Cukai Rokok untuk Rakyat?

Rokok adalah masalah kesehatan klasik yang berputar-putar di dunia sejak beberapa dekade terakhir. Rokok jelas bahayanya bagi kesehatan, baik bagi perokok ataupun mereka yang hidup di sekitar perokok. Dan sejarah menunjukkan, tanpa sebuah komitmen bersama yang besar, maka masalah rokok tidak akan pernah bisa ditanggulangi oleh sebuah bangsa.

Rokok merusak sebuah bangsa, terutama golongan “wong cilik” yang pelarian dan hiburan dari tekanan hidup sehari-harinya hanya berasal dari kepulan asap rokok. Nah, di sini sebenarnya peranan cukai itu perlu, apalagi ketika belum ada komitmen menghapus asap rokok di udara kita bersama. Cukai itu ibara biaya guna, karena Anda telah merokok dan bisa merugikan kesehatan orang banyak.

Pertama cukai memang sebaiknya memiliki nilai yang tinggi, tapi cukai rokok di Indonesia setahu saya saat ini masih rendah dibandingkan negara-negara tetangga kita. Hasilnya, rakyat kecil hingga anak-anak sekolahan dengan uang jajan mereka bisa dengan mudah dan murah mendapatkan rokok di mana-mana. Hal ini tentu sebuah kegagalan di negeri kita tentang peranan cukai rokok sebagai tembok penghalang bagi kaum menengah ke bawah untuk bisa merokok.

Kedua, cukai rokok sebaiknya dikembalikan sepenuhnya untuk kepentingan kesehatan rakyat. Asap rokok membunuh banyak orang, seharusnya cukai rokok bisa digunakan untuk menyelamatkan banyak kehidupan dari ancaman asap rokok. Tapi saat ini mungkin hanya seperlima nilai cukai rokok bisa kembali (lihat video di bawah). Lalu kita menjadi kelabakan menolong korban-korban rokok yang biaya pengobatan jauh lebih besar daripada keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan rokok (tampaknya).

Apa Anda pernah melihat seorang kakek tua kebingungan mencari biaya pengobatan si nenek yang sakit paru-paru, seseorang yang dia kasihi dan telah menemaninya selama ini. Tapi di sisi lain, kadang sambil menunggu si nenek yang sakit, si kakek menghabiskan satu dua batang rokok tanpa menyadari bahwa dia turut membunuh si nenek secara perlahan-lahan melalui asap rokok tersebut – dan bahkan ketika anak-anak dan cucu berkumpul di sisi si nenek yang terbaring lemah, mereka pun mengepulkan asap-asap rokok seakan-akan itu adalah kewajaran di saat menunggu orang yang sakit. Memperihatinkan memang, tapi seperti inilah gambaran yang ada di sekitar kita.

Jika ada cukai yang besar, kita bisa menolong biaya pengobatan si nenek tersebut. Mungkin keluhan tentang obat-obatan gratis yang selalu habis di pusat-pusat pelayanan kesehatan masyarakat akan semakin berkurang. Kita juga bisa menolong si kakek untuk berhenti merokok melalui program-program produktif yang didanai dari cukai rokok.

Tapi tentu saja itu bukan segalanya. Upaya membebaskan negeri ini dari asap rokok tetap selayaknya mendapatkan perhatian lebih. Dan dari mana kita bisa memperoleh sumber daya untuk membangun tindakan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, maka kembali, dana cukai rokok bisa kita gunakan, seandainya benar-benar kembali pada rakyat.

Iklan

2 thoughts on “Cukai Rokok untuk Rakyat?

  1. Miris lihatnya anak cucu dan kakek merokok disisi nenek yg sedang sakit. Tapi benar itu, memang kerap seperti itu.
    Seringkali ayah merokok kala mengendarai sepeda motor disaat mengantarkan anak usia dininya kesekolah, dan sang anak duduk di posisi depan 😦
    Ayahnya tanpa sadar sudah mengajkan kepada anak bagaimana merokok #bingung#kesel#

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s