Menyusun Informed Consent

Belakangan ini informed consent atau persetujuan tindakan medis menjadi topik hangat yang diperbincangkan, baik di antara kelompok medis maupun non-medis. Saya sendiri saat ini sedang membentuk kelompok untuk membenahi borang ataupun kaidah persetujuan medis, sedemikian hingga memberikan perlindungan hukum baik bagi dokter maupun pasien.

Ternyata menyusun informed consent ini tidak mudah, pertama mungkin karena saya memang tidak pernah berada di struktural rumah sakit sebelumnya, kedua sumber informed consent yang beredar selama ini bentuknya itu-itu saja. Di beberapa posisi mungkin terdapat celah hukumnya, dan bisa menjadi bias, walau yang disampaikan sesungguhnya sudah tepat.

Ada dua jenis informed consent selama ini, pertama yang ditulis pasien langsung, saya dengar ini lebih baik karena pasien tahu apa yang ditulis. Sayangnya, metode ini sering menyita waktu lama karena banyaknya yang harus ditulis, dan pasien mungkin merasa tidak nyaman jika harus menulis banyak.

Jenis kedua adalah pihak penyedia layanan kesehatan menyediakan informed consent dalam bentuk tercetak dan tinggal memerlukan tanda tangan pasien, setelah dijelaskan tentunya oleh dokter.

Lembar Persetujuan Tindakan Medis
Contoh lembar informed consent yang saya coba susun setelah mendapatkan inspirasi dari pelbagai sumber.

Saya mencari sejumlah sumber dari luar bagaimana susunan informed consent yang digunakan di sana. Saya tertarik jika informed consent dijadikan satu lembar, seperti all-in-one informed consent. Jadi persetujuan untuk tindakan medis, baik untuk diagnosis hingga operasi telah menjadi satu.

Ada beberapa poin yang saya temukan dalam pembuatan lembar persetujuan tindakan medis yang baik:

  1. Mencakup identitas pasien dan/atau yang mewakili, serta identitas dokter yang bertanggung jawab.
  2. Terdapat catatan bahwa dokter telah menjelaskan nama, tujuan, risiko, efek samping, manfaat, dan alternatif dari tindakan medis, dan bahwa pasien telah memahami semua itu dengan baik.
  3. Bahwa tindakan medis diharapkan memberikan hasil yang terbaik, namun tidak menjamin hasilnya akan ada seperti yang diharapkan.
  4. Bahwa akan ada kondisi-kondisi lain yang berpotensi muncul selama tindakan medis, dan bagaimana pasien memercayakan penanganan terhadap kondisi tersebut pada dokternya.
  5. Jika ada prosedur yang tidak dikehendaki, maka pasien dapat melakukan penolakan sebelumnya dan menandatangi lembar penolakan yang berbeda.
  6. Terdapat saksi dari proses ini, dan jika diperlukan penterjemah bagi pasien yang berlatar bahasa berbeda. Serta tanda tangan pihak-pihak tersebut.
  7. Pemberian persetujuan tindakan medis tidak dalam kondisi darurat.
  8. Jika pasien dalam kondisi yang tidak mampu mengambil keputusan medis, dan terdapat yang mewakili pasien untuk itu, maka dokter bisa membuat sertifikasi yang menyatakan bahwa pasien dalam kondisi yang memang tidak memungkinkan baginya untuk mengambil keputusan medis.

Mungkin ada sejumlah poin lainnya. Saya membuat lembar persetujuan tindakan medis yang terdiri dari dua halaman dalam satu lembar. Lembar pertama diisi dan ditandatangani oleh pasien bahwa dia telah menerima penjelasan dan menyetujui tindakan medis, lembar kedua diisi dan ditandatangani oleh dokter dan berisi keterangan penjelasan yang telah diberikan oleh dokter dan dalam pandangan profesionalnya dokter telah menilai bahwa pasien mengerti penjelasannya.

Tentu saja ada banyak teknik penyusunan informed consent di luar sana, namun sementara saya merasa ini yang cukup pas dan bisa diterapkan di tempat saya bekerja. Dan hingga mendapatkan persetujuan, maka lembar ini akan berkali-kali dievaluasi dan dibenahi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s