Wisata Alam Air Terjun Lider

Banyuwangi saya rasa memiliki banyak potensi alam yang baik untuk dijadikan objek wisata, hanya saja belum tergarap secara baik. Salah satunya adalah air terjun Lider terletak di sisi Timur lereng Gunung Rawung. Tempat ini saya kunjungi pada hari libur minggu yang lalu bersama beberapa rekan lainnya. Perjalan menuju ke Lider memang tidak mudah bagi kebanyakan orang, karena hutan alam yang masih mengelilinginya, meskipun dibatasi oleh lokasi perkebunan yang luas. Tidak heran bahkan di hari Libur pun tidak banyak yang berkunjung.

Perjalanan saya dari Kecamatan Genteng, melewati Kecamatan Sempu ke Kecamatan Songgon di Desa Sragi, mungkin masuk sejenis “pedukuhan” Lider (sesuai nama petak perkebunan). Dan akses jalannya sama sekali tidak bersahabat, sepeda motor saya yang berusia 12 tahun memang tidak terlalu kesulitan, kebetulan karena saya tidak berboncengan, tapi bagi mereka yang berboncengan apalagi menggunakan kendaraan tipe matic, sebaiknya pikir-pikir kembali.

Perjalanan tidak begitu jauh, hanya medannya tidak bersahabat. Dari Genteng mungkin hanya menghabiskan bensin sepertiga atau setengah tangki saja.

Perjalanan Awal
Ini adalah jalanan yang cukup baik di musim hujan ketika memasuki wilayah hutan awal, di wilayah Kalisetail.

Saya sendiri cukup menikmati perjalanan kami, karena udara yang segar dan pemandangan yang hijau di mana-mana sepanjang kami mengendari sepeda motor kami. Kendaraan roda empat yang didesain untuk menjelajahi medan berat sepertinya tidak akan kesulitan pada perjalanan ini (kecuali beberapa jalan cukup berlumpur dan dapat menjebak roda kendaraan pada musim hujan).

Perjalanan menanjak di wilayah perkebunan mungkin adalah yang paling melelahkan, karena mesin kendaraan akan dipaksa bekerja ekstra keras di sini. Waspadalah yang menggunakan kendaraan matic, mesin Anda mungkin akan “hangus”, dan dasbor pecah akibat terhantam batu.

Di dukuh terakhir, kami bisa memarkir kendaraan di tempat yang disediakan, dan dikelola warga sekitar. Ada juga toilet umum bagi mereka yang sudah “kebelet” ke belakang, karena perjalanan yang cukup melelahkan ini.

Setelah itu akan berjalan sepanjang perkebunan kopi, saya tidak tahu seberapa jauh, tapi beberapa ratus meter mungkin akan terasa membuat kaki cukup pegal pada jalan yang menanjak. Ketika jalanan setapak perkebunan berakhir, maka hutan alam hijau yang menunggu.

Air terjun Lider dicapai dengan mengikuti alur daerah aliran sungai yang mengarah pada air terjun itu sendiri. Sehingga perjalanan memerlukan kesiapan fisik untuk naik turun menyeberangi sungai secara zig-zag guna mencari jalur yang paling aman. Kadang mesti turun dan naik pada tepian dengan kemiringan sekitar 60° adalah hal yang biasa sambil berpegangan pada akar tanaman liar.

Hutan Lider
Jalan menuju ke air terjun Lider lebih banyak jalanan hutan belukar seperti ini, dengan tanjakan dan turunan yang terjal di beberapa titik.

Foto di atas adalah salah satu akses jalan masuk pertama kali, ketika semua jalan yang masih mungkin dilalui sepeda motor dan mobil tipe penjelajah berakhir. Koordinat titik tersebut jika tidak keliru adalah:

8.198333° S
114.127778° E

Terus terang, saya memilih menggunakan sepatu olahraga dan celana jean panjang yang agak longgar untuk memudahkan bergerak di antara belukar. Saya tidak mungkin menggunakan sandal, dan tidak bisa juga bertelanjang kaki, karena tidak terbiasa menginjakkan kaki di tempat-tempat seperti ini.

Sudah lama saya tidak menginjakkan kaki ke tempat-tempat seperti ini, rasanya memasuki dunia yang benar-benar berbeda. Medannya sendiri bagi saya tidak masalah, karena masih bisa dijelajahi tanpa kendala berarti, ini bukanlah hutan yang tak terjamah, setidaknya bekas-bekas penjelajah sebelumnya masih berbekas dan meninggalkan petunjuk “keselamatan” alami.

