Jadi Pembicara Dadakan

Awal pekan yang lalu saya menerima tawaran menjadi pembicara dalam sebuah acara bincang-bincang seputar kesehatan, donor darah dan religi yang diadakan oleh adik-adik dari KMHD UGM. Setelah saya pastikan tidak ada jadwal lain yang berbenturan, maka saya pun menyanggupinya. Materi yang saya bagikan mengambil judul, “Donor Darah dalam Pandangan Hindu”, saya usahakan berada dalam tema yang bisa diterima oleh umum.

Jika saya mengingat kembali – zaman mahasiswa tempo dulu, saya mungkin akan menolak tawaran seperti ini. Tapi ketika saya merasa sudah tidak lagi memiliki “kemewahan” seorang mahasiswa, maka saya memilih melawan kemalasan saya untuk tetap bisa berbagi dari sedikit yang saya miliki. Saya sendiri heran, kok bisanya saya duduk tenang di kursi pembicara, padahal narasumber lainnya adalah dosen saya sendiri, seorang guru besar di bidang kedokteran dan obat-obatan herbal.

Foto Bersama
Di akhir acara, saya diberikan kenangan bermakna dari adik-adik panitia dalam selembar sejarah terbingkai waktu yang kaku (baca: foto).

Materi yang saya sampaikan ulang bukanlah sesuatu yang baru, walau mungkin memang tidak banyak yang mempresentasikannya secara formal. Karena saya rasa apa yang saya sampaikan, bisa ditemukan dengan mudah di mana-mana, saya hanya kebetulan diberikan kesempatannya untuk mengemasnya dalam kata-kata saya sendiri di sini.

Saya sendiri merasa senang, generasi muda masih bersedia meluangkan waktunya untuk pelbagai kegiatan yang positif, bahkan mereka mengisinya dengan cara yang unik dan menarik. Acara utama donor darah, diselingi dengan talkshow dan musik, serta bagi-bagi hadiah/kenang-kenangan. Karena waktu jadi mahasiswa itu kadang padat bukan main, padat belajarnya, padat persiapan ujiannya, padat malam mingguannya, nge-game-nya, mungkin juga pacarannya, yah…, mahasiswa. Saya berharap tidak mengecewakan mereka dengan sedikit yang bisa berikan pada mereka yang sudah meluangkan waktunya.

Ini adalah presentasi yang saya berikan, jika ada yang memerlukannya bisa mengunduhnya. Ini adalah edisi yang disederhanakan untuk tampilan web, tapi Anda yang memiliki kreativitas saya rasa bisa menyulapnya menjadi lebih baik lagi.

Donor Darah dalam Pandangan Hindu
http://viewer.docstoc.com/// http://i.docstoccdn.com/js/check-flash.js

Saya berterima kasih sudah diberikan kesempatan untuk berbincang pada siang yang mendungnya – seperti kata anak-anak zaman sekarang – terasa “galau”.

Iklan