Menyingsing Semi di Selatang Raung

Telah beberapa minggu terlewati, sering kali melewati jalanan yang sama setiap harinya. Melewati persawahan yang sama, hanya saja berganti dari padi hijau, ke bentangan yang menguning atau genangan lumpur yang menjadi tabir bagi kerbau dan sapi dari sengatan siang. Rasanya dengan ini semi telah datang di Selatan Raung, meski gumpalan senandung mendung sesekali melintas dalam bayang senja.

Gita damai yang dilewati sepanjang hari mungkin jauh dari sentosa, pun racikan cumbu ceria siang yang dibalut angin mengulun pelan dari puncak pegunungan ke dataran yang menghampar perdu nikmat ini – adalah pengganti yang lebih dari santapan termewah sekali pun.

Kaki Gunung Raung
Tebaran semi di bumi dan di langit.

Ke manakah pagi hendak bertiup? Karena lompatan kecil sang cakrawala yang bertahtakan zamrud telah membuat kehidupan dipertemukan dengan siang.

Musim ini adalah musim yang dipenuhi suka cita. Sebelum malam terlelap, mari dendangkan kembali gita-gita di pucuk-pucuk padi yang membulir embun hijau sedari paginya tercinta.

Iklan

2 tanggapan untuk “Menyingsing Semi di Selatang Raung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s