Obesitas pada Anak adalah Bentuk Kekerasan pada Anak

Ini adalah perbincangan lama, dan banyak orang mungkin sudah tahu bahwa obesitas merupakan penyakit. Dunia kedokteran telah mengklasifikan obesitas sebagai penyakit sejak lama, jika tidak salah tertera dalam ICD-10 -CM pada kode E66.9. Obesitas pada anak memang membawa banyak masalah, mulai dari peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler saat dewasa, hingga pelabagi kondisi penyakit metabolik lainnya.

Waspadai Obesitas Pada AnakObesitas merupakan akibat dari keseimbangan energi positif untuk periode waktu yang cukup panjang. Masalah obesitas dapat terjadi pada usia anak-anak, remaja hingga dewasa. Pada era globalisasi saat ini, usia 5-15 tahun merupakan usia yang cukup rentan untuk menderita obesitas sejak dini.

<span class="embedly-powered" style="float:right;display:block"><a target="_blank" href="http://embed.ly/code?url=http%3A%2F%2Fwww.promkes.depkes.go.id%2Findex.php%2Ftopik-kesehatan%2F60-waspadai-obesitas-pada-anak&quot; title="Powered by Embedly"><img src="http://static.embed.ly/images/logos/embedly-powered-small-light.png&quot; alt="Embedly Powered" /></a></span>

via Depkes

‘}”>

Waspadai Obesitas Pada AnakObesitas merupakan akibat dari keseimbangan energi positif untuk periode waktu yang cukup panjang. Masalah obesitas dapat terjadi pada usia anak-anak, remaja hingga dewasa. Pada era globalisasi saat ini, usia 5-15 tahun merupakan usia yang cukup rentan untuk menderita obesitas sejak dini.

Embedly Powered

via Depkes

Pertanyaan yang kemudian menggelitik namun serius, apakah membuat anak menjadi sakit tidak sama dengan menyakiti si anak?

Konsep menyakiti anak ini tentu saja nanti akan dikaitkan dengan kekerasan pada anak, atau yang istilah trendinya adalah “child abuse” dalam bahasa Inggris. Dan karena kaitan ini, saya pernah mendapatkan berita di mana seorang anak dipisahkan dari orang tuanya oleh lembaga pemerintah yang bergerak di bidang kesehatan, oleh karena si orang tua telah “lalai” dengan gagal mengikuti nasihat dokter dalam mengontrol berat badan anaknya, sehingga si anak menjadi begitu gemuknya (obesitas).

Ada pakar yang memang setuju, jika orang tua memang dengan sengaja atau lalai sehingga menyebabkan si anak menjadi menderita obesitas, maka si anak layaknya dipisahkan dari orang tua. Namun di sisi lain, ada pertimbangan yang sebaliknya. Dan hal ini tidak bisa diterapkan di semua wilayah, apalagi misalnya di negara kita di Indonesia.

Childhood Obesity and Medical NeglectAbstract The incidence of childhood obesity has increased dramatically, including severe childhood obesity and obesity-related comorbid conditions. Cases of severe childhood obesity have prompted the following question: does childhood obesity ever constitute medical neglect?

<span class="embedly-powered" style="float:right;display:block"><a target="_blank" href="http://embed.ly/code?url=http%3A%2F%2Fwww.ncbi.nlm.nih.gov%2Fpmc%2Farticles%2FPMC3117590%2F&quot; title="Powered by Embedly"><img src="http://static.embed.ly/images/logos/embedly-powered-small-light.png&quot; alt="Embedly Powered" /></a></span>

via Nih

‘}”>

Childhood Obesity and Medical NeglectAbstract The incidence of childhood obesity has increased dramatically, including severe childhood obesity and obesity-related comorbid conditions. Cases of severe childhood obesity have prompted the following question: does childhood obesity ever constitute medical neglect?

