Suara Bising Penyebab Ketulian

Jika seseorang terpapar suara yang bising dengan tingkat kebisingan dan dalam jangka waktu tertentu, maka orang tersebut dapat berpotensi mengalami ketulian. Ini dikenal sebagai tuli yang disebabkan bising atau NIHL. Hal ini terjadi ketika sel-sel rambut halus sebagai alat sensor suara di dalam telinga kita dirusak oleh paparan suara yang terlalu keras atau terlalu lama.

Volume maksimal headphone – misalnya – mencapai 105 dB, sekitar 100x suara bising (85 dB) di mana para pekerja mulai disarankan menggunakan pelindung telinga. Sehingga, mendengarkan musik keras-keras dari headphone meskipun hanya beberapa menit dapat meningkatkan potensi Anda mengalami hilangnya pendengaran/menjadi tuli.

Telinga Anda dapat membantu menjadi sistem peringatan terhadap adanya suara yang terlalu berisik di sekitar Anda. Suara bisa dikatakan terlalu bising jika:

  • Anda harus mengeraskan suara Anda (sedikit berteriak) agar suara Anda dapat didengar oleh orang yang ada di samping atau tidak jauh dari Anda.
  • Suara membuat telinga Anda menjadi sakit.
  • Telinga Anda berdengung atau berdenging, meskipun hanya sementara.
  • Anda tidak bisa mendengar dengan baik sebagaimana yang biasanya bisa Anda dengar hingga beberapa jam setelah meninggalkan sumber kebisingan.
Bising dan Pendengaran
Sebuah contoh media promosi bahwa kebisingan adalah salah satu penyebab ketulian. Promosi ini oleh salah satu perusahaan penyedia produk pengaman telinga di luar negeri. Saya tidak tahu apakah di Indonesia ada usaha lokal yang serupa.

Tentu saja potensi bising yang bisa menyebabkan kita mengalami gangguan atau bahkan kehilangan pendengaran ada di mana-mana. Apalagi jika Anda berada dalam lingkungan dengan kebisingan seperti poin-poin di atas, maka Anda disarankan untuk mengambil tindakan proteksi/perlindungan seperti:

  • Gunakan pelindung atau penyumbat telinga.
  • Hindari bising (pergi dari lokasi yang bising).
  • Jika bising berasal dari suara yang Anda buat, maka kecilkan sumber suara tersebut.

Terkadang, sumber bising memang sesuatu yang kita nikmati – misalnya saya suka mendengarkan musik klasik atau instrumental dengan cukup keras (walau sekarang sudah jarang). Tapi jika kita tidak bisa membatasi diri, maka potensi ketulian akan semakin besar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s