Bersih-Bersih Google Plus

Google+ adalah salah satu jejaring sosial yang (bisa dibilang) populer, dan memiliki cita rasa yang berbeda dengan Facebook. Karena Facebook belakangan ini banyak yang asal jualan iklan, bahkan via metode clickjacking, saya merasa kurang nyaman menggunakannya. Di sisi lain, Google+ masih termasuk sepi, bahkan terlalu sepi mungkin, atau karena lingkaran saya tidak banyak? Jadi lebih memiliki privasi dibandingkan jejaring sosial lainnya, meskipun cuma perasaan semu.

Google+
Ilustrasi Google Plus di antara jejaring sosial lainnya. Sumber: Picasa.

Hanya saja belakangan ini ada yang cukup tidak mengenakan saat menggunakan Google Plus. Pertama banyak yang menambahkan ke lingkaran saya, walau saya tidak kenal orangnya. Dan setelah dilihat, rupanya akun baru yang lagi asyik beriklan di Google Plus. Lha, ini sih konsep lama “please follow back ya!” dengan wajah baru ala Google Plus. Karena banyak sekali modus seperti ini, saya jadi enggan melihat siapa saja yang menambahkan saya ke dalam lingkaran mereka.

Kedua, berita yang sedang menjadi trending topic di Google Plus tidak pernah sesuatu yang ingin saya lihat. Sesuatu yang lagi hangat di Google Plus tidak selalu memberikan informasi yang kita perlukan, tidak selalu memperkaya kita menjadi lebih kreatif, dan kadang kala mereka menjadi sampah informasi – junk! Saya melihat sejumlah akun yang kadang informasinya tidak saya butuhkan, tapi seringkali memunculkan tren di Google+, biasanya sih mereka yang menjadi “artis” jejaring sosial ini. Akun-akun ini saya “cekal” dari halaman Google+, sehingga saya tidak melihat kiriman dari mereka lagi. Bukan karena kirimannya sesuatu yang buruk, tapi lebih sesuatu yang bukan saya perlukan untuk saya lihat.

Saya masih mempertahankan sejumlah akun-akun yang memang sengaja saya ikuti, terutama para pengembang sistem teknologi informasi dan kesehatan. Informasi dari mereka tidak masalah memenuhi halaman saya, karena saya merasa mendapatkan sesuatu yang berguna melalui halaman tersebut.

Di Facebook juga saya berniat melakukan hal yang sama, sepertinya ada fitur mute di sana; tapi karena fungsi yang saya harapkan dari Facebook berbeda dengan Google+, jadi fitur ini belum saya manfaatkan. Saya senang mengunjungi Google+ karena cukup bersih dan memberikan kesan, di situ ada sesuatu yang saya inginkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s