Anda mungkin harus berhati-hati dengan lintah/pacet yang ada di sini. Musim hujan mereka akan menempel tanpa terasa pada awalnya. Beberapa orang menyarankan menggunakan tembakau. Tapi rekan saya menemukan alkohol 70% lebih mudah didapatkan di tempat kerja kami, jadi dengan menggunakannya sebagai semprotan, lintah/pacet bisa dengan mudah dilepaskan. Bawa juga plaster luka, karena tidak ada yang menjamin meski pun medannya tidak susah, Anda tidak akan terluka.

 

Menyeberangi Sungai
Beberapa kali menyeberangi sungai dengan bebatuan yang licin, sehingga harus ekstra hati-hati.

Berhati-hatilah saat menyeberangi sungai, bebatuannya cukup dingin, dan beberapa titik arus cukup kuat untuk menarik kaki dan membuat kita terpeleset. Apalagi jika Anda membawa barang elektronik seperti ponsel dan kamera di tas atau saku, Anda pasti tidak ingin barang-barang itu tercebur ke dalam air sungai.

 

Istirahat
Kadang bisa beristirahat sebentar di pinggiran sungai sambil menikmati arus yang dingin dan segar, serta pemandangan yang hijau.

Selain itu, menerabas hutan lebat adalah hal yang menjadi pendamping perjalanan kami kali ini. Beruntung musim hujan baru dimulai, sehingga jalan yang aman tidak begitu tertutup lebat. Jika tidak mungkin pembuka jalan perlu membawa parang sendiri untuk membukakan jalan bagi yang dibelakang. Jika Anda beruntung, Anda mungkin bisa menemukan kupu-kupu, capung atau serangga lain yang jenisnya jarang ditemukan di alam terbuka perkotaan.

Jangan berharap menemukan jalanan yang normal atau dibuat oleh manusia di sini, karena tanah bisa longsor dan jalan lama bisa hilang sehingga perlu membuat jalan baru, atau tanaman besar bisa roboh menghalangi jalan lama sehingga harus dicari alternatifnya. Jika Anda ingin wisata alam di tengah hutan, namun tidak terlalu berat medannya, maka Air Terjun Lider bisa menjadi tujuan yang tepat.

Air Terjun Lider
Setelah perjalanan yang membuat berkeringat sepanjang kurang lebih satu kilometer. Maka kesegeran di dekatan cucuran air terjun Lider akan sangat menyegarkan.

 

Lider Waterfall
Pemandangan air terjun Lider membuat terpesona karena masih terjaga keasriannya. Sebenarnya pemandangan dinding tebingnya cukup menarik, seperti mural alam, sayang saya lupa mengabadikannya.

Koordinat GPS/GLONASS foto saya menunjukkan lokasi air terjun Lider ada di:

8.192778° S
114.126944° E

Sementara saya kira koordinat yang didapatkan cukup akurat, jika ada kesalahan acuan koordinat tersebut, mohon disampaikan pada saya. Karena informasi ini akan sangat berguna bagi mereka yang hendak berwisata ke Lider namun belum memiliki gambaran perjalanan ke sana.

Ini adalah perjalanan wisata yang menyenangkan kali ini. Meskipun keesokan harinya merasakan sedikit pegal-pegal pada otot paha, maklum, sudah lama meningglkan kehidupan menjadi anak pedesaan, tubuh tidak terlatih lagi seperti masa kecil dulu.

Iklan

4 tanggapan untuk “Wisata Alam Air Terjun Lider

  1. kalau saja pemerintah Indonesia kayak Cina yang cepat tanggap kalau ada potensi tourism … atau itu adalah berkah? karena indonesia banyak hidden paradise-nya 😀 no need to spend a lot ..

    Suka

    1. Pak Jarwadi kan punya jiwa petualang, pastinya ini akan menarik. Kalau saya sih kehabisan napas lebih dulu jika sering seperti ini. Tapi kalau wisata barengan Pak Jarwadi lebih enak lagi, karena ada fotografer pribadinya, he he…

      Suka

  2. saya pernah ke air terjun ini waktu masih SMA tahun 1992… selama perjalanan banyak pohon jeruk… kami menginap di rumah pamannya kawan saya di daerah perkebunan itu… pengalaman yg tak terlupakan… Kali Stail 1992.. 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s