Sorry, But I Quit

Bekerja di sisi kemanusiaan itu selalu ada tantangannya; ada saja saat-saat di mana tawaran akan datang yang berasal dari tarikan ke sisi yang berseberangan. Atau kadang dorongan yang berasal dari pihak-pihak yang semestinya paham di sisi mana profesi ini selayaknya berada.

Secara materiil mungkin kerugian yang datang akan cukup besar, namun ada masa saya berkata dengan tegas, “sorry, but I quit“. Orang boleh berkata sisi kemanusiaan itu ego belaka dan tidak realistis, tapi sayangnya – saya menyukai sisi yang tidak realistis ini, sehingga saya akan berhenti di mana pun saya bisa, sedemikian hingga saya tidak menyeberang ke sisi yang lainnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s