu-buru.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda bantu dalam menyampaikan informasi kesehatan Anda pada seorang dokter atau tenaga kesehatan.

  1. Sampaikan keluhan utama dan keluhan penyerta Anda secara detil dan padat, kapan dimulai dan bagaimana karakteristiknya.
  2. Apakah Anda sudah mencoba mengobatinya sebelumnya? Ya, ini penting, dan bagaimana efek pengobatan itu terhadap keluhan Anda.
  3. Riwayat kesehatan Anda tentu saja, misalnya apakah Anda pernah menderita keluhan serupa sebelumnya, atau pernah memiliki sakit yang cukup parah. Lalu apakah pernah menjalani pemeriksaan atau pengobatan sebelumnya, dan apa yang Anda ketahui tentang hal-hal tersebut.
  4. Ceritakan jika faktor pekerjaan atau kehidupan sehari-hari Anda mungkin berpengaruh pada penyakit Anda, misalnya Anda gemar merokok, minum-minuman beralkohol, Anda gemar melakukan seks bebas termasuk berganti pasangan, Anda adalah pengguna obat-obatan terlarang semisalnya penasun.
  5. Sampaikan pada petugas medis jika Anda memiliki alergi terhadap obat-obatan tertentu.

Ada sejumlah banyak lagi informasi lain, sebagaimana yang pernah saya tulis dalam seni anamnesis.

Lalu ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, hal-hal yang bisa membuat pengambilan keputusan tidak mencukupi, kesalahan tata laksana, yang berdampak pada kegagalan pengobatan, perlambatan proses kesembuhan, hingga perburukan kondisi.

Misalnya, jangan pernah menyembunyikan informasi penting dari dokter atau petugas kesehatan. Karena ada saja pasien yang berpikir bahwa dokter tidak perlu tahu kondisinya selain yang dikeluhkan, atau khawatir bahwa dokter akan mendiskriminasinya jika tahu kondisi kesehatan sebenarnya. Misalnya, seorang penderita HIV+ hanya datang mengeluhkan diare dan berusaha tampil hanya dengan gejala diare, dia merasa khawatir jika dokter atau pihak lain tahu kondisinya maka ia akan mendapatkan malu atau mungkin perlakuan yang diskriminatif. Dalam kondisi ini saya bisa banyangkan mungkin akan ada banyak hal yang membuat pengobatan diare akan sia-sia, atau malah justru menimbulkan komplikasi lainnya.

Memberikan informasi yang keliru tentang penyakitnya adalah beberapa kasus lainnya. Saya tidak begitu paham, namun orang-orang selalu memiliki alasan yang untuk menyembunyikan penyakit aslinya dan diganti dengan penyakit lainnya. Beberapa orang ingin tidak tampak bahwa penyakitnya terlalu serius, atau beberapa orang ingin tampak menderita penyakit yang lebih serius.

Dan yang mungkin lebih sulit adalah, pasien tidak memberikan informasi sama sekali. Tidak komunikatif atau tidak kooperatif. Biasanya pasien-pasien yang berada dalam stres atau depresi akan memunculkan tanda-tanda gangguan komunikasi.

Pun demikian, maka yang kembali ingin saya tekankan adalah bahwa keduabelah pihak wajib memberikan informasi yang sama tepat dan akuratnya, baik dari dokter dan pasien. Terutama dari pasien atau keluarga yang paling mengetahui kondisi pasien (misal pada kondisi pasien tidak dapat memberikan informasi langsung), selayaknya memberikan informasi selengkap dan seakurat mungkin. Dokter bukanlah cenayang yang dapat menebak kondisi medis Anda.

Learn the art of patience. Apply discipline to your thoughts when they become anxious over the outcome of a goal. Impatience breeds anxiety, fear, discouragement and failure. Patience creates confidence, decisiveness, and a rational outlook, which eventually leads to success. – Brian Adams.

Tujuan bersama adalah menentukan kondisi dan tatalaksana bagi pasien secara tepat dan efektif. Beberapa proses mungkin memerlukan kesabaran, namun jangan sampai apa yang diharapkan bersama menjadi sia-sia karena terjadi komunikasi dan pertukaran informasi yang tidak efektif.

Iklan

2 thoughts on “Informasi Kesehatan Diri Anda Begitu Berharga

  1. Kesulitan terbesar dari menganamnesis orang hamil adalah, mereka tidak hapal kapan terakhir kali mereka menstruasi. Sungguh menyusahkan diri mereka sendiri.

    Suka

    1. Benar Mbak, itu salah satu penyulit dalam menangani kasus obstetri. Beberapa pasien tidak ingat kapan dia mengalami menstruasi terakhir kali. Seakan-akan pola menstruasi bulanan yang dialaminya bukanlah hal yang bermakna untuk diindahkan.
      Beberapa orang tidak terlalu peduli dengan kondisi kesehatan dirinya. Karena itu informasi kesehatan tentang dirinya juga begitu minim bisa kita dapatkan.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s