Final Fantasy IX pada Ubuntu 13.04

Selama beberapa bulan belakangan ini, saya melihat penjualan konsol video game PlayStation dan Nitendo versi lawas cukup laris di kota kecil ini. Paling jauh setidaknya teknologi PlayStation 2 dari Sony, tapi itu pun jarang saya lihat di sisi-sisi jalan. Saya masih ingat dulu saya gemar memainkan permainan seri Final Fantasy yang dirilis tahun 2000 ke bawah, ketika era itu, PlayStation sebagai konsol game sangat mendominasi. Kalau sekarang? Mungkin beda lagi ceritanya.

Saya punya Windows 8, saya punya Ubuntu teranyar, tapi saya tidak punya PlayStation (lagi) untuk bernostalgia. Tapi dua sistem operasi yang saya punya bisa mengobati rasa kangen itu, meski hanya sesaat.

Final Fantasy VII, VIII dan IX adalah seri-seri yang dimainkan di PlayStation keluaran pertama. Beruntung Ubuntu memiliki PCSX pada repositorinya, sehingga saya bisa memainkan permainan ini.

Tinggal memasang PCSX (sebuah peranti lunak yang membuat kita bisa memainkan permainan PlayStation), lalu saya memainkan Final Fantasy IX dari citra IMG yang sudah disediakan sebelumnya.

Game Ubuntu
Final Fantasy IX dimainkan pas dalam resolusi 640×480 px pada Ubuntu 13.04 menggunakan peranti PCSX lawas yang tersedia di repositori.

Saya tidak perlu komputer berkekuatan tinggi, netbook dengan prosesor pada 1 GHz ini saja mampu memainkan permainan lawas yang menarik ini. Perlu dicatat juga, Final Fantasy IX seingat saya dirilis tahun 2000, era di mana prosesor Pentium III (paling tinggi berkecepatan 1,3 GHz – masih dalam “seingat saya”) mungkin setara dengan netbook saya ini.

Hanya perlu netbook, Ubuntu, Internet, dan sebuah gamepad merk M-Tech yang murah meriah untuk memainkannya. Saya rasa bisa juga kangen saya terobati (biasanya kalau menyentuh video game pertanda tingkat stres sudah melambung tinggi).

Tapi setelah sehari memasangnya, saya tidak memainkannya lagi. Saya cuma ingin mencobanya dan mengobati kangen, aspek legalitasnya masih dipertanyakan. Mungkin jika saya punya dana lebih (yang sepertinya sementara ini mimpi belaka), saya akan membeli perangkat PlayStation 4 (yang juga ternyata baru akan dirilis). Kecuali ada yang mau menyumbangkan konsol game lawas layak pakainya pada saya, akan saya terima dengan senang hati.

Iklan

16 thoughts on “Final Fantasy IX pada Ubuntu 13.04

  1. Dulu di era Lucid Linx, Playstation emulator tidak ada di lumbun jadi saya pake emulator-nya windows via wine … good to know PCSX bisa dimainkan di ubuntu tanpa bios tambahan (katanya … saya belum nyoba 😀 )

    Suka

        1. tinggal beli dvd bajakannya-nya lima rebu bli hehehe terus bikin Iso deh … ngapain donlot … jujur saya belom ernah nyoba ps 2 di laptop tapi katanya sih harus dual core 3.0 Ghz plus nvidia versi GT 8800 ekuivalen kalau mau mulus frame ratenya .. tapi mungkin itu karena dulu emulatornya masih tahap beta … siapatahu kalau sudah final speknya lebih rendah … saya aja masih bisa main PSone di kompi babeh saya yg pentium 3 800mhz plus VGA 4400 nvidia jadul AGP …

          …. jadi gimana nih 😀 … donlot apa bikin iso dari dvd bajakan hehehe … let me know the detail yah …. LOL

          Suka

        2. bethul! sekarang malahan ada yang opsi menggunakan HD bli 😀 … jadi engga perlu lagi beli DVD … HDD 250 aja udah 100 biji game 😀 … saya tahu dari sesama pasien di RS dulu … dia biasa beli PS untuk rental, ktanya jauh lebih “tahan lama” dari DVD … tau sendiri kan anak alay kalau main game di rental sering brutal LOL

          Suka

        3. Kalau yang pakai HDD eksternal sudah banyak ada sejak dulu. Tapi harganya tidak semurah sekarang. Barangnya ada yang rekondisi sehingga mesti hati-hati juga memilih. Dulu pas masih kuliah ada teman kost yang beli. Baru sebulan sudah banyak masalah.

          Suka

        4. musti beli sendiri versi ori dan dimodif sendiri kali yah hehehe *nambah kerjaan aja* … nunggu HD 4Terra murah terus rata2 kecepatan internet di indonesia 20MBps semua nanti tinggal koleksi deh iso-isonya hehehe

          Suka

  2. Ha ha…, saya suka main dengan game console dari kecil, mulai dari eranya gamebot sampai tamagochi. Kalau PS memang sudah di luar zaman saya, sudah saking sibuknya sama sekolah.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s