Daftar Kondisi Kegawatdaruratan Menurut BPJS Kesehatan

Saya baru saja mengunduh manual pelaksanaan yang disusun oleh BPJS Kesehatan, di dalamnya ada pelbagai informasi, termasuk kriteria kasus gawat darurat yang menjadi acuan bagi BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan yang menjadi mitra kerjanya. Salah satu keluhan dari peserta BPJS Kesehatan saat ini adalah bahwa sering kali “ditolak” oleh pihak rumah sakit, terutama pasien yang masuk lewat IGD, dan di dalamnya ada kalanya kita menemukan bahwa kondisi gawat darurat tidak terpenuhi.

Rumah sakit saat ini dituntut menjadi selektif dan profesional, terutama di dalam hal pengelolaan instalasi gawat darurat. Jangan sampai IGD digunakan oleh pihak-pihak yang tidak memerlukan pelayanan di IGD, sementara ketika nanti ada yang memerlukan bantuan di IGD malah justru tertunda pertolongannya. Oleh karena itu umumnya, rumah sakit berhak menolak pasien yang tidak masuk kriteria gawat darurat untuk menggunakan fasilitas IGD dan memberikan pilihan pada pasien-pasien ini untuk menggunakan poli umum atau spesialis jika rumah sakit menyediakan.

BPJS Kesehatan juga mengusung prinsip yang sama. Membatasi pesertanya untuk tidak dapat menggunakan layanan IGD rumah sakit ketika mereka tidak memerlukannya, dan memberikan layanan ini pada mereka yang benar-benar memerlukan.

Agar Anda tidak bingung nantinya, kasus mana yang sebaiknya segera ke IGD, dan jika menggunakan kartu JKN dari BPJS Kesehatan bisa ditangani dan ditanggung pembiayaannya oleh BPJS Kesehatan; maka berikut saya coba berikan daftarnya. Beberapa istilah mungkin asing bagi Anda, jika terdapat pertanyaan tentang daftar ini (yang semoga tidak berubah secara total dalam jangka waktu dekat) silakan memanfaatkan kolom komentar. Walau saya sendiri mungkin tidak bisa menjawab semuanya, karena daftar berikut memang kurang lebihnya ada hal-hal yang masih ambigu menurut saya.

Kriteria Gawat Darurat Bagian Anak/Pediatri

  1. Anemia sedang/berat
  2. Apnea/gasping
  3. Bayi/anak dengan ikterus
  4. Bayi kecil/prematur
  5. Cardiac arrest / payah jantung (mungkin maksudnya henti jantung)
  6. Cyanotic Spell (tanda penyakit jantung)
  7. Diare profus (lebih banyak dari 10x sehari BAB cair) baik dengan dehidrasi maupun tidak
  8. Difteri
  9. Murmur/bising jantung, Aritmia
  10. Edema/bengkak seluruh badan
  11. Epitaksis (mimisan), dengan tanda perdarahan lain disertai dengan demam/febris
  12. Gagal ginjal akut
  13. Gangguan kesadaran dengan fungsi vital yang masih baik
  14. Hematuria
  15. Hipertensi berat
  16. Hipotensi atau syok ringan hingga sedang
  17. Intoksikasi atau keracunan (misal: minyak tanah, atau obat serangga) dengan keadaan umum masih baik
  18. Intoksikasi disertai gangguan fungsi vital
  19. Kejang dengan penurunan kesadaran
  20. Muntah profus (lebih banyak dari 6x dalam satu hari) baik dengan dehidrasi maupun tidak
  21. Panas/demam tinggi yang sudah di atas 40°C
  22. Sangat sesak, gelisah, kesadaran menurun, sianosis dengan retraksi hebat dinding dada/otot-otot pernapasan
  23. Sesak tapi dengan kesadaran dan kondisi umum yang baik
  24. Syok berat, dengan nadi tidak teraba dan tekanan darah tidak terukur, termasuk di dalamnya sindrom rejatan dengue
  25. Tetanus
  26. Tidak BAK/kencing lebih dari 8 jam
  27. Tifus abdominalis dengan komplikasi

