Gnome 3.10 tampak Memikat

Sudah lama saya tidak menggunakan Gnome Shell karena setahun ini mencoba menggunakan Ubuntu dengan Unity-nya. Ubuntu memang menawarkan banyak kemudahan, bisa dibilang tidak membuat banyak pusing ketika digunakan. Saya bahkan tidak mengikuti perkembangan Linux, karena rasanya sudah nyaman dengan Unity, tidak menyangka banyak yang baru di luar sana. Saya melirik kembali Shell kegemaran saya, yaitu Gnome Shell yang sekarang sudah pada sampai pada versi dekstop Gnome 3.10.

Ada banyak fitur baru yang menarik di Gnome 3.10 dibandingkan apa yang saya gunakan sekitar setahun yang lalu. Bahkan tidak ada lagi ikon-ikon yang tampak bodoh dan jumbo. Semuanya tampak rapi (meskipun saya tidak tahu pasti resolusi layar yang digunakan), dan bisa saja ini menjadi bujukan bagi saya untuk keluar dari zona nyaman.

Pun sebenarnya Gnome sendiri adalah zona nyaman saya yang sesungguhnya. Saya sebenarnya ingin mencoba Arch sebagai distribusi baru, ah tapi pekerjaan benar-benar membuat saya tidak bisa berkonsentrasi untuk mulai menguak seluk beluk distribusi Linux baru.

Lihatlah pratampil Gnome 3.10 di atas, siapa yang tidak tertarik menggunakannya? Bahkan pengguna Windows pun mungkin akan ingin keluar dari zona nyamannya. Entahlah, apa saya akan jadi mencobanya, tapi yang jelas yang satu ini cukup menarik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s