Pertolongan Pertama Korban Henti Jantung

Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa di negara kita, korban serangan henti jantung (cardiac arrest) sulit terselamatkan? Walau memang henti jantung memiliki tingkat mortalitas yang tinggi, yang bermakna bahkan dengan perlengkapan dan tenaga terlatih pun belum tentu korban dapat tertolong; tetapi ada hal-hal yang lebih esensial di balik semua itu.

Alasan sederhananya adalah di lapangan, di tengah masyarakat kita, tidak semua orang bisa mengenali tanda-tanda orang yang terkena serangan jantung. Dan ketika terdapat korban henti jantung, masyarakat kita tidak banyak yang bisa melakukan pertolongan pertama pada kondisi henti jantung.

Tahukah Anda, jika banyak masyarakat yang bisa melakukan pertolongan pertama pada korban henti jantung maka lebih banyak kemungkinan mereka akan selamat?

Tahukah Anda, tidak melakukan pertolongan pertama dan memanggil bantuan darurat di tempat kejadian, atau malah membawa korban ke puskesmas atau rumah sakit terdekat, justru malah menurunkan kemungkinan mereka selamat?

Tapi itulah yang terjadi di tengah masyarakat kita, korban henti jantung kadang dibiarkan, kadang malah dilarikan ke rumah sakit – dan malangnya, justru inilah yang menyebabkan korban henti jantung tidak tertolong.

Anda bisa mengubah paradigma ini di masyarakat, dengan cara-cara yang sederhana. Berikut adalah beberapa tips sebelum Anda bisa melakukan pertolongan pertama pada korban henti jantung.

  1. Henti jantung tidak sama dengan serangan jantung. Tapi serangan jantung bisa memicu terjadinya henti jantung, yang jika dibiarkan bisa menyebabkan kematian jantung. Henti jantung terjadi secara tiba-tiba.
  2. Tanda sederhana mengenali adalah melalui akronim AVPU: allert, voice, pain, unresponsive; penderita henti jantung tidak memberikan respons apapun. Sederhananya: jatuh dan kehilangan kesadaran.
  3. Ketika diperiksa lebih dekat secara cepat, tidak ada napas dan denyut nadi.
  4. Minta bantuan (hubungi ambulans).
  5. Lakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru) atau di luar negeri dikenal dengan CPR dengan cepat.

Jadi jika Anda menemukan korban yang jatuh mendadak, tidak memberikan respons saat dipanggil atau digoncangkan tubuhnya atau saat diberi rangsang nyeri. Lalu ketika Anda cek tidak ada denyut nadi atau tanda bernapas, maka sangatlah memiliki kecurigaan bahwa itu adalah korban henti jantung. Segera hubungi ambulans/pertolongan medis, dan lakukan resusitasi jantung paru di tempat tanpa perlu menunggu datangnya bantuan medis.

Resusitasi Jantung Paru

Teknik melakukan Resusitasi Jantung Paru pada orang dewasa yang mengalami henti jantung.

Bagaimana melakukan bantuan hidup dasar berupa resusitasi jantung paru? Berikut adalah video pengantar yang cukup baik dibuat oleh rekan-rekan TBM FKUI, Anda bisa mempelajarinya dengan baik.

RJP yang tepat sangat membantu menyelamatkan korban henti jantung. Jika Anda bisa tentu saja jangan segan atau takut melakukan RJP pada korban henti jantung. Jika terdapat alat AED (defibrilator eksternal otomatis) akan sangat membantu masyarakat awam melakukan pertolongan dengan baik.

Lakukan pelatihan berkala pada lingkungan Anda dengan mengadakan kerja sama terhadap instansi kesehatan untuk melatih warga melakukan pertolongan pertama seperti ini. Anak-anak sekolah biasanya dilatih ketika mereka mengikuti kegiatan ekstrakulikuler tertentu seperti Palang Merah Remaja.

Iklan

5 respons untuk ‘Pertolongan Pertama Korban Henti Jantung

  1. Tina Latief berkata:

    kalau semacam terkejut begitu bisa menyebabkan henti jantung ngga mas?
    kalau ada yang mengadakan training perteolongan pertama pasti lebih seru nih..
    misalnya kopdar blogger kemudian mengadakan seminar tentang topik ini..

    Suka

    • Cahya berkata:

      Bisa jadi, yang jelas jika sudah terjadi henti jantung maka pertolongan pertama itu adalah wajib.

      Saya rasa itu ide yang bagus kalau komunitas blogger mau menyelenggarakan kegiatan seperti ini, setidaknya setahun sekali pas hari ulang tahun komunitas atau sejenisnya.

      Bisa mengundang tenaga pelatih dari PMI, Tim SARS, dan/atau TBM dari Fakultas Kedokteran yang ada di area komunitas blogger tersebut.

      Suka

    • Cahya berkata:

      Tapi tidak semua negara Mas, cuma yang maju saja dan peduli sama kesehatan. Di sini jangankan mengiklankan RJP, iklan rokok yang justru banyak adanya :).

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s