Overdosis Acetaminophen/Paracetamol

Paracetamol/parasetamol atau acetaminophen merupakan salah satu obat yang paling banyak digunakan. Paracetamol adalah obat antinyeri dan antidemam (antipiretik) yang tersedia bebas di pasaran dengan pelbagai merk. Obat ini cukup umum digunakan untuk meredakan nyeri kepala, sakit gigi, linu-linu, nyeri sendi, hingga tidak enak badan karena gejala flu.

Hanya saja meskipun aman, paracetamol memiliki dosis yang harus dipatuhi. Dosis maksimal yang dianjurkan adalah sekitar 1 gram (1000 mg) untuk satu dosis, dan sekitar 4 gram (4000 mg) dalam satu hari. Namun jika Anda adalah pengonsumsi alkohol aktif, gemar minum-minuman beralkohol, maka berkonsultasi-lah pada dokter sebelum mengonsumsi parasetamol.

Kenapa demikian? karena dosis paracetamol yang berlebihan dapat merusak organ hati. Dan pada mereka yang gemar minum minuman beralkohol biasanya/berpotensi telah mengalami kerusakan hati secara kronis (chronic liver disease).

Jadi biasanya paracetamol akan dianjurkan agar dihindari pada mereka yang memiliki kondisi penyakit/kerusakan hati, selain pada mereka yang memiliki alergi terhadap obat golongan acetaminophen atau paracetamol ini. Ketika paracetamol dikonsumsi melebihi dosis, maka akan muncul gejala overdosis atau keracunan paracetamol.

Salah satu gejala yang khas adalah mual yang hebat dan muntah-muntah berulang, dan tanda pemeriksaan yang bisa dilihat misalnya peningkatan enzim transferase, bilirubin, waktu protrombin dan sebagainya. Sejumlah tes kimia darah bisa dilakukan di rumah sakit untuk melihat tanda-tanda ini.

Dokter biasanya melakukan pendekatan dari kemungkinan riwayat pasien sampai dia mengalami tanda-tanda overdosis paracetamol, baru kemudian sampai pada pendekatan dari pemeriksaan fungsi hati. Dokter akan memberikan antiracun atau antidotum bagi kasus overdosis paracetamol, yaitu N-acetyl cystein (NAC), baik melalui infus ataupun dengan obat yang diminum.

Alur pendekatannya pada penderita overdosis paracetamol akan menyerupai karikatur di bawah ini:

Overdosis Acetaminophen
Gambaran penderita overdosis dan keracunan paracetamol serta pendekatan medis pada pertolongan pertamanya. Sumber: LITFL.

Penanganan overdosis paracetamol akan baik dilakukan dalam jam-jam awal kejadian (masa akut), karena kalau setelahnya tidak akan membawa perbaikan yang bermakna.

Kabar gembiranya, kasus seperti ini amat jarang terjadi. Hal tersebut juga yang membuat paracetamol menjadi pilihan awal dalam banyak pengobatan yang disesuaikan dengan kegunaannya. Guna menghindari overdosis paracetamol, berikut beberapa tips yang bisa diikuti:

  1. Sampaikan pada dokter jika Anda menderita gangguan fungsi hati, atau konsumsi alkohol Anda cukup banyak setiap harinya. Demikian juga, hindari penggunaan paracetamol tanpa konsultasi ke dokter jika Anda berada di dua kategori tersebut, walaupun paracetamol dijual bebas di warung di depan rumah Anda.
  2. Paracetamol adalah obat yang diminum jika diperlukan, jika gejala yang hendak diobati oleh paracetamol sudah mulai membaik, berkurang atau sembuh, paracetamol tidak perlu diminum lagi.
  3. Jangan mengonsumsi paracetamol lebih dari dosis maksimal yang dianjurkan. Tanyakan pada dokter dosis maksimal untuk Anda atau anggota keluarga yang Anda antar berobat ke dokter.

Jika merasa memiliki gejala keracunan seperti mual, muntah dan lemas setelah mengonsumsi paracetamol ataupun produk obat yang mengandung acetaminophen/paracetamol, segera mencari bantuan medis terdekat atau ke instalasi gawat darurat.

Iklan

2 tanggapan untuk “Overdosis Acetaminophen/Paracetamol

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s