Kriteria Gawat Darurat Bagian Bedah

  1. Abses serebri
  2. Abses submandibula
  3. Amputasi penis
  4. Anuria
  5. Appendiksitis akut
  6. Atresia Ani
  7. BPH dengan retensi urin
  8. Cedera kepala berat
  9. Cedera kepala sedang
  10. Cedera vertebra/tulang belakang
  11. Cedera wajah dengan gangguan jalan napas
  12. Cedera wajah tanpa gangguan jalan napas namun termasuk: {a} patah tulang hidung terbuka/tertutup; {b} Patah tulang pipi (os zygoma) terbuka dan tertutup; {c} patah tulang rahang (os maksila dan mandibula) terbuka dan tertutup; {d} luka terbuka di wajah
  13. Selulitis
  14. Kolesistitis akut
  15. Korpus alienum pada: {a] intra kranial; {b} leher; {c} dada/toraks; {d} abdomen; {e} anggota gerak; {e} genital
  16. Cardiovascular accident tipe perdarahan
  17. Dislokasi persendian
  18. Tenggelam (drowning)
  19. Flail chest
  20. Fraktur kranium (patah tulang kepala/tengkorak)
  21. Gastroskisis
  22. Gigitan hewan/manusia
  23. Hanging (terjerat leher?)
  24. Hematotoraks dan pneumotoraks
  25. Hematuria
  26. Hemoroid tingkat IV (dengan tanda strangulasi)
  27. Hernia inkarserata
  28. Hidrosefalus dengan peningkatan tekanan intrakranial
  29. Penyakit Hirschprung
  30. Ileus Obstruksi
  31. Perdaraha Internal
  32. Luka Bakar
  33. Luka terbuka daerah abdomen/perut
  34. Luka terbuka daerah kepala
  35. Luka terbuka daerah toraks/dada
  36. Meningokel/myelokel pecah
  37. Trauma jamak (multiple trauma)
  38. Omfalokel pecah
  39. Pankreatitis akut
  40. Patah tulang dengan dugaan cedera pembuluh darah
  41. Patah tulang iga jamak
  42. Patah tulang leher
  43. Patah tulang terbuka
  44. Patah tulang tertutup
  45. Infiltrat periapendikuler
  46. Peritonitis generalisata
  47. Phlegmon pada dasar mulut
  48. Priapismus
  49. Perdarahan raktal
  50. Ruptur tendon dan otot
  51. Strangulasi penis
  52. Tension pneumotoraks
  53. Tetanus generalisata
  54. Torsio testis
  55. Fistula trakeoesofagus
  56. Trauma tajam dan tumpul di daerah leher
  57. Trauma tumpul abdomen
  58. Traumatik amputasi
  59. Tumor otak dengan penurunan kesadaran
  60. Unstable pelvis
  61. Urosepsi

Kriteria Gawat Darurat Bagian Kardiovaskuler (Jantung & Pembuluh Darah)

  1. Aritmia
  2. Aritmia dan rejatan/syok
  3. Korpulmonale dekompensata akut
  4. Edema paru akut
  5. Henti jantung
  6. Hipertensi berat dengan komplikasi (misal: enselofati hipertensi, CVA)
  7. Infark Miokard dengan kompikasi (misal: syok)
  8. Kelainan jantung bawaan dengan gangguan ABC
  9. Krisis hipertensi
  10. Miokardititis dengan syok
  11. Nyeri dada (angina pektoris)
  12. Sesak napas karena payah jantung
  13. Pingsan yang dilatari oleh penyakit/kelainan jantung

Kriteria Gawat Darurat Bagian Obstetri Ginekologi (Kebidanan & Kandungan)