Embedly Powered

via Nih

Lalu sebenarnya apakah memang terjadi kelalaian orang tua di sini? Tentu saja obesitas pada anak biasanya tidak terjadi pada golongan masyarakat kelas menengah ke bawah. Tapi pada keluarga kelas menengah ke atas, dan juga pada lingkungan tempat tinggal di mana akses ke makanan atau tempat makan yang tinggi kalori menjadi begitu mudah, di sini ada peluang bagi munculnya epidemiologi obesitas pada masyarakat tersebut, terutama anak-anak dan dewasa yang gemar menyantap makanan tinggi kalori.

Akses dan pola hidup adalah peluang, namun tetap saja yang kemudian menjadi kunci tentu pengawasan dari orang-orang yang selayaknya lebih dewasa dan tahu serta memahami bahaya obesitas. Orang tua yang sadar, tidak akan “lalai” mendampingi anak-anaknya sehingga mereka dengan mudah dan sembrono mengakses makanan dengan asupan kalori yang berlebihan setiap harinya.

Kuncinya mungkin tidak pada kaya atau miskin, kota atau desa, tapi pada disiplin. Membiasakan kebiasaan hidup sehat pada anak adalah tanggung jawab setiap orang tua, dan ini bukanlah hal yang mudah. Dan disiplin tidak bisa serta merta diterapkan secara keras, karena kekerasan baik fisik maupun mental pada anak, akan dapat kembali menjadi bumerang sebagai faktor risiko obesitas pada anak. Jadi kekerasan yang satu hanya akan melahirkan kekerasan yang lainnya.

Karena begitu anak menderita penyakit kegemukan ini, maka bukanlah hal yang mudah untuk dapat menanganinya, apalagi jika kedua orang tua adalah tipe orang tua karir (dalam pengertian selalu sibuk dengan pekerjaannya, sehingga hanya tersisa sedikit waktu bagi anak).

Masyarakat juga bisa membantu mengatasi dan mencegah obesitas pada anak “mewabah” di lingkungan. Jika merasa kurang tahu, silakan undang pakar kesehatan seperti dokter dan ahli gizi untuk berbagi pengetahuan ke masyarakat di sekitar Anda mengenai topik ini. Anda dapat mendesak agar penyedia makanan seperti rumah makan, kafe, supermarket menyediakan informasi tentang nilai kalori asupan makanan yang mereka jual secara terbuka, sehingga masyarakat yang cerdas dapat memilih jumlah kalori yang mereka asup setiap harinya.

Iklan

4 thoughts on “Obesitas pada Anak adalah Bentuk Kekerasan pada Anak

  1. Kayak teman sekolah Vay. Ada yang montok banget, saat dibilang gendut, dia marah… ibunya juga marah. Padahal, ibunya yang buat anaknya gendut… Anak-anak gendut memang menggemaskan, tapi kalau sampai obesitas, sudah tidak menggemaskan lagi..

    Suka

    1. Mungkin karena banyak dari kita tanpa sadar berada dalam kondisi penyangkalan (denial) akan kekurangan kita. Dan saya rasa itu wajar-wajar saja.

      Tapi alangkah bagusnya jika memang bisa membuka diri terhadap masukan ataupun opini.

      Kata-kata “gemuk” atau “gendut” menjadi stigma yang buruk bagi anak-anak. Dan sering kali dianggap sebagai sebuah kekerasan (abuse/bully) verbal. Karena itu saya bagi saya, agak sulit mendekati anak-anak yang menderita obesitas, apalagi jika pendekatan kita justru membuatnya menjadi tertekan secara psikis.

      Sehingga jika masih bisa dicegah, maka cegahlah obesitas pada anak-anak.

      Suka

  2. anak obesitas itu tanda orang tua kurang peduli terhadap asupan anak mereka. saya melihat sendiri kok orang tua membiarkan anaknya makan junkfood karena beralasan anak tersebut tidak mau makan (lahap) kalau bukan makanan cepat saji tersebut.

    Suka

    1. Apa mungkin junkfood perlu dikategorikan zat adiktif berbahaya ya :D.

      Mendidik anak susah Mas, makanya edukasi orang tua adalah hal hang vital. Tapi di negeri ini, siapa yang mau mengurus hal seperti itu.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s