Diare pada Anak

Diare pada anak adalah salah satu masalah yang cukup serius dengan penanganan yang selayaknya tepat dan cepat. Salah satu tujuan Millennium Development Goals adalah mengurangi angka kematian anak hingga dua pertiganya dalam rentang 1990 hingga 2015. Seiring mendekatnya batas waktu, ternyata dunia Internasional masih perlu banyak berusaha. Di seluruh dunia, hampir sembilan juta anak di bawah usia 5 tahun meninggal setiap tahunnya, dan diare adalah penyebab kedua setelah pneumonia.

Kali ini saya hendak menuliskan sedikit tentang diare pada anak, dan bagaimana Anda yang bertanggung jawab atas perawatan anak dapat membantu anak membaik dari kondisi diare yang dideritanya. Apa yang harus menjadi perhatian, dan kapan harus meminta bantuan tenaga kesehatan.

Pertama-tama, diare bisa disebabkan oleh banyak hal, beberapa yang cukup banyak terjadi pada anak adalah karena:

  • Antibiotik; (ini juga selayaknya membuat orang tua berpikir dua kali sebelum memberikan antibiotik untuk tujuan mengobati diare pada anaknya).
  • Konsumsi terlalu banyak buah;
  • Sensitivitas terhadap makanan tertentu;
  • Sakit;
  • Infeksi (biasanya karena higienitas kurang diperhatikan, misalnya masalah cuci tangan).

Berbicara tentang diet/asupan pada anak, apa yang dimakan dan diminum oleh anak bisa memperberat diarenya. Sehingga, mengganti diet dapat membantu mengurangi gejala diare.

Pada kebanyakan kasus, Anda sebaiknya tetap memberikan asupan bayi atau anak Anda sewajarnya (sebagaimana biasanya). Kebanyakan anak tetap dapat mempertahankan nutrisi-nutrisi yang hilang melalui diare jika mereka bisa menambah asupan nutrisinya. Untuk bayi, lanjutkan pemberian ASI dan/atau MPASI.

Banyak anak bisa menderita intoleransi laktosa yang sedang atau sementara. Menuruskan makanan olahan produk susu mungkin akan membuat diare berlangsung lebih lama, namun bisa membuat kembali pada diet normal lebih cepat. Bayi yang sudah makan makanan padat/lunak, boleh dilanjutkan selama anak masih bisa mentoleransinya.

Nafsu makan yang pulih mungkin akan menjadi tanda terakhir proses pemulihan/kesembuhan. Anak-anak sebaiknya dibiarkan perlahan-lahan kembali pada pola makan sehari-harinya, tidak perlu terburu-buru. Tidak ada diet khusus bagi anak yang menderita diare, pun demikian biasanya anak dengan diare biasanya lebih bisa menolerensi makanan yang lunak. Makanan tertentu seperti zat pati/tepung, buah-buahan segar dan sayur-sayuran bisa membantu membentuk tinja yang lebih kental, sementara jus buah bisa berakibat sebaliknya.

Bagi beberapa anak, kembali pada pola makan normalnya mungkin bisa memicu diare. Ini disebabkan oleh kesulitan ringan pada usus untuk menyerap makanan yang biasanya, diare seperti ini biasanya tidak bertahan lama dan berbeda dengan diare yang muncul pada sakit yang sebenarnya. Diare seperti ini tidak memerlukan pengobatan/terapi selama tidak ada gejala lain yang menyertai.

Diare yang disebabkan oleh antibiotik bisa dengan memberikan anak yogurt yang mengandung kultur hidup aktif (lihat label pada yogurt). Jika diare tetap berlanjut, konsultasikan pada dokter Anda untuk menentukan apakah akan mengganti atau menghentikan antibiotik. Jangan menghentikan terapi antibiotik tanpa berkonsultasi dengan dokter, dan lebih penting lagi, jangan memulai terapi antibiotik tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Hal yang paling penting yang perlu diingat dalam menangani diare pada anak adalah cairan. karena pada anak yang diare sangat mudah terjadi dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). Dehidrasi adalah kondisi yang serius pada bayi dan anak kecil. Kehilangan cairan harus segera diganti. Mengganti cairan (rehidrasi) melalui minum disarankan pada semua anak terkecuali mereka yang mengalami dehidrasi berat atau yang tidak bisa mempertahankan minum (seperti muntah-muntah berulang).

Bagi kebanyakan anak, minuman apa saja (yang sehat) biasanya cukup. Kebanyakan air sendiri, pada usia berapa pun, tidak baik, karena air tidak memiliki cukup gula dan eletrolik penting seperti sodium.

Gunakan larutan rehidrasi seperti oralit yang bisa didapatkan di apotek atau toko yang menyediakan obat-obatan tanpa memerlukan resep dokter. Gunakan sesuai takaran yang dianjurkan, jika ada keraguan, silakan hubungi petugas kesehatan terdekat. Pastikan rehidrasi dilakukan tanpa memaksa memenuhi lambung anak, karena ini dapat memicu muntah.

Kebanyakan kasus diare, rehidrasi dengan minum cairan biasanya sudah cukup. Pada kasus-kasus tertentu, bisa diperlukan cairan intravena (IV) atau infus untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. Biasanya cairan intravena ditujukan pada kasus di mana cairan lewat minum tidak mencukupi, atau diperlukan penggantian cairan dengan cepat.

Tanda-tanda dehidrasi berbahaya.
Tanda-tanda dehidrasi yang cukup serius pada bayi/anak: Ubun-ubun cekung, mata cowong, tidak ada air mata saat menangis, lidah atau bibir kering, kulit tidak cepat balik saat ditekan dan perut yang cekung. Sumber gambar: Blog Jeepney.

Perhatikan tanda-tanda kapan anak sebaiknya dibawa untuk diperiksakan:

  • Anak Anda tampak tidak aktif dibandingkan biasanya (tidak duduk sama sekali atau tidak menoleh kiri kanan).
  • Diare mengandung lendir atau darah.
  • Diare muncul dalam kurun waktu 1 minggu pasca bepergian ke luar kota atau berkemah (diare mungkin disebabkan oleh bakteri atau parasit yang memerlukan pengobatan).
  • Diare dibarengi oleh muntah berulang, demam, atau kram perut.
  • Diare parah, atau menetap lebih dari 2-3 hari.
  • Anak memiliki tanda-tanda dehidrasi (lihat gambar di atas): mulut yang kering, tidak pipis dalam 5-6 jam,  tidak ada air mata ketika menangis, kedua mata tampak cowong.

Silakan berkonsultasi dengan dokter jika terdapat tanda tersebut. Pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan feses (tinja) mungkin diperlukan untuk mengidentifikasi bakteri/parasit yang dicurigai menyebabkan diare. Dokter bisa meresepkan obat-obatan untuk melawan diare.

Selama kondisi masih ringan dan tidak ada tanda berbahaya atau tanda dehidrasi, Anda dapat merawat putra-putri Anda secara mandiri di rumah dengan memerhatikan asupan cairan dan makanan mereka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s