Mencoba Deepin Music Player

Karena berpindah ke seri Tumbleweed, saya masih tidak bisa membiasakan diri dengan pemutar musik Amarok bawaan KDE. Memang Amarok tidak buruk, tapi bagi saya memiliki terlalu banyak fitur yang tidak saya perlukan sehingga membingungkan, saudaranya Clementine juga bukan merupakan pilihan yang baik bagi saya.

Lalu saya melihat ada ulasan tentang Deepin Music Player ketika mencari sejumlah aplikasi pemutar musik guna menggantikan Nightingale yang terlalu repot ketika dipasangkan dengan seri tumbleweed. Sepertinya sederhana, dan saya pun mencobanya.

Saya melihat di web kumpulan software untuk openSUSE, Deepin Music Player yang digunakan pada tumbleweed harus menambahkan repositori baru sebagai pilihan asalinya. Sehingga coba-coba saya lihat di repositori yang sudah ada, ternyata sudah ada di antara aplikasi yang tersedia melalui OSS Stable dan juga Packman. Pilihan OSS Stable sementara lebih baik dibandingkan Packman, jika keliru tinggal pakai perintah zypper dup untuk mengatasinya.

Ukuran berkas instalasinya tidak besar, berkas-berkas penyerta yang diperlukan (dependensi) juga tidak besar. Pemasangannya hanya sekitar 5 menit pada kecepatan unduh 40 KB/s.

Deepin Music Player Start Screen
Tampilan jendela mulai Deepin Music Player 2.0
Deepin Music Player 2.0
Tampilan Deepin Music Player 2.0 disertai dengan daftar putar yang bisa ditambahkan secara manual.

Saya menyukai pemutar musik yang satu ini begitu digunakan; mengingatkan pada aplikasi Winamp lawas pada Windows 98 dulu. Karena yang diperlukan hanya menambahkan daftar musik, tentunya sesuai dengan selera pengguna, lalu memutarnya hingga bosan dan berulang-ulang.

Bagi saya alasan di atas sudah lebih dari cukup. Walau tentu saja Deepin Music Player memiliki beberapa fitur tambahan, seperti memutar musik secara daring, lalu menampilkan lirik lagu, dan lain sebagainya.

Sementara ini kekurangan yang saya temukan adalah belum berkesesuainnya integrasi pengaturan volume suara dari aplikasi Deepin Music Player dan manajer suara desktop Kmix. Jadi ketika volume diputar kecil atau keras pada aplikasi, maka besaran volume aplikasi yang terdeteksi di Kmix tidak ikut menyesuaikan, sehingga ibaratnya terdapat dua sistem terpisah untuk mengatur volume aplikasi ini. Tapi ini tidak masalah, karena Kmix memiliki daya ingat untuk setelan awal yang diberikan padanya.

Setidaknya saya akan tetap berterima kasih pada pengembang Linux Deepin karena sudah menyediakan aplikasi FOSS yang mengusung semangat kesederhanaan ini; meski saya bukan pengguna Linux Deepin buatan mereka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s