  1. Abortus
  2. Distosia
  3. Eklampsia
  4. Kehamilan ektopik terganggu (KET)
  5. Perdarahan antepartum
  6. Perdaragan postpartum
  7. Inversio uteri
  8. Febris puerperalis
  9. Hiperemesis gravidarum dengan dehidrasi
  10. Persalinan kehamilan risiko tinggi daa/atau persalinan dengan penyulit

Kriteria Gawat Darurat Bagian Mata

  1. Benda asing di kornea mata/kelopak mata
  2. Blenorrhoe/ Gonoblenorrhoe
  3. Dakriosistisis akut
  4. Endoftalmitis/panoftalmitis
  5. Glaukoma akut dan sekunder
  6. Penurunan tajam penglihatan mendadak (misal: ablasio retina, CRAO, perdarahan vitreous)
  7. Selulitis orbita
  8. Semua kelainan kornea mata (misal: erosi, ulkus/abses, descematolisis)
  9. Semua trauma mata (misal: trauma tumpul, trauma fotoelektrik/radiasi, trauma tajam/tembus)
  10. Trombosis sinus kavernosus
  11. Tumor orbita dengan perdarahan
  12. Uveitis/skleritis/iritasi

Kriteria Gawat Darurat Bagian Paru

  1. Asma bronkiale sedang – parah
  2. Aspirasi pneumonia
  3. Emboli paru
  4. Gagal napas
  5. Cedera paru (lung injury)
  6. Hemoptisis dalam jumlah banyak (massive)
  7. Hemoptoe berulang
  8. Efusi plura dalam jumlah banyak (massive)
  9. Edema paru non kardiogenik
  10. Pneumotoraks tertutup/terbuka
  11. Penyakit Paru Obstruktif Menahun dengan eksaserbasi akut
  12. Pneumonia sepsis
  13. Pneumotorak ventil
  14. Status asmatikus
  15. Tenggelam

Kriteria Gawat Darurat Bidang Penyakit Dalam

  1. Demam berdarah dengue (DBD)
  2. Demam tifoid
  3. Difteri
  4. Disekuilibrium pasca hemodialisa
  5. Gagal ginjal akut
  6. GEA dan dehidrasi
  7. Hematemesis melena
  8. Hematochezia
  9. Hipertensi maligna
  10. Keracunan makanan
  11. Keracunan obat
  12. Koma metabolik
  13. Leptospirosis
  14. Malaria
  15. Observasi rejatan/syok

Kriterita Gawat Darurat Bidang THT

  1. Abses di bidang THT-KL
  2. Benda asing di laring, trakea, bronkus dan/atau benda asing tenggorokan
  3. Benda asing di telinga dan hidung
  4. Disfagia
  5. Obstruksi jalan napas atas grade II/III Jackson
  6. Obstruksi jalan napas atas grade IV Jackson
  7. Otalgia akut
  8. Parese fasialis akut
  9. Perdarahan di bidang THT
  10. Syok karena kelainan di bidang THT
  11. Trauma akut di bidang THT-KL
  12. Tuli mendadak
  13. Vertigo (berat)

Kriteria Gawat Darurat Bidang Syaraf

  1. Kejang
  2. Stroke
  3. Meningoensefalitis

Daftar tersebut adalah semua kondisi gawat darurat yang masuk dalam manual pelaksanaan BPJS Kesehatan, dan juga yang merupakan kondisi yang dapat ditangani langsung di IGD rumah sakit tanpa memerlukan rujukan dari fasilitas kesehatan primer.

Silakan unduh: Manual Pelaksanaan JKN BPJS Kesehatan (88 MB/PDF) atau Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 865 tahun 2009 tentang Standar IGD.

Iklan

2 pemikiran pada “Daftar Kondisi Kegawatdaruratan Menurut BPJS Kesehatan

    1. Memang pembagian kita tidak demikian di Indonesia. Gawat (emergency) dan yang darurat (urgency) masih digabung menjadi satu dalam sebuah kriteria gawat darurat